SIKAP TIDAK MENGHARGAI GURU

Baru baru ini kita dikejutkan oleh kejadian yang memilukan, yakni sejumlah anak anak SMP Turi Slemana yang terkena arus banjir disungai saat mereka menelusuri sungai dalam kegiatan pramuka. Atas kejadian tersebut ada sekitar sepuluh siswa yang meninggal dunia terseret arus banjir tersebut. Kegiataan menyusuri sungai bagi anak anak pramuka adalah hal yang biasa, namun saat itu naas bagi mereka karena arus sungai ternyata sangat deras sehinga mereka terseret dan tidak mampu menyelamatkan diri. Banyak yang menyayangkan kejadian etrsebut karena saat ini seang musim penghhujan sehingga  menyusuri sungai akan snagat berbahaya. Namun smeuanya sudah terjadi dan semua orang juga sudaha  menyesalkan kejadian etrsebut.

Hanya saja kemudian yang muncul ialah bagaimana perlakuan  masyarakat dan pihak tertentu yang kemudian menhhukumi guru dan pembina pramuka dengan tiak sewajarnya. Mereka mungkin salah dan khilaf dan mereka juga sudah mengakui hal tersbeut dan meminta maaf, namun perlkan terhadap mereka yang digunduli rambutnya dan dipakai dnegan pakaian pesakitan serta  tanjang kaki dan lainnya, tentu ini  sebuah peristiwa yang snagat menyedihkan khususnya bagi   para guru atau  mereka yang mengambiol profesi sebagai pendidik. Apakah hartus dmeikian memperlakukan guru atau pendidik yang tentu berjasa dalam mendidik akan anak merka.

Kita tahu bahwa  mereka memang khilaf dan tentu mereka tidak dnegan mengaja untuk mencelakakan anak anaka didiknya, melqainkan hanya semata kecelakaan.         Tentu harus dibedakan dnegan mereka yqng sengaja membuat  celak para siswa, semacam para penculik yang snegaja ingin  mencelakakan mereka, ataupun berbeda dnegan para penjahat yang mencuti  motor atau mencuri barang barang milik orang lain, ataupun mereka yang korupsi uang negara. Nah, ini menjadi pemandangan yang snagat ironis, para guru dan pembina pramuka yang karena kelalaiannya dan kekhilafannya lalu diperlakukan sebagaiamana penjahat, bahkan lebih  hina ketikmbang para koruptor yang menjarah uang negara.

Menurut syaa ini jelas tidak adil, masalk para koruptor yang sudah ketangkat basah bahkan diperlakukan dnegan snagat baik sehingga mereka dapat tertawa  saata berhadapan dnegan masyarakat atau awakk media, sementara para guru yang profesinya sangat mulia  dan mereka tidak melakukan kejahatan, lalu diperlakukan sangat tidak senonoh. Lalu di manakah nurani kita sebagai orang yang mempercayakan  pendidikan anak anak kepada para guru. Mereka itu mewakili para guru yang dapat saja salah atau khilaf dalam menjalankan tugas sucinya, namun kalau kemudian mereka diperlakukan seperti itu, tentu ini sangat mencederai dan menyakitkan.

Dahulu para pendidik  dan guru juga pernah diperlakukan gtidak pada tempatnya oleh sebagaian masyarakat, yakni  saat para guru memberikan sanksi hukuman kepada anak didiknya, lalu  dilaporkana kepada aparat kepolisian untuk ditindak, padahal pemberian sanksi tersbeut termasuk salah satu fungsi yanag dijalankana oleh para pendidik agar anak didiknya menjadi disiplin dana taat terhadap peraturan yang berlalu. Aparat penegak hukum juga tentunya harus mam[u melihat kenyataan  profesi guru, dan untunglah saat ini sudah ada pegangan bagi para guru dna pendidik  untuk menjadi  pelindung bagi profesinya saat memberikan hukuman disiplin kepada anak anak didiknya, sehingga  seharusnya tidak ada lagi kekhawatiran, meskipun kita masih melihat adanya trauma bagi sebagaian guru.

Kita pernah mendengar cerita di jepang pada saat selesai pengeboman oleh tentara sekutu di  Hirosima dan nagasaki yanag kemudian smeua berantakan dan rata dnegan tanah, semua orang meratapinya kejadian tersebut. Namun dalam puing puinga tersebut ada seorang yang melihat ada sisa  alat tulis dalam sekolah, maka dia dapat tersenyum karena masih mempunyai harapan bahwa nantinya akan ada pendidikan di sana, dan kenyataannya saat ini jepang snagat maju dalam hal teknologi dan ilmu pengetahuan. Artinya  pendidikan merupakan  sarana paling penting dalam memajukan peradaban dna bangsa secara keseluruhan.

Ilmu pengetahuan dan teknologi akan dapat dikembanhkan di lembaga pendidikan  dan dengan pengetahuan dan teknologi itulah sebuah bangsa akan mampu mengembangkan dirinya dan mencapai kesejahteraan yang menjadi cita cita semua bangsa. Karena itulah kita menjadi snagat sedih dan perihati saat menyaksikan betapa menderitanya seorang pendidik yang menjalankan tugasnya  dan kebetulan sedang mengalami naas  yang sama sekali tidak disengajanya, lalu diperlakukan bagai penjahat yang sngaat keji. Kenapa kota tidak mampu menghaaragai [profesi seorang pendidik  atau guru, [adahal merekalah yang  mengantarkan anak didik menjadi  pandai dan sukses dalam hidupnya.

Apapun alasqannya perlakuan kepada para guru dan pembina pramukaa  sedemikian hina adalah  tidak dapat dibenarkan, dan seharusnya mereka yang terlibat dalama pemberian sanksi penggundulan dan perlakuan tidak senonoh kepada mereka harus diberikan sanksi juga agar masyarakat dan siapapun juga menjadi jera dana tidak akan lagi memperlakukan guru dnaa pendidik dnegan sangat buruk. Gurulah yang seharusnya mendpatkan tanda jasa dan kehormatan karena peran dna fungsinya yang demikian penting dan menengukan. Tidak mungkin guru atau pendidik lalu tidak diberikan  kewenangan ungtuk emmberikan sanksi pendidikan kepada anak didik, karena  pasti diantara anak didik ada yang bandel, nakal dana tidak mengikuti aturan main dalam pendidikan.

Karena itulah jika seorang guru atau pendidik lalu memberikan sanksi disiplin kepada anak didi dnegan tujuan agar merka menjadi disiplin tentu itu harus didukung oleh smeua pihak termasuk orang tua murid. Jika merka sudha menjalankan tugas dan fungsinya sebagai guru atau pendidik, lalu ada  kejadian yang diluar kekuasaannya  dan mengakibatkan anak didik menjadi celaka, maka bukan tanggung jawab mutlak guru agau pendidik tersebut, walaupun guru atau pendidik memang harus berpikir keras bagaimana caranya agar anak anak didiknya selamat saat menjalani proses belajar dan pendidikan. Kasus terseretnya siswa  yang sedang menjalani  penyusuaran sungai dalam rangka kagiatan pramuka adalah kegoiatan positif dana pastinya pada guru dana pembina pramuka tidak ada niat sedikit pun untuk mencelakakn mereka, karena itu sekali lagi kiota harus protes terhadap perlakuan terhadap guru dan pembina pramuka yang diperlakukan tidak pada tempatnya tersebut.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.