SELAMAT IDUL ADLHA 1437 H.

Hari ini 10 Dzul Hijjah 1437 H, seluruh umat muslim merayakan Idul adlha dengan melakukan shalat bersama, baik di lapangan, masjid maupun tempat lainnya.  Lalu setelah menjalankan ibadah shalat Id, penyembelihan hewan kurban pun dimulai yang dagingnya kemudian dibgaikan kepada para fakir miskin.  Tidak lupa para panitia dan juga para yang berkurban serta masyarakat di sekitar. Namun ada juga yang menyembelih hewan kurbannya pada hari hari setelahnya.

Sebagaimana kita tahu bahwa  untuk penyembelihan hewan kurban memang diperbolehkan pada hari tiga hari setelahnya, yang disebut sebagai hari Tasyriq, sehingga bagi instansi dan lembaga yang mengadakan kurban, biasanya disembelih setelah hari pertama.  Kita semua tahu bahwa  setiap[ hari raya, termasuk Idul Kurban, adalah lbur nasional, sehingga  instansi, dan lembaga, termasuk lembaga pendidikan, juga secara otomatis libur.

Nah, karena kurban yang dilakukan oleh instansi dan lembaga tersebut dilaksanakan di instansi dan lembaga tersebut, maka  otomatis pula penyembelihan kurban tidak pada hari libur melainkan tepat pada hari efektif.  Bahkan kalau kebetulan hari rayanya jatuh pada hari Jumat, maka biasanya penyembelihan hewan kurban adalah hari senin, dan begitu seterusnya. Penyembelihan hewan kurban di instansi dan lembaga tersebut bukan dimaksudakn untuk meyoran atau pesta, melainkan hanya  sebagai sarana untuk ikut memeriahkan  Idul Kurban  tersebut.

Dengan demikian setelah penyembelihan selesai dan daging sudah dikemas dengan baik, lalu dibagikan kepada fakir miskin  sekitar dan juga  kepada para siswa yang kebetulan kurang mampu.  Memang sebagaimana kita tahu bahwa penyembelihan hewan kurban khususnya di lembaga pendidikan, biasanya  hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi kepada para siswanya sehingga terkadang kurbannya juga iuran diantara mereka, khususnya yang mampu.

Meskipun demikian  tidak jarang diikuti pula oleh para guru yang mampu untuk berkurban dalam arti yang sebenarnya, atau bahkan juga diikuti oleh masyarakat sekitar untuk menitipkan hewan kurbannya  untuk disembelih di instansi atau lembaga tersebut.  Sudah barang tentu sebagai muslim kita merasa bangga dengan kesadaran umat untuk berkurban, meskipun belum mampu untuk emlakukannya secara tepat sebagaimana aturan yang ditetapkan.Pagi ini seleuruh umat muslim,  laki laki maupun perempuan, tua muda, anak anak, seluruhnya menuju ke tempat shalat id sambal terus mengumandangkan takbir, tahmid dan tahlil.

Bahkan  kita tahu pembacaan kalimat thoyyibah tersebut sudah dikumandangkan sejak sore kemarin, tepatnya sejak masuk waktu maghriib  hingga semalam suntuk dan pagi ini. Bahkan umat muslim juga masih akan mengumandangkannya hingga tiga hari kedepan, yakni tanggal 11,12, dan 13 Dzulhijjah sebagai hari Tasyriq, walaupun biasanya hanya dikumandangkan  pada saat setelah menjalankan shalat wajib.

Allahu akbar Alallahu akbar walillahil hamd, itulah kalimat yang sangat khas dan ketika dibaca akan mampu mendirikan bulu roma, mungkin karena rindu kepada kampong halaman, terbayang seluruh keluarga yang kebetulan tidak berada di tempat, atau karena perasaan yang luar biasa tidak mampu diungkapkan secara lisan.  Mungkin  akan lebih dahsyat lagi jika kalimat tersebut didengarkan pada  idul fithri, pasti akan  lebih dahsyat.

Idul Adlha memang luar biasa karena mengingatkan kita kepada  seorang tokoh hebat yang telah lolos dari ujian Tuhan, yakni nabi Ibrahim dan nabi Ismail.  Dua orang nabi yang begitu hebat an ikhlas karena menjalankan ketentuan dan perintah Allah swt.  Coba bayangkan pada saat Ibrahim sedang senang senangnya mendapatkan anak bernama Ibrahim yang sudah didambakannya sekitan puluh tahun, sudah barang tentu akan mengalahkan segalanya.

