MEMBUANG BOSAN DI PERJALANAN

Alhamdu lillah saat ini saya sudah menempuh  setengah perjalanan menuju Finlandia, sebuah negara tujuan di Eropa yang  sistem pendidikannya dikenal sebagai yang terbaik di  dunia.  Perjalanan  memang harus  transit di Dubai sebelum sebentar lagi meneruskannya menuju Eropa.  Memang melelahkan, apalagi   berada dalam barisan kelas ekonomi yang tidak memungkinkan untuk  beristirahat dengan nyaman.

Namun sesungguhnya ada kiat untuk membuang bosan dan capek dalam menjalani perjalanan panjang seperti ini, setidaknya akan mampu memberikan kesejukan sehingga  kebosanan akan  menghilang dan berganti dengan keceriaan, walaupun tidak maksimal.  Sejak sebelum berangkat memang harus dipersiapkan sedemikian rupa fisik sehingga tidak akan mengalami persoalan, bahkan kalau dapat tidak usah banyak beristirahat atau tidur sebelum keberangkatan dalam perjalanan panjang.

Kenapa demikian? Ya sebab kalau kita sudah  mempersiapkan dengan banya istirahat dan tidur beberapa jam sevbelumnya, maka pada saat berada di dalam pew=swat, kita akan sulit tidur.  Lantas bagaimana  dan apa aktifitas yang dapat kita lekukan dalam kondisi demikian, sementara  penumpna lainnya  sedang  nyenyak tidur.  Sudah barang tentu kita akan tersikssa daam kondiis seperti itu, terkecuali memang dapat menciptakan  sebuah kondisi yang memungkinkan  dapat mengusir rasa bosan.

Barangkali  tips ini juga berlaku kepada siapapun, dan alhamdu lillah saya sudah  mempersiapkan hal tersebut sehingga untuk beberapa jam  saya dapat menikmati tidur, sehingga pada  saat transit sudah  lebih segar, apalagi kalau kemudian  dapat kesempatan mandi sehingga memberikan kesegaran yang maksimal kepada tubuh.  Tentu ini akan menjadi modal perjalanan saya berikutnya yang masih cukuip panang juga.

Namun biasanya  saya tidak akan tidur lagi walaupun  banyak orang yang  masih tetap nyenyak menikmati tidurnya, karena  saya mempunyai kebiasaan  berkatifitas di depan kompter untuk menggoreskan ide  segar yang muncul dalam pikiran  agar dapat dinikmati juga oleh pihak lain.  Jadinya saya justru mempersiapkan diri dalam meneruskan perjalanan ke Eopa tersebut dengan menulis.  Biasanya saya sesekali berjalan untuk sekedar melemaskan otot kaki dan setelah sudah enakan lalu kembali menulis lagi dan begitu seterusnya.

Mudah mudahan keinginan saya tersebit masih tetap dapat berjalan, sehingga meskipun  sedang bertugas  menjalankan  dinas, namun masih tetap dapat menghasilkan sesuatu yang menurut saya dapat memebrikan manfaat, baik bagi diri maupun pihak lain.  Pendirian saya tersebut ternyata memang dapat dibuktikan, yakni  bahwa selama ini setiap saya melakukan perjalanan jauh, dpat dipasikan akan menghasilkan tulisan, meskipun  munghkin kurang bagus.

Sayaq tidak dapat membayangkan betapa bosannya mereka yang  tidak mempunyai kegiatan apapun untuk perjalanan tersebut, dan palig paling yang dilakukan ialah menikmati film atau bermain game atau kegiatan lainnya yang tentu  sama sekali tidak  dapat membantu diri dalam menghasilkan  sebuah karya.  Namun biarlah itu memang hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi kebosanan tersebut.

Terus terang saja terkadang saya juga melakukan hal yang sama, yakni sekedar  memainka game ringan dan juga menonton  film komedi sehingga sedikit menyegarkan otak saya yang sudah agak lelah.  Tentu kalau pada  waktu sebelum berangkat  menempuh perjalanan panjang tersebut tidak banya tidur sebagaimana  yang saya sampaikan di depan, maka kita akan diuntungkan ntuk  dapat segera  istirahat tidur, karena perjalana  ditempuh  pada  waktu malam, yakni setelah  tengah malam.

