SALAM PANCASILA

Baru baru ini dunia maya menjadi geger gara gara kepala BPIP Yudian Wahyudi mempertentangkan antara Pancasola dengan agama, yang meskipun tidak semata menyatakan bahwa musuh terbesar pancasila itu ya agama, karena dia sudah mengklarifikasinya, yakni ada pendahuluan  yaitu orang yang sesungguhnya mninoritas yang mengaku sebagai mayoritas yang menggunakan agama sebagai sesuatu yang segala sgalanya sehingga menaafikan kep[entingan berbangsa dan bernegara. Namun dmeikian pernyataan yang semacam itu seharusnya tidak akan muncul dari seorang kepala BPIP yang seharusnya justru akan senantiasaa memasyarakatkan pancasila  pada dataran realitas masyarakat.

Bahkan kemudian  dia juga menyatakan  bahwa sebaiknya semua salam itu diganti saja dnegan salam pancasila yang menasional. Ini juga merupakan blunder, karena salam yang sudaha mapan di kalangan umat manusia di indonesia itu yang Assalamaualaikum warahmayullah wabarakatuh. Sementra bagi masyarakat non muslim  juga mengucapkan salam sebagimana berlaku di kalngan mereka sendiri. Memamg kemudian  para pejabat saat ini sukanya ingin menyampaikan salam dnegan  kebiasaan mustamiin  tanpa mengetahui juntrungnya, sehingga mereka biasanya kemudian mengucpkan salam ala 6 salam yang biasa dilakukan oleh umat beragama yang berbeda beda.

Salam apa saja sesungguhnya itu boleh diucapkan asalkan ada tujuan yang jelas, semacam salam olah raga karena pas dalam  keadaan  suasana olah raga, salam kesenian, yakni diucapkan pada saat suasana kesenian, atau salam apa saja, namun itu bukan berarti harus menggantikan salam yang sudah biasa diucapkan oleh masyarakat. Karena itu mengucapkan salam pancasila juga boleh pada saat sedanag dalam suasana  mempelajari atau mengkaji pancasila. Sekali lagi bukan untuk menggantikan salam yang sudah lazim diucapkan oleh masyarakat.

Kalau kemudian salam pancasila dijadikan sebagai salam nasional yanag menggantikan salam lainnya, seeperti assalamualaikum dan lainnya, tentu akan menimbulkan masalah karena persoalan salam itu merupakan selesara dan sekaligus juga kepercayaan yang intinya ingin mendoakan selamat kepada smeua yang menjadi  tujuan salam tersebut. Bahkan   di media sosial kemudian muncul kritik terhadap salam pancasila tersebut dnegan berbagai versi; sebagaiannya ada yang semacam mengejek, sebagainanya lagi ada yang  menyiram dengan air karena tidak menggunakan salam yang biasa melahan malah dengan salam pncasila dan bahkan sebagiannya lagi tidak dianggap sama sekali.

Banyak yang menyarankan agar kepala BPIP fokus saja kepada pekerjaannya yakni memasyarakatkan  nilai nilai pancasila dan tidak perlu membuat banyak pernyataan yang justru akan membuat gaduh atau persoalan baru di masyarakat. Pancasila itu memang mengandung makna yang sangat bagus bagi kehidupan bangsa dan bernegara, namun jika itu kemudian dipaksakan untuk hal hal yang tidak terkait langsung dnegan nilai nilai di dalamnya, maka justru akan menimbulkan kontra produktif. BPIP sesungguhnya juga bukan penafsir tunggal pencasila, karena itu cukupklah nilai nilai yang terkandung di dalamnyaa sebagaimana saat ini sudah banyak diketahui oleh masyarakat untuk disosialisasikan kepada masyarakat agar mereka mampu melakukan yang terbaik dalam kaitannya dnegan hidup bermasyarakat.

Pancaila adalah hasil pengejawantahan  para tokoh dan ulama di masa lalu yang diambil dari kebiasana baik ,asyarakat indonesia, dan juga tentunya tidak bertentangan dnegan agama yang dianut oleh masyarakat Indonesia.  Dengan dmeikian sesungguhnya pancasila sudah tidak lagi perlu diributkan apakah diabertentangan dnegan  agama ataukah dengan bahasa lain menjadi musuh dan lainnya, karena justru pancasila itu  kalau diteliti justru bersumber dari  ajaran agama, termasuk islam sehingga sekali lagi tidak perlu ada penentangan dan apalagi kalau dihadap hadaplan sebagai musuh dan lainnya.

Kembali lagi  mengenai salam pancasila itu sesungguhnya tidak ada larangan untuk mengucapkannya, namun sekali lagi kalau itu dimaksudkan untuk menggantikan salam lainnya, pasti akan menimbulkan masalah. Dengan begitu siapaun boleh mengucapkan salam apa saja termasuk salam kakek nenek, salam ibu bapak, salam anak anak, salam cucu dan salam tetangga dan lainnya, karena memang tidka ada latrnagan untyuk mengucapkan salam karena salam itu sesungguhnya adalah doa untuk keselamatan. Untuk itu kita tidak perklu meributkan adanya salam pancasila tersebut, karena kita yakin hal tersebut tidak akan berjalan lama dan pada saatnya akan hialng dengan sendirinya karena masyarakat sudh jenuh dnegan hal hal yang dmeikian.

Justru yang saat ini harus dilakukan ialah bagaimana kandungan pancasila tersebut dapat dihayati dan diamalkan oleh sleuruh bangsa, termasuk para pejabatnya, karena  kalau kita lhat banyak diantara para pejabat yang justru lalai untuk mengamalkan kandungan pancasila, semacam kalau memutuskan sebuah kebijakan tidak lagi melalui mekanisme musyawarah atau  mempraktekkan korupsi dan lainnya. Jika para pejabat menjadi contoh dalam menjalankan kandungan pancasila, kita yakin bahwa bangsa ini akan semakin membaik, dalam aspek kesejahteraan, dalam aspek penegakan hukum, dalam aspek keqsilan dan lainnya. Dsayangnya memang masih banuak pejabat yang ubukannya  mencontohkan bagaimana hidup sesuai dnegan kandungan pancasila, melainkan malah dengan terang terangan menentang isi kandungan pancasila tersebut.

Untuk itu sekali lagi semua pihak harus menyadari bahwa kita sudaha ditakdirkan hidup di negara indonesia yang berdasarkan pancasila  yang isi kandungannya sungguh sangat leuar biasa hebat dan sesuai dnegan ajaran agam kita atau setidaknya tidak bertentangan dnegan syariat agama Islam dan agama lainnya. Karena itu kita patut bersyukur bahwa  Allah telah menakdirkan kita untuk berada di negeri ini dnegan baik dan karena itu kita wajib untuk memeliharanya dengan [enuh kesungguhan  dan tidak berbuat seuatu ynag justru malah mmembuata negara kita semakin semrawut dan tidak tertib. Semoga kita akan mampu menjalani hidup  di sini dnegan sangat baik dan semua pihak juga tidak mudah membuat pernyatan yang justru akan menimbulkan persoalan, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.