PENTINGNYA PENGAWASAN DAN EVALUASI

Meskipun sudah banyak disampaikan oleh banyak pakar bahwa pengawasan itu sangat penting, meskipun seluruh pihak yang melakukan tugas dalam sebuah organisasi atau instansi dianggap amanah. Kenapa  penting,  karena  setan akan senantiasa menggoda pada semua orang, tidak terkecuali kepada mereka yang sebelumnya dinilai sebagai amanah.   Sudah terlalu banyak kasus yang dapat diangkat dalam persoalan ini, yakni keterlibatan oknum tertentu yang dianggap amanah, dan sangat tekun dalam menjalankan ibadah, pada tindakan tidak terpuji, yakni korupsi dan sejenisnya.

Kita juga menyaksikan betapa sebuah sistem yang dibangun dengan kesadaran tinggi untuk mencegah terjadinya penyimpangan, ternyata mampu membawa banyak orang menjadi  sangat bagus, meskipun sebelumnya dianggap sebagai pembuat keonaran atau pelaku kejahatan.  Jadi sebuah sistem dengan seluruh pengkodisiannya akan mampu mengubah seseorang menjadi lebih baik, dan tentu saja sebaliknya sebuah kondisi yang rusak, juga akan mampu menyeret orang baik menjadi jahat, bahkan sangat mungkin lebih jahat ketimbang penjahat itu sendiri.

Menyadari hal tersebut maka setiap organisasi, lebih lebih yang terkait dengan penggunaan keuangan, apalagi keuangan negara, maka harus dibuat pengawas yang akan melakukan pengawasan dan evaluasi atas kinerja organ organ dalam organisasi tersebut.  Tujuannya agar semuapihak menjadi  taat aturan dan  terhindar dari kemungkinan menyeleweng dan keluar dari aturan main yang ditetapkan. Kalaupun kemudian muncul dugaan yang mengarah kepada  ketidak taatan kepada aturan main,  dapat dilakukan pembinaan dan sekaligus pemberian sanksi.

Lebih dari itu sesungguhnya setiap pimpinan dalam level apapun, mempunyai kewajiban  mengontrol dan mengawasi semua  staff dan bawahannya, dengan maksud agar semua  organ berjalan normal sebagaimana seharusnya.  Dengan pengawasan dan kontrol tersebut seorang pimpinan  akan mampu melakukan pembinaan dan  juga mengetahui  perkembangan dalam organisasi tersebut secara lebih akurat dan bahkan detail.  Tentu akan lain halnya bilamana hanya menerima laporan semata yang sangat mungkin tidak tepat dan akurat.

Kegunaan pengawasan tersebut disamping untuk mengetahui kondisi riil  dengan akurat, juga sekaligus dapat melakukan penyesuaian  dengan perkembangan yang terjadi, baik yang datang dari luar maupun dengan adanya  regulasi baru ataupun lainnya.  Memang hal tersebut mungkin tidak akan berpengaruh tehadap keberadaan organisasi yang dipimpin, namun kalau memang ada tujuan dan target yang ingin  dicapai, tentu organisasi harus melakukan berbagai terobosan dan kegiatan yang mengarah kepada pencapaian tujuan dan target tersebut.

Kita menyadari bahwa  ada sebagian pemimpin yang hanya sekedar bertahan dengan kondisi yang ada dan sama sekali tidak tertarik dengan melakukan  berbagai aktifitas untuk menambah nilai dan kualitas organisasi tersebut, namun ada juga pemimpin yang dinamis dan ingin melakukan inovasi dan kreasi, sehingga membuat aktifitas organisasi menjadi lebih hidup dan tidak pernah ada kata  diam.  Karena itu bagi  pemimpin yang tereus begerak menuju kemajuan yang diinginkan, sudah pasti akan memerlukan staf dan organ organ yang dinamis juga.

Untuk tujuan tersebut, tidak ada jalan lain  kecuali memenuhi beberapa unsur penunjang, seperti  sumber daya insani yang cukup dan mengetahui tujuan organisasi.  Demikian pula harus ada daya dukung yang kuat dari pimpinan untuk menggerakkan  semua organ dengan cara yang baik dan simpatik serta dibarengi dengan kesejahteraan yang relatif memadahi.  Serta yang tidak kalah penting ialah  kontrol dan  pengawasan serta evaluasi berkala serta  dengan memberikan reward and punishment kepada pihak pihak yang seharusnya.

Salah satu bentuk pengawasan tersebut ialah bagaimana seorang pimpinan mampu melakukan  koordinasi dengan seluruh pimpinan di bawahnya untuk sekedar saling memberikan informasi aktifitas yang telah dilakukan.  Tentu koordinasi tersebut  sifatnya rutin dan produktif.  Kalau koordinasi yang dilakukan tersebut hanya sekedar  ada dan sama sekali tidak mementingkan substansi, dan tidak dilaksanakan secara rutin, maka  tidak akan ada gunanya.  Koordinasi yang dilakukan  mingguan tentu akan lebih efektif untuk mendeteksi dini persoalan  atau potensi persoalan yang bakal muncul dan sekaligus dicarikan  jalan keluarnya.

Artinya kalau ada potensi penyelewengan yang sama sekali tidak disadari, tentu juga akan  dapat dilihat dalam laporan rutin yang dilakukan.  Meskipn demikian hal tersebut juga masi tergantung kepada para pimpinannya, karena laporan yang disampaikan boleh jadi hanya sebagai hal yang dibuat dan tidak sesuai dengan yang terjadi secara riil dilapangan.  Karena itu pimpinan sesungguhnya tidak cukup hanya menerima laporan dari anak buah semata, melainkan juga harus secara berkala melakukan kunjungan lapangan atau sidak pada unit unit yang dipimpinnya.

Isu penting yang saat ini lagi marak dibicarakan  oleh masyarakat, yakni larangan rapat di hotel, ialah dalam upaya  melakukan pengawasan oleh pemerintah dan juga instansi di bawanya.  Muaranya ialah bagiamana  uang negara yang dipercayakan kepada instansi pemerintah tersebut dapat digunakan dengan tepat sasaran danmenghasilkan banyak manfaat.  Tentu juga termasuk instansi swasta yang meskipun tidak dibatasi oleh pemerintah, tetapi substansinya  tentu sama, yakni untuk efisiensi dalam menggunakan anggaran.

Secara umum dalam setiap organisasi memang ada aspek kontrol yang harus dijalankan, walaupun harus juga diakui masih banyak  aspek tersebut yang masih belum berjalan dan hanya sekedar formalitas semata.  Tetapi sebagai pimpinan terhadap organisasi, apapun nama, jenis dan bentuknya, haruslah tetap berusaha menjalankan  fungsi fungsi yang sehrusnya.   Memamg pelaksanaan pengawasan atau kontrol tersebut, setiap organisasi mempnyai ketentuan tersendiri dan metoda yang bervariasi.  Karena yang terpenting ialah organisasi tersebut dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Keberhasilan seorang memimpin  juga ditentukan ole keberhasilannya untuk menggerakkan seluruh organ yang ada  dan sekaligus memfungsikan organ tersebut sebagaimana mestinya.  Gaya kepemimpinan seseorang  yang merupakan seni memimpin juga akan menentukan  jalannya organisasi. Bagi pemimpin yang bertipe otoriter dan tidak mau dikendalikan, termasuk oleh aturan yang dibuat dan berlaku, tentu akan mempengaruhi kepemimpinannya.  Sebaliknya seorang pemimpin yang tidak mempunyai pendirian dan selalu mengikuti saran yang disampaikan, tentu juga akan tidak dapat menggapai tujuan yang ditentukan.

Pada akhirnya pemimpin yang akan sukses ialah pemimpin yang disamping mempunyai ketegasan dan ketaatan terhadap aturan yang berlaku, juga sekaligus krestif dalam menjalankan roda  organisasi, serta dapat menyaring saran ataupun yang masuk dengan baik dan menidak lanjutinya dengan konsisten.  Keamanahan juga memegang peran yang  menentukan keberhasilan kepemimpinannya, karena sudah barang pasti siapapun yang berada di dalam kepmiminannya tentu akan merasakan kepuasan, sehingga akan terbangun sebuah komitmen untuk keberhasilan bersama.

Sebagai bagian dari masyarakat yang juga  menjadi pemimpin, meskipun dalam level yang berbeda, kita memang harus  berusaha secara sungguh sungguh untuk mewujudkan kepmimpinan yang baik dan sekaligus sukses dalam tujuan.  Pasti di sana sini akan muncul persoalan, dan itu merupakan sebuah ujian bagi kita untuk bagaimana kita menyikapi dan menyesaikan persoalan tersebut.  Semakin bijak seorang pemimpin dalam menyelesaikan persoalan, akan semakin matang  seorang tersebut dalam karir kepemimpinannya.  Semoga kita semua sukses  dalam menjalankan misi kepemimpinan yang diamanahkan kepada kita. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.