BULAN BULAN MULIA

Allah menciptakan bulan dalam satu tahun itu berjumlah dua belas dan smeuanya baik, namun  memang ada yang dimuliakan diantara dua belas tersebut, yang menurut Allah ad empat bulan yang dimuliakan oleh Allah. Di dalam alquran tidak disebutkan apa saja bulan yang mulia tersebut, namun hadis menyebutkannya, yakni bulan  Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender hijriyyah, bulan Rajab, bulan Ramadlan dan juga bulan Dzul hijjah. Namun dmeikian bukan berarti bulan lainnya tidak mulia, sebab dalam keterangan yang lain ada bulan lainnya yang juga disebut sebagai mulia, speerti bulan Rabiul awwal, dimana nabi Muhammad saw dilahirkan, juga  bulan Sya’ban, bulan  syawwal dan Dzul Qaidah.

Pada prinsipnya kita smeua harus memanfaatkan semua bulan yang telah diciptakan oleh Allah swt untuk berbuat kebajikan. Bisa jadi  informasi yang diberikan oleh Allah bahwa ada sebagian diantara bulan bulan tersebut yang dimuliakan adalah sebagai bentuk ujian bagi manusia apakah manusia  akan hanya mengejar bulan bulan tersebut ataukah manusia  selalu akana berbuat kebajikan di sleuruh bulan yang ada. Memang kemudiaj muncul banyak riwayat yang tidak valid datang dari nabi Muhammad saw yang  mengunggulkan bulan tertentu semacam bukan rajab, padahal di bulan lainnya pun ketika kita berbuat  kebajikan pasti juga akan menjadi baik dan mendapatkan pahala yang besar dari Allah swt. Jika kita mau berpuasa juga dapat dilaksanakan di semua bulan karena Nabi juga telah memberikan jalannya.

Hanya memang secara kasat mata  ada bulan yang secara otomatis  bersiafat mulia, seperti bulan Ramadlan, yaang kita sebagai umat muslim diwajibakn berpuasa sebulan penuh. Bulan yang disebuat sebagai bulan oenuh rahmat, penuh maghfirah dan lainnya. Ada satu malam yang sangat istimewa di dalamnya yakni  lailatul qard yang nilainya melebihi seribu bulan. Dengan melihat  beberapa hal di dalamnya, sangat wajar jika kemudian bulan tersebut disebut sebagai bulan mulia. Demikian juga bulan Muharram yang didalamnya banyak cerita para nabi dan orang orang salih yang diselamatkan oleh Allah swt dari hal hal yang menyakitkan dan membahayakan keselamatan mereka. Sementara itu kalau bulan Dzul Hijjah ialah bulan yang di dalamnya terdapat hari spesial yakni untuk menjalankan  wukuf di padang Arafah terutama bagi mereka yang menunaikan ibadah haji.

Bulan Rajab juga bulan baik dan mulia karena beberapa kali nabi Muhammad saw saat sudah samapi pada bulan tersebut selalu saja  beliau berdoa dan berharap mendapatkan berkah di bulan tersebut dna juga bulan sya’ban lalu berharap agar dipertemukan dnegan bulan ramadlan. Berharap keberkahan dalam bulan tertentu  sudah barang pasti ada yang istimewa, karena itu kemudian banyak umat muslim yang berpuasa di dalamnya  dengan mengharapkan akan mendapatkan keberkahan. Persoalan riwayat yang tidak benar dan dlaif tentu ada dan kta tidak perlu bersandar kepada riwayat yang tidak kuat,  hanya saja ketika kita mengikuti sunnah para ulama untuk menjalankan sesuatu di dalam bulan rajab, tentu tidak salah dan itu bagus.

Justru yang terpenting bagi kita selaku umat muslim ialah bagaimana kita tidak justru berbutuk sangka kepada Allah dnegan menganggap bahwa ada sebagian bulan yang harus dijauhi karena mengandung bahaya dan lainnya. Masyarakat jawa  khususnya masih banuak yang mempercayai hal hal aneh yang tidak ada dasarnya, yakni menganggap bahwa bulan tertentu itu merupakkna bulan buruk bagi manusia jika mempunyai hajat danlainnya. Hingga saat ini masih banyak orang yang tidak berani me gadakan hajatan pada bulan muharram atau bulan asyura karena taku akan mendapatkan balak  atau akan mengamali sesuatu yang tidak diinginkan, padahal dnegan jelas Allah swt justru menyelatkan banyak hakba Nya yang baik dari mara bahaya di bulan tersebut.

Tidak hanya bulan yang kemudian mendapatkan stempel buruk, bahkan hari dan angka juga kemudian diyakini  ada yang dianggap sial sehingga kmudian  dihindari. Kita  menyaksikan betapa banyaknya hotel yang tidak berani memasang angka 13  atau kalau itu merupakan  gedung bertingkat maka akan sulit mencari tingkat 13, padahal gedung tersebut hingga mencapai 20an lebih tingkat. Demikian juga dnega kamar yang ketika sampai pada angka 13 pasti akan dihindari. Kita  menjadi  tidak mengerti  karena dalam kenyataannya masyarakat kita lebih mempercayai hal hal yang bersifat takhayul dan tidak rasional tersebut. Namun kitaa harus tetap optimis bahwa pada saatnya nanti kita akan mampu mengubah pandangan masyarakat tersebut ke arah yang lebih rasional.

Sudah barang tentu kita sendiri harus berani memberikan contoh dan  teladan tentang hal tersebut, semisal kota harus berani untuk mengadakan hajatan pada bulan muharram atau asyura tersebut dan kita yakin bahwa tidak akan ada madlarat yang terjadi gara gara menyelenggarakan hajatan di bulamn etrsebut, karena kita yakin bahwa Allah swt adalah pelindung bagi kita smeua. Selagi kita masih ragu dan sedikit percaya dnegan kepercayaan tersebut, sangat mungklin kita malah akan mendapatkan  sesuatu yang tidak kita harapkan.

Kita harus yakin bahwa smeua ciptaan Allah itu memang ada manfaatnya dan  kalau kemudian terjadi hal buruk yang menimpa kepada umat manusia maka itu tidak dapat dihubungkan dnegan persoalan keyakinan buruk yang ada dalam ciptaanNya tersebut. Semua yang terjadi adalah memang kehendak Nya karena itu kita memang harus berpasrah diri kepada Nya dan selalu memohon perlindungan dari Nya. Karena itu jika Allah menghendaki memberikan malapetakan  kepada seseorang maka tidak harus pada tempat tertentu dan saat tertentu. Bisa saja orang mengadakan hajatan  tidak pada bulan Muharram namun kemudian endapatkan malapetaka atau  orang mendapatkan kesulitan  meskipun tidak berada dalam angka 13. Sebaliknya mungkin saja Allah akan memuluskan jalan kepada siapapun yang melangsungkan hajatan di hulan Muharram  atau yang menempati angka 13 di sbeuat gedung dan lainnya. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.