DIBUTUHKAN KETAJAMAN DALAM MEMBACA MASA DEPAN

Bukan dalam pengertian dunia perdukunan, kalau saya  menyatakan bahwa  saat ini  dibutuhkan kepandaian dalam memprediksi atau membaca masa depan.  Secara rasional kita memang harus dapat meramalkan masa depan, meskipun bukan sebagai sebuah keyakinan, malainkan   untuk membuat perkiraan dalam menyusun program yang akan kita laksanakan.  Bagaimana mungkin kita  dapat menyusun program yang tepat dan memberikan  kemajuan terhadap diri kita, kalau kita hanya  menjalani kondisi yang sudah ada.

Membaca dan memprediksi kemungkinan kemungkinan di masa depan sangat dibutuhkan, bahkan menjadi wajib hukumnya bagi siapapun yang mau maju dan meraih keberhasilan.  Tanpa  dapat memprediksi dana membaca masa depan, boleh jadi seseorang hanya akan dimainkan oleh keadaan.  Hanya saja bukan dalam pengertian bahwa kita  sudah tahu apa yang akan terjadi dengan sebuah kepastian, melainkan dalam upaya untuk berjaga jaga agar kita tidak tertinggal dan diam tanpa  melakukan apa pun.

Tentu saja  kepandaian membaca masa depan tidak begitu saja dapat dilakukan, karena  kemampuan membaca masa depan tersebut tidak sama dengan meramalkan masa depan seperti yang biasa dilakukan oleh dukun atau paranormal.  Kemampuan membaca masa depan tersebut sangat  rasional dan didasarkan atas  pengetahuan yang dalam  atas  berbagai hal, termasuk situasi dan kondisi yang melingkupi  masyarakat dan negara, termasuk  adanya  regulasi yang selalu muncul.

Manfaat dari membaca masa depan tersebut juga bukan untuk diyakini sebagai sebuah kemestian, melainkan hanya untuk menyusun program yang akan dilaksanakan pada masa mendatang, sehingga perkiraan tersebut hanyalah sebuah analisa mendalam yang boleh jadi benar  dan boleh jadi juga melenceng.  Tetapi dengan kemampuan membaca masa depan tersebut  tentu akan menolong seseorang untuk konsisten dalam menjalankan  pekerjaan dan kalupun ada revisi, maka itu didasarkan atas tuntutan yang tidak dapat dihindari.

Bagi  sebuah organisasi atau instansi apapun,  khususnya dalam bagian perencanaan, memang dipersyaratkan adanya kemampuan untuk membaca masa depan tersebut.  Sudah barang pasti  hal tersebut didasarkan atas evaluasi dan  analisa mendalam terhadap kondiri riil yang sudah dijalani, bahkan  hal hal rutin yang sealu terjadi, sehingga prediksi tersebut dianggap sangat akurat.  Dengan demikian program yang disusun dan ditetapkan, pada saatnya akan tepat pula dan sangat mendukung untuk dilaksanakan.

Sangat naif kalau  sebuah organisasi  tidak ada SDM yang mempu memprediksi masa depan tersebut, karena sebuah organisasi yang sama sekali tidak  akurat program programnya, pasti akan mengalami kemunduran dan bahkan kebangrutan.  Kalaupun organisasi tersebut bukan perusahaan yang terkait dengan  pencapaian  laba finansial, maka setidaknya organisasi tersebut akan tertinggal dan  tidak diperhitungkan oleh pihak manapun, karena ketidak mampuannya untuk mengikuti perkembangan yang terjadi.

Untuk itulah setiap organisasi sudah barang tentu selalu akan melakukan rapat kerja untuk melakukan evaluasi terhadaap pelaksanaan kegiatan dan sekaligus menyusun rencana program untuk tahun berikutnya.  Nah, untuk dapat menyusun program yang akan dilaksanakan pada tahun  yang akan datang, tentu dibutuhkan sebuah ketajaman dalam memprediksi masa depan tersebut.  Dan UIN Walisongo Semarang juga tidak mungkin tidak melakukan rapat kerja untuk tujuan sebagaimana tersebut.

Hanya saja  masing masing organisasi mempunyai cara dan gaya tersendiri dengan maksud untuk lebih memberikan bobot yang lebih, walaupun secara substansinya pasti sama, yakni dapat menyusun program kerja yang tepat dan ketika program tersebut dijalankan, akan memberikan  manfaat besar dan sekaligus  mendukung terwujudnya sebuah cita cita  jangka panjang yang telah ditetapkan. Kalau diterapkan pada UIN Walisongo tentu seluruh program yang disusun dan sekaligus dilaksanakan, maka hal tersebut akan mendukung terwujudnya visi dan misi yang diemban.

Pada kenyataannya saat ini dalam rapat kerja tidak saja dibahas dua hal sebagaimana disebutkan di atas, yakni untuk mengevaluasi pelaksanaan program dan sekaligus menyusun program ke depannya, melainkan  juga dibahas berbagai hal yang terkait dengan bagaimana mengembangkan institusi.  Sebagai  contoh  dibahas pula mengenai beberapa  regulasi yang dibuat oleh kementerian maupun oleh pemerintah secara umum.

Rapat kerja yang merupakan perwujudan dari sebuah ancangan menentukan masa depan dan sekaligus berpijak dari kenyataan dalam menjalankan kegiatan dan program yang sudah ditetapkan sebelumnya, bagi UIN Walisongo memang sedang berlangsung pada saat ini,  yakni Sabtu dan Mnggu ini.  Namun pelaksanannya saat ini lebih menyeluruh dengan mengikut sertakan  seluruh kaprodi.  Hal tersebut ditempuh dengan tujuan  semua  elemen di UIN, khususnya yang terkait dengan bidang garapan UIN, yakni akademik terlibat dan tahu, sehingga dalam melaksanakan program nantinya memang  sudah direncanakan oleh semua elemen tersebut.

Jangan sampai ada kesan bahwa program yang dicanangkan adalah  milik para pimpinan saja atau kesan lain yang mengarah kepada sebuah kesimpulan bahwa hanya beberapa orang sajalah yang terlibat dalam menyusun program dan kemudian harus dilaksanakan oleh semua pihak.  Bahkan saat ini saya sudah mencanangkan bahwa tidak ada  satu pihak pun diantara  elemen UIN Walisongo yang tidak bergerak atau diam sebagai penonton.  Semua organ harus bergerak secara mekanik, karena semua yang akan dilalkukan adalah untuk kepentingannya sendiri.

Kampus UIN Walisongo  adalah merupakan  tempat tinggal bersama, sehingga harus dirawat dan dimajukan bersama, tentu disesuaikan dengan tugas dan fungsi masing masing.  Tentu kita  memimpikan sebuah tempat tinggal yang sangat damai, tetapi tetap dinamis dalam menghasilkan karya yang menjadi bagian  dari tugas dan fungsinya, yakni produktif dalam menghasilkan karya ilmiah dan sekaligus  menjalin  hubungan dengan semua pihak dengan dinamis pula.

Namun demikian UIN sudah mempunyai sebuah cita cita yang sangat mulia dan akan diraih pada jangka panjang, yakni tahun 2038 nanti.  Tahapan tahapannya pun juga sudah dirumuskan, untuk itu semua penghuni tempat tinggal tersebut harus  bersama sama  berupaya untuk mewujudkannya, yakni dengan  melalui tahapan tersebut, sehingga langkah yang dilakukan  menjadi  relatif ringan dan mantap.  Tahapan tahapan tersebut juga harus ditaati oleh semua pihak, agar tujuan akhir dapat diraih dengan mulus pula.

Memang kalau dilihat sepintas, visi atau idaman masa depan yang ditetapkan  cukup berat, mengingat UIN sangat terkait dengan seluruh kebijakan pemerintah, utamanya   mengenai hal hal yang  berhubungan dengan pembiayaan operasional dan juga SDM.  Kebutuhan berbagai hal, termasuk SDM dan peralatan  yang diperlukan untuk mencapai keinginan sebagaimana  tersebut  memang menjadi sebuah keniscayaan, sedangkan semua kebutuhan tersebut akan didapatkan melalui pembiayaan oleh negara.  Karena itu juga menjadi kewajiban negara untuk memenuhi kewajibannya sebagai penyelenggara lembaga pendidikan tersebut.

Hanya saja yang terpenting ialah bagaimana kita dapat menjalankan peran dan fungsi kita dengan amanah dan bagus,  sehingga dapat meyakinkan pihak manapun bahwa kita memang serius dalam mengelola lembaga UIN Walisongo ini.  Artinya kemampuan kita dalam  memprogramkan hal hal yang  prioritas dan juga melaksanakannya secara konsisten dan bertanggung jawab, memang menjadi sebuah  kemestian yang tidak  boleh diabaikan.  Semoga dengan kemampuan membaca masa depan yang baik, akan mampu mengantarkan kita kepada  raihan visi dan misi yang sudah ditetapkan.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.