Untukkeberangkatan saya kali ini, saya memang sengaja masih tetap melakukan aktifitas biasa, khususnya pada hari Sabtu dan Mingu, yakni menghadiri orang yang punya hajat, baik mantenan maupun  hajat lainnya.  Kebetulan ada beberapa  sahabat yang megundang di hari Sabtu kemarin untuk menghadiri pernikahan anaknya, sehinga saya tetap datangi, agar saya  menjaqdi  sdikit lelah dan pada saat di pesawat akan mudah untuk tidur.

Benar apa yang saya rencanakan berjalan dengan  baik, dan sampai pagi ini saya sudah merasa sangat fress untuk menruskan perjalana berikutnya. Saya memang tidak tahu benar  apa aktifitas kawan kawan yang ikut dalam  perjalanan ini, apakah mereka juga  mengandalkan jurus sebegaimana saya lakukan, ataukah mempunyai jurus lainnya.  Namun saya berharap semuanya akan tetap bugar sesampainya di temat tujuan nanti.

Bahkan dalam menunggu keberangkatan di bandara, saya juga menyempatkan menulis dan membagkannya kepada kawan kawan untuk dapat dinikmati.  Artinya karena  perjalanan dilakukan tengah malam, dan waktu sebeluim berangkat sesungguhnya dapat digunakan untuk tidur sekedarnya, karena  waktu tunggu sekitar 2-3 jam, namun  bagi saya prinsip  untuk beristirahat di pesawat tetap  saya pertaankan  sehingga saya isi waktu menunggu tersebut dengan enulis.

Barangkali memang tidak banyak yang  dapat melakukan  sebagaimana saya tempuh, karena biasanya untuk menulis itu membutuhkan konsentrasi tersendiri.  Nah, dalam waktu menunggu untuk naik pesawat kemudian menulis, mungkin tidak akan dapat memulai dan tidak bisa mendapatkan kalimat pertama dalam penlisan tersebut, sehigga yang terjadi malahan  stress.

Itulah keuntungan saya yang telah membiasakan diri menulis sejak beberapa tahun silam. Saya tidak dapat membayangkan diri saya jika  tidak dapat menulis dan tidak dapat konsentrasi dalam menulis, karena  kalau itu yang terjadi, mungkin saya akan mendapatkan  tekanan yang  kuat, yang bahkan dapat menyebabkan tidak mampu tidur dana beristirahat, dan pada gilirannya justru akan membuat saya semakin lemah  dan tidak mampu berkonsentrasi saat menjalani pertemuan penting.

Saat ini secara riil,perjalana sudah separoh  saya tempuh beserta seluruh kawan yang sama tujuan,  dan sdah barang tentu masih ada perjalanan panjang  sekali lagi sebelim smpai kepada tujuan.  Nah, karena itu saya harus menyusun kiat agar dapat menikati perjalanan siang tersebut dengan  nyaman.  Biasanya saya memang tidak pernah tidur siang, sehingga kalau tidak  sangat capek, maka tidak akan mudah untuk tidur.  Karena saya sudah istirahat tidur dalam perjalanan sebelumnya, maka  saya harus memperkirakan dala perjalanan lanjutan saya tidak akan dapat tidur.

Nah,  dengan demikian saya  akan melakukan  aktifitas dalam perjalanan  tersebut, yakni pertama saya akan  menonton film komedi ringan, lalu sedikit jalan jalan di lorong kabin,  kembali  memainkan  game ringan untuk  tetap mengjidupkan  fokus dan setela itu  saya akan memulai  menulis.  Apa yang akan saya tulis nanti siang, tentu saya belum dapat memprediksinya, sebab biasanya inspirasi tulisan sya ialah  interkais saya dengan siapapun, baik  manusia maupun alam sekitar.

Nah, mungkin nanti saya akan mendapatkan inspirasi dari interaksi saya dengan awak kabin atau  dengan siapapun atau hanya dengan mengamati  kondisi keseluruhan para penumpang.  Saya memang tidak pernah memersiapkan  topik atau judyul sebuah tulisan, karena biasanya judul tersebut akan megikuti alur cerita tulisan yang  akan saya lakukan, dan pastinya isnpirasi tersebut akan selalu muncul dalam berbagai kondisi  dan situasi.

Pengembangan imajinasi memang diperlukan agar tulisan tidak terhenti pada cerita  sepurtar mnculnya  inspirasi tersebut.  Dengan pengembangan  imajinasi tersebut, maka tulisan akan mengalir dan  mendapatkan cerita yang cukup panjang untuk digoreskan.  Semoga perjalanan kali ini  akan memberikan manfaat dan dapat dijadikan sebagai pangalaman juga oleh  pihak yang membutuhkannya. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.