Nah, dal;am kondisi sepertio itulah, Tuhan kemudian mengujinya apakah cintanya kepada putranya Ismail akan mengalahkan juga cintanya kepada Allah swt.  Untuk itulah kemudian Tuhan memerintahkan kepada nabi Ibrahim melalui mimpi yang benar agar dia menyembelih putranya Ismail.  Tentu kita juga dapat membayangkan betapa pilunya hati Ibrahim dan betapa sedih dan galaunya hati dan pikiran Ibrahim yang harus menyembelih belahan hatinya.

Bahkan  ketika Ibrahim  tegas  untuk menyembelih Ismail, setan pun datang untuk menggoda dan menggagalkan perintah Tuhan tersebut dengan ebrbagai alasan yang sangat kuat dan manusiawi.  Namun karena Ibrahim adalah lelaki pilihan Tuhan dan kekasih Nya, maka  kepentingan penyembahan dan kecintaannya kepada Tuhan  akan mengalahkan kesleuruhan yang ada.  Karena itu itu Nabi Ibrahim sudah mantap dan ingin menyembelih Ismail.

Sebagai seorang ayah yang bijak dan taat kepada Tuhan, maka Ibrahim pun kemudian membicarakan mimpinya dan perintah Tuhan tersebut kepada sang anak, Ismail.  Tidak diduga sebelumnya, ternyata Ismail sunggun luar biasa, bukannya menentang dan keberatan atas perintah tersebut, namun Ismail malah mendukung dan mendoakan kepada ayahandanya agar tetap bersabar dalam menjalani ujian tersebut.  Dengan demikiamn  kepuitusan Ibrahim menyembelih putranya semakin mantap.

Pada saat yang tepat kemudian Ibrahim menuntun Ismail ke tempat penyembelihan, dan  niatb tersebut sudah bulat untuk dikerjakan. Namunsebelum pisau tajam yang dipegang Ibrahim menghunus leher Ismail, malaikat Jibril datang dengan memberikan berita gembira, bahwa  perintah menyembelih Ismail etrsebut hanyalah sebuah ujian keimanan, apakah Ibrahim lebih cinta kepada anaknya ataukah lebih cinta kepada Tuhan, dan ternyata Ibrahim lebih memilih Tuhan.

Karena itulah ekmudian Tuhanmemberikan hadiah kepada  Ibrahim seekor domba sebagai ganti Ismail untuk dijadikan kurban.  Lalu meledklah kegembiraan diantara keluarga tersebut dan mereka sangat bersyukur kepada Allah wt yang telah menyelamatkan Ismail dari hunusan pisau atau pedang ayahnya.  Sunggun sebuah gambaran yang sangat  luar biasa, bagaimana  seorang ayah yang sangat bijak dan anak shalih yang taat dalam koridor perintah Tuhan.

Kiranya amat sangat patut untuk diteladani kehidupan  keluarga Ibrahim tersebut, yakni sosok yang bijaksana dalam menjalankan  tugas sebagai kepala rumah tangga, sangat demokratis dan selalu bermusyawarah dalam menetapkan sesuatu serta tulus dalam berbuat, utamanya ketika   menjalankan perintah Tuhan.  Pada saat merayakan Idul Adlha  seperti ini  kita memang harus mengaca  dan meneladani Ibrahim terutama dalam hal keikhlasannya dalam menjalankan  ibadah kepada  Allah swt.

Namun yang terpenting dalam momentum Idul Adlha ialah  bagaimana kita tidak hanya memaknai  kurban tersebut  semata mata menyembelih hewan kurban,  melainkan bagaimana kita  memaknainya  sebagai kepdulian kita kepada mereka yang miskin, dalam segala waktu.  Artinya kepedulian kita memberikan daging kepada orang miskin bukan  hanya  saat idul Adlha, melainkan juga sepanjang waktu.

Jika kita dapat memperluas cakupan kurban tersebut demikian rupa, maka  kehiduopan masyarakat kita tentu akan semakin membaik, karena kepdulian orang orang kaya dalam membantu dan mengentaskan mereka dari jurang kemiskinan.  Setidaknya orang orang kaya kemudian mau membantu dalam hal pendidikan kepad orang miskin,sehingga semua anak bangsa dapat mengenyam pendidikan formal dengan baik. Tentu harapannya ke depan  anak anak Indonesia dapat bersaing dengan anak anak negara dan bangsa lain dalam hal apapun.

Selamat  hari raya  kurban, semoga kita senantiasa diberikan keluarsan rizki  dan dapat berkurban, sekaligus juga dapat mengubah diri kita menjadi lebih peduli kepada kaum dluafa’ serta   menyukai berbagi dengan sesame atas apapun yang  kita terima dari Allah swt.  Kita juga berharap agar seluruh umat muslim dapat meneladani nabi Ibrahim, baik dalam berkurban dan dalam keikhlasannya dalam menjalankan perintah Tuhan, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.