ANAK SALIH/SALIHAH

Sepertinya setiap orang kepingin mempunyai keluarga yang nantinya dapat membahagiakannya terutama saat usia telah tua, bahkan bagi mereka yang meyakini kehidupan akhirat juga berharap nantyinya mereka akan mampu meberikan  peetolongan kepadanya  dalam menghadapi hisab di akhirat. Hanya saja terkadang pula amereka lupa bahwa untuk mendapatkan anak yang salih itu tidak cukup hanay berharap semata, melainkan hatus juga diikhtiyarkan, seperti mendidiknya dnegan didikana yang benar dan memberikan contoh yang benar pula. Tidak kalaha pentingnya ialah juga memberikan nafkah yang benar dan halal sehingga mereka akan tumbuh menjadi sosok yang cenderung kepada kebenaran.

Aspek pendidikan tentu snagat menentukan kehidupan anak anak selanjitnya. Sebagai contoh kalau anak anak dididik dengan  benar dan dikenalkan dnegan  syariat serta  dibeirkan contoh kongkrit dalam pelaksnaan  ajaran syariatnya, tentu mereka akan tukbuh memnjadi pribadi yang baik, namun sebaliknya jika anak justru diberikan pendidikan sembarangan atau bahkan malah diberikanpendidikan yang bertentangan dnegan keyakinan kita, tentu anak akan tukbuh menjadi sosok yang tidak kita inginkan. Sudah banyak contoh saat ini seornag muslim yang justru anaknya dididik di sekolah yang bukan islam, bahkan disekolah agama lain, dengan dalih di sana sekolahnya maju  sehingga anaknya akan menjadi pandai dan lainnya.

Sangat disayangkan memang kalau ada seorang muslim namun malah lebih menyukai menyekolahkan anak anaknya di sekolah orang lain yang tentu di sana juga diajarkan   ajaran agama lain tersebut. Tenu masih snagat banyak sekolah islam yang bermutu dan  berkualitas baik. Jika di dekat tempat tinggal tidak ditemukan sekolah yang baik, maka dapat dikirim ke sekolah di tempat lainnya yang lebih baik, syukur syukur dapat juga dipesantrenkan sehingga akan lebih bagus dalam hal praktek keagamaannya. Jangan sampai kita twerjerat  oleh  sampul luarnya  yng nanyi akan menyebabkan penyesalan selamanya untuk kita sendiri. Artinya jika kita menