SELAMAT UNTUK PARA PENDIDIK

Ternyata hari ini merupakan hari guru dimana banyak masyarakat yang tidak menyadari atau bahkan memang belum tahu.  Untuk itu kita harus menyampaikan selamat untuk para guru dan pendidik di manapaun berada, semoga dedikasi dan perjuangan  para guru yang didasari oleh keikhlasan akan mendapatkan balasan dari Tuhan.  Tentu saja termasuk di dalamnya ialah para dosen yang menjadi guru di perguruan tinggi,  dengan harapan semoga senantiasa tetap tulus dalam menjalankan profesi dan  tetap bersemangat dalam mengabdi.

Guru yang dianggap sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, sesungguhnya memegang peranan yang sangat penting dan strategis bagi perjalanan bangsa.  Betapa tidak, semua anak bangsa memerlukan jasa mereka dalam upaya lebih mengenal ilmupengetahuan dan berbagai ketrampilan yang dibutuhkan mereka setelah besar dan bertanggung jawab atas  perjalanan sejarah bangsa  kedepan.  Secara riil memang tidak ada yang mengingkari pentingnya peran guru tersebut, Cuma persoalannya kemudian ialah tidak ada usaha nyata yang dilakukan untuk mengimbangi peran tersebut.

Barangkalau sejak pemerintah  memberlakukan sertifikasi kepada guru dan juga dosen dan kemudian ditindak lanjuti dengan pemberian tunjangan profesi tulah nasib guru menjadi lebih baik, meskipun belum seluruhnya  dapat merasakan tunjangan yang  bak malaikat penolong tersebut.  Kita memang masih sangat prihatin dengan kondisi guru koita yang sebagian besar sangat tertinggal, baik dalam hal metodologi pembelajaran maupun  kekayaan materi pelajaran.  Hal itu disebabkan selama ini banyak diantara guru yang tidak mempunyai kesempatan meningkatkan kualitas dirinya, baik melalui studi lanjt maupun sekedar kursus atau  pelatihan yang terkait dengan tugas dan fungsinya sebagai pendidik.

Disamping itu masih banyak guru yang belum sreg dengan  keberadaannya sebagai pendidik.  Artnya  banyak diantara guru yang sesungguhnya nuraninya bukan sebagai pendidik, dan hanya keterpaksaanlah yang menyebabkan   mereka menjadi guru.  Faktor ekonomi tentunya yang  menjadi alasan utama, karena  mencari pekerjaan sangat sulit, maka menjadi guru juga tidak mengapa, yang penting dapat income untuk sekedar mempertahankan dapaur tetap mengepul.

Akibat lebih lanjutnya,  pendidikan kita sama sekali tidak dapat diandalkan dan kualitasnya sangat dibawah standar.  Karena itu secara umumpendidikan kita tidak mampu bersaing dengan pendidikan di negara lain.  Untunglah saat ini kita sudah menyadarinya dan sudah mulai melakukan pembenahan dan perbaikan, meskipun belum dapat menyentuh keseluruahn daerah.  Labih baik terlambat daripada tidak sama sekali, itulah barangkali yang dapat kita katakan sebagai upaya “ngerem erem” diri kita.

Bagaimanapun kondisi sekolah kita saat ini, guru masih tetap menjadi faktor utama dalam pembelajaran di sekolah.  Untuk itu kita memang harus terus memberikan support kepada mereka agar semangat mereka tetap menyala dan anak anak didik mereka menjadi  lebih baik.  Kondisi  ironi saat ini memang sedang menghinggapi masyarakat kita, termasuk anak anak sekolah.  Sebagian sekola yang bagus dengan guru gurunya yang cukup bagus pula,  dan biaqsanya  hal tersebut berada di kota kota besar.  Namun sayangnya banyak dantara  anak anakt tersebut yang  keblablasan tidak terkontrol sehingga melakukan hal hal  yang tidak patut, termasuk tawuran dan lainnya.

Sementara itu  sekolah yang berada di perdesaan mremang relatif sepi dari masalah sebagaimana tersebut di atas, meskipun justru kualitasnya rendah.  Bahkan terkadang banyak yang belum mengenal internet.  P3ernyatan tersebut tentu tidak dimaksudkan  untuk menyimpulkan secara keseluruhan, melainkan hanya  sebagai contoh saja, karena secara riil masih ada sekolah di perkotaan dengan kualitas bagus dan akhlaknya anak didiknya juga bagus.

Kondisi seperti dilukiskan di atas tentu memerlukan   perhatian kita untuk berusaha  menjadikan seluruh sekolah menjadi lebih baik dan berkualitas, serta tetap berakhlak mulia.  Tentu salah satu aspeknya yang paling vital adalah melalui guru.  Falsafah kono orang orang tua kita menyatakan bahwa guru  itu harus bisa digugu dan ditiru.  Artinya seorang guru itu harus dapat dipercaya dan sekaligus  dijadikan teladan oleh anak didik maupun masyarakat secara umum.

Melalui hari guru kali ini kita berharap ada sebuah kesadaran  menyeluruh  bagi semua guru dan juga dosen untuk lebih memahami fngsi dan perannya, sehingga  para pendidik tersebut akan menyadari kekurangan yang masoh dirasa.  Atas dasar  kesadaran tersebut kemudian  dapat dimunculkan sebuah komitmen untuk memperbaikinya, baik melalui otodidak meningkatkan  metodologi yang dipakai selama ini atau melalui berbagai keikut sertaan dalam berbagai pertemuan yang terkait dengan peningkatan kualitas guru.

Kita juga mengharapkan bahwa pemerintah tidak akan bosan bosan  melakukan pembenahan, melalui berbagai aktifitas peningkatan kualitas guru, disamping memberikan kesempatan kepada mereka untuk studi lanjut dan lainnya.  Barangkali anggaran pendidikan yang  mencapai 20%  dari total  APBN masih cukup untuk terus  melakukan pembenahan di dunai pendidikan tersebut.  Saat ini masih banyak  dana dan anggaran yang belum maksimal digunakan untuk skala prioritas dalam dunia pendidikan.

Kita masih melihat adanya anggaran yang meluncur untuk keperluan yang sesungguhnya tidak lebih penting dari hal lainnya.  Sebagai contoh nyang ongrit ialah adanya beasiswa yang tidak tepat sasaran, sementara ada  pihak yang sangat perlu anggaran tersebut tetapi malah tidak kebagian.  Kita emang  setuju adanya beasiswa tersebut untuk menunjang kesuksesan anak bangsa dalam studi, tetapi kalau mereka berasal dari kelangan maqmpu, tentu harus lebih diprioritaska bagi mereka yang  tidak mampu.

Ada semacam tarik ulur dalam persoalan ini, yaqkni antara mereka yang miskin tetapi kurang cerdas denga mereka yang cerdas tetapi mampu.  Sebagian orang menilai untuk apa kita membiayai anak tidak cerdas, karena hanya akan membuang uang saja, berapapun biaqya yang digunakan untuk menyekolahkan mereka, toh akhirnya mereka  tidak akan menjad pandai, tetapi mala menjadi beban  negara.  Akan lain halnya manakala yang dibiayai adalah merea yang cerdas, sehingga hal tersebut sebagai investasi bangsa  kepada anak anak bangsa.

Tetapi yang jelas  undang undang dasar kita mengamatkan kepada kita untuk mencerdaskan kehiduoan bansa, karena itu kalau ada orang yang sama sekali tidak mampu untuk melanjutkan studi, meskipun kemampuan intelektualnya juga pas pasan, negara harus  menanggung biaya studi tersebut.  Memang akal manusia  berbeda, ada yang cerdas dan ada yang biasa biasa saja, namun dengan terus dilakukan upaya maksimal, yakni studi yang lebih  baik, dalam arti fasilitas dan juga  sitemnya, maka  anak didik tersebut akan tetap menjadi lebih baik.  Ibaratnya kalai sebuah pisau selalu diasah, maka lama kelamaan akan tajam juga.

Sebagai seorang pahlawan ,esmkipun tanpa tanda jasa, guru memang mempunyaibeban yang cukup berat, terutama bagi mereka yang berada di pedalaman dan jauh dari keramaian.  Bahkan hanya untuk ke sekolah saja harus menempuh perjalanan yang cukup jauh.  Belum lagi kondisi masyarakat yang harus diberikan motivasi untuk tetap  sekolah dan belajar.  Untuk itu saat ini sudah ada tunjangan guru di tempat yang jauh dan tertingal, meskipun tetap masih belum sebanding dengan perjuangan mereka.

Semoga di hari guru ini semua pendidik  lebih menyadari fungsinya dan kemudian  lebih memberikan perhatian kepada anak didik.  Harus ada sebuah pengertian dan prinsip bahwa anak anak harus lebih pandai dari guruinya sendiri, bukan seperti dalam dunia persilatan  dimana guru tidak boleh dilampaui oleh muridnya.  Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.