UMRAH YANG TERTUNDA

Sebagaimana kita tahu bahwa pemerintah Saudi melarang sementara bagi warga negara asing untuk memasuki wilayahnya sampai  batas waktu yang belum ditentukan. Kebiajakn tersebut tentu snagat berpengaruh  kepada umat muslim sedunia, termasuk umat muslim indonesia yang sudah siap berangkat ke tanah suci untuk menjalani ibadah umrah. Bahkan sebagiannya ada yang sudah berangkat sampai di jakarta namun tidak jadi diberangkatkan karena memang tidak ada penerbangan yang menuju Saudi. Bagi masyarakat muslim yang akan menjalani umrah tersebut tentu bermacam macam; ada sebagaiannya yang memang baru pertama kali akan melakukan umarh, meskipun banyak diantara mereka yang sudah berkali kali.

Bagi masyarakat  kampung yang sudah berusaha mendapatkan uang untuk ongkos ke tanah suci tentu akan merasakan kesedihan yang snagat, walaupun sudah diberi tahu bahwa masih akan tetap dapat ke tanag suci dan hanya ditunda saja. Namun kita dapat mersakan betapa sedihnya mereka karena  niatnya  yang sudaha bulat menjalani umrah ternyata harus tertunda gara gara ada wabah virus corona. Kalau kita berandai andai bahwa laranga memasuki Saudi tersebut berjalan lama, lalu bagaimana nasib mereka yang akan umrah tersebut? Kalau misalnya dalam waktu tersebut mereka sebagiannya  sakit dan bahkan ada sebagiannya yang meninggal dunia, lalu bagaimana penyelesaiannya? Dan  masih banyak lagi pertanyaan yang akan muncul.

Persoalan tersebut tentu tergantung kepada  pihak penyelenggara umrah, apakah mereka akan mengembalikan ongkos yang sudah dibayarkan atau dnegan  mekanisme lainnya semacam penggantian anggota keluarga dan lainnya, karena begaimanapun berbagai ongkos telah ditempuh, semacam  pengurusan visa, kemudian juga akomodasi  selama di tanah suci, katerimg dan lainnya dan biasnya  travel juga sudah mentasarrufkannya sehingga akan snagat sulit untuk ditarik kembali. Kalaupun ada berita bahwa  mereka yang ditunda keberangkatannya tersebut  nantinya tidak akan ditarik biaya tambahan, maka  itu merupakan sebuah  kebijakan yang snagat baik dan tidak merugikan jamaah.

Persoalan kerugian yang diderita oleh penyelenggara umrah itu sudah  menjadi konsekwensi mereka karena  biasanya mereka juga beruntung mendapatkan keuntungan yang tidak sedikit. Sebab yang namanya berbisnis itu terkadang beruntung dna terkadang juga merugi. Nah kalai ini mereka harus merugi dan tentunya mereka juga harus menerima kondisi tersebut sehingga tidak  menyanghkutkan persoalan etrsebut kepada jamaah. Sementara bagi mereka yang meninggal dunia kita doakan saja  bahwa mereka tetap mendapatkan pahala karena niatnya yang sudah ditancapkan dan segera akan menunaikan ibadah umrah, namun ada persoalan yang tidak dapat ditembus. Tentu Allah swt Maha Tahu dengan kondisi mereka sehingga kita yakin bahwa mereka akan tetap mendapatkan pahalanya.

Sebagaimana kita tahu bahwa kewajiban menjalankan ibadah haji dna umrah itu salah satunya ialah istitoah atau kemampuan, baik  dari sisi keuangan maupun kesehatan dan kondisi perjalanan yang aman dan memungkinkan. Nah, karena ini ada kebijakan larangan dari pemerintah Saudi tentu ini termasuk bagian dari halangan dan tidak mampuan jamaah untuk menjalani ibadah umrah. Jadi sementara ini yang  mengedentikkan  istitoah dnegan kemampuan finansial tentu harus menyadari kembalai pentingnya keselamata perjalanan dan juga kesehatan. Dan karena itu jika seseorang akan berangkat ibadah ke tanah suci termasuk haji dan umrah lalu sakit dana oleh dokter disarankan untuk tidak berangkat, maka harus mampu memahaminya, bukan malah mendamprat atau  emosi dan lainnya.

Misalnya suatu ketika di saudi ternyata terjadi huru hara dan pertempuran yang membahayakan siapapun yang datang ke sana, tentu kita juga harus menyadari kalau kemudian kedatangan kita ke sana  harus ditunda atau dibatalkan, bukan karena apa apa melainkan hanya untuk keselamatan semua dan tidak membahayakan kepada jamaah yang tidak tahu menahu tentang pwertentangan di sana.

Jadi tertundanya menjalankan ibadah umrah ataupun haji itu merupakan hal yang snagat mungkin. Kkalau kali ini disebabkan adanya larangan pemerintah Saudi untuk orang asing memasuki wilayah negaranya, maka suatu saat mungkin ada sebab lainnya yang tidak emmungkinkan  orang  asing memasuki wilayah tersebut. Soala sebabnya tentu dapat berupa bermacam macam, namun yang jelas kita memang harus mengikuti smeua aturan yang ditetapkan oleh pemrintah Saudi karena bagaimanapun merekalah yang diberikan wewenang  untuk mengatur negara tersebut, termasuk hubungannya dnegan peribadatan umat yang datang dari sleuruh penjuru dunia.

Oleh sebab  tempat untuk menjalankan ibadah umrah dna haji itu berada dalam wolayah kerajaan Saudi maka kita tidak dapat menentukan sendiri apa yang ingin kita lalukan, khususnya terkait dnegan kebijakan yang makro terkait dnegan keamanan dan hal hal lainnya yang berhubungan dnegan kenegaraan  serta keamanan negara. Dengan demikian sangat mungkin suatu saat ada kebijakan  sepihak yang melarang  delagasi umat dari negara tertentu karena dianggap akan membahayakan  pemerintah atau masyarakat di saudi atau dnegan pertimbangan lainnya. Untuk itu sehrsnya semua umat yang menjalankan ibafah haji dna umrah di tanah suci harus menghargai kebajakan pemerintah  saudi apapun bentuknya.

Sudah barang tenti kita snagat ebrharap bahwa larangan memasuki wilayah etrsebut hanya berlaku sementara  dan jika sudah dianggap aman, akan segera dicabut larangan tersebut. Semua pihak tentu akan memberikan masukan kepada pemerintah kerajaan saudi tentang hal tersebut dan mencari solusi yang tepat dna menguntungkan smeua pihak. Kita snagat yakin bahwa kondisi yang dmeikian  ada pihak yang bwertepuk yangan bangga karena  pergerakan umat muslim sedunia menjadi mendek dan tidak  mampu menjalani ibadah yang merupakan kebutuhan rohani bagi umat muslim. Namun kita tidka berburuk snagka kepada siapapun, karena sebagai umat muslim seyogyanya kitaa harus terus berbaik snagka kepada siapapun juga. Hanya saja   setiap penderitaan  orang, dapat dipastikan di sana ada pihak lain yang justru tertawa. Semoga hal tersebut tidak terjadi untuk kasus ini, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.