MASIH UNTUNG, TUHAN MEMBERIKAN KESEMPATAN

Banyak cerita dari anak manusia yang  dapat dijadikan pelajaran bagi manusia lainnya, terutama  bagi mereka yang mau merenngkannya dan lalu mengambil pelajaran darinya.  Sebab kalau cerita tersebut hanya  sekedar  dimasukkan telinga tanpa dicerna, maka sama sekali tidak akan  menjadi pelajaran apapun.  Pada gilirannya justru dia tersebut malah akan semakin gila dibandingkan dengan certa yang pernah didengarnya.

Cerita cerita tersebut mamang banyak, yang diantaranya ialah cerita tentang  kedurhakaan anak kepada orang tua, yang kemudian  membuat sang anak mengalami penderitaan dahsyat, padahal orang tuanya sudah memaafkannya.  Hanya saja perlakuan sebeluimnya memang sungguh tidak dapat diterima akal sehat.  Bayangkan kalau sebagai seorang anak sampai menyia nyiakan orang tuanya sendiri hanya  disebabkan mengikuti kehendak isterinya.

Bahkan saat orang tuanya datang untuk sekedar kangen menengok anak dan cucunya saja, tidak diperkenankan sampai sampai orang tua tersebut harus menangis dan sakit perasaannya, namun sejenak kemudian orang tua tersebut  memaafkannya.  Nah, terjadilah musibah itu yang menyebabkan anak tersebut lumpuh untuk selamanya dan kemudian juga jatuh miskin karena dia harus dipecat dari tempat kerjanya.

Masih beruntung bagi anak tersebut, karena ternyata orang tuanya yang selama itu selalu diperlakukan tidak baik dan terus menerus disakiti, ternyata masih sangat  menyayanginya, sehingga dia kemudian ditampung untuk dirawat, bersama dengan anak dan isterinya.  Sungguh mulia hati orang tua tersebut, meskipun hidupnya pas pasan, tetapi dengan keikhlasannya, dia dapat hidup cukup tanpa harus menghiba kepada  orang lain.

Si anak yang durhaka yang saat ini  mengalami kelumpuhan tersebut  dapat dikatakan sangat beruntung, karena meskipun lumpuh untuk selamanya, tetapi masih mendapatkan karunia dari Tuhan disebabkan kasih sayang orang tuanya dan juga sudah memaafkan segala perbuatan buruknya.  Andaiikata Tuhan memberikan  kesengsaraan yang lebih dari itu pun sesungguhnya  sangat mudah, yakni membuat ati orang tuanya tetap sakit dan tidak memaafkannya, pastinya dia akan menjalani hidup di jalanan tanpa harapan.

Cerita lainnya ialah bagaimana seorang isteri yang selalu meras kurang dengan penghasilan suaminya, walaupun suaminya sudah berusaha sangat keras.  Singkat cerita isterinya slalu membandingkan dengan keluarga orang lain yang lebih sukses dan tampak mempunyai harta lebih.   Pada akhirnya si isteri tersebut terpaksa harus mencari pekerjaan sendiri untuk memenuhi keinginannya mempunyai harta banyak dan dapat membeli kebutuhan dirinya.

Beruntung dia mendapatkan pekerjaan yang relatif baik dan gajinya pun juga melabihi pendapat suaminya.  Tentu dengan kondisi demikian  isteri tersebut lama kelamaan menjadi seperti di atas angin dan dapat memperlakukan suaminya  dengan sekehendaknya.  Bahkan hanya disuruh untuk membuatkan minuman oleh suaminya saja tidak mau.  Pendek cerita, isteri tersebut kemudian menjadi penguasa di dalam rumah tangga, dan suaminya  semakin tidak berdaya menghadapi isterinya yang riil  lebih mempunyai harta.

Meskipun suami tersebut sudah  megingatkan kepada isterinya bahwa bagaimanapun dia  adalah suaminya dan kepala rumah tangga, sehingga  seharusnya isterinya  tetap menghormatinya dan memperlakukannya dengan baik.  Akan tetapi justru isterinya semakin menjadi jadi tidak menghargai suaminya.  Karena  terlalu ribut terus menerus, maka akhirnya  isterinya tersebut terpaksa harus keluar rumah karena tidak betah di rumah, yakni dengan mengontrak rumah yang dianggap akan menenteramkan dirinya.

Naas baginya karena pada saat dia kerja rumahnya terbakar habis dengan seluruh isinya dan dia menjadi sok dan pada akhirnya  sakit yang cukuip parah.  Namun semua hartnya sudah habis terbakar, dan hanya mendapatkan perawatan sekdarnya dari tempat dia bekerja.  Masih untung dia karena ternyata temopat dia bekerja masih mau membernya biaya pengobatan, walaupun  tidak maksimal.

Namun kaena berbulan bulan dia tidak sembuh, bahkan cenderung lumpuh, maka  tempat dia bekerja akhirnya memutuskan hubungan kerja dengannya.  Namun  dia  masih termasuk  beruntung, karena suaminya yang dahulu disia siakannya tersebut, ternyata  mengetahui kondisinya dan kemudian membawa pulang ke rumah serta merawatnya sedemikian rupa.  Memang kemudian isteri tersebut meminta ampun kepada suaminya tersebut, tetapi semua kejadian sudah terlanjur dan suaminya tersebut memang sudah memaafkannya, namun  kelmpuhan yang dideritanya  ternyata tidak mampu disembuhkan.

Keda cerita tersebut memang dapat dikatakan sebagai sebuah episode  anak manusia yang tidak mau menerima keadaan sebagaimana adanya dan yang jelas tidak mau bersyukur artas nikmat yang sudah diterimanya.  Namun keduanya masih tergolong beruntung karena tidak mengalami nasib yang sangat buruk bagi hidupnya, karena meskipun mengalami sakit hingga kamtiannya, namun masih  dapat berkumpul dengan orang yang menyayanginya, serta mendapatkan kasih sayangnya.

Karena masih banyak cerita lainya yang lebi targis, yakni mereka yang  memperlakukan orang tuanya  tidak senonoh langsung Tuhan memberkan balasan yang sangat buruk, bahkan hinga mengalami kematian dalam penderitaan.  Demikian juga   cerita seorang isteri yang durhaka kepada suaminya yang kemudian  menderita seumur hidup tanpa mendapatkan ampunan dari mantan suaminya tersebut. Sungguh  merupakan  verita yang  sangtat isnpiratif untuk tidak berbuat  sesuatu yang sama  agar tidak mengalami  keburukan  yang lebih tragis.

Cerita lainnya ialah bagaimana sikap sombong yang diperlihatkan kepada kita, yakni  pada  saat  orang sedang diberikan kemudhan oleh Tuhan dengan memperoleh jabatan dan sekaligus harta yang banyak, lalu dia lupa  dengan kewajibannya sebagai hamba  Allah swt.  bahkan dia lalu berperilaku seolah dengan sendirinya   menjadi kaya dan sukses dalam jabatan. Akibatnya  dia jatuh dengan cara yang tragis, yakni dituduh melakukan korupsi dan penipuan.

Pada saat proses pembuktain dia terbukti melakukan korupsi dan penipuan, meskipun itu hanyalah sebuah fitnah yang dilakukan oleh temannya sendiri yang pernah disakiti dan dihina.  Memang untuk meraih kesuksesan tersebut, dia melakukan kecurangan dan bahkan telah berlau tidak adil kepada temannya sendiri, yang kemudian juga membalasnya itu.  Nah, dalam kesulitannya tersebut dia kemudian harus meringkut di penjara selama beberapa tahun.

Tidak cukup itu saja, ternyata  hartanya juganharus disita untuk dikembalikan kepada negara, termasuk harus  membayar denda atas perbuatan penipuannya yang juga terbukti di pengadilan.  Kalaupun  sesungguhnya dia tidak melakukan penipuan sebagaimana yang dituduhkan, tetapi bukti bukti membenarlannya, sehingga dia dihukum bersalah dan terbukti melakukan penipuan.  Dengan demikian dia semakin menderia dengan apa yang menimpanya tersebut.

Namun beruntung baginya karena  akal sehatnya kemudian berbicara, yakni dia menadari bahwa semua lakon yang diperankannya tersebut memang akibat ulahnya sendiri,  dimana dia yang dahulu menyakitkan dan mencurangi kawannya sendiri, saat ini dialah yang justru dicurangi dan lebih dari itu dia kemudian juga  menyadari bahwa selama ini dia sudah melupakan Tuhan yang Maha  kuasa dan Mengatur Segala sesuatu.

Kesadarannya tersebut muncul saat dia  harus menajlani hukuman  di penjara, dan kemudian dia semakin mendekatkan diri kepada  Tuhan dengan menjalani iabadah lima waktu dengan  rutin serta tidak lupa menjalani shalat malam serta selalu berdoa  dan memohon  ampunan kepada Tuhan.  Hatinya semakin tenang saat dia bermunajat kepada Tuhan, meskipun terkadang muncul juga rasa  denaam kepada kawannya tersebut, namun dia selalu berusaha untuk menghilangkannya dan mengembalikan seluruh  persoalan tersebut kepada Tuhan.

Semua cerita tersebut menggambarkan betapa karunia Tuhan itu masiherus diberikan kepada siapapn, termasuk mereka yang durhaka sekalipun.  Tinggal kembali kepada masing masing oarang, apakah mau menrima karuniantersebut atau malahan berpaling.  Semoga semua cerita tersebut menjadikan diri kita semakin bijak dan tidak akan melakukan sesuatu yang buruk akibatnya, karena murka Tuhan.  Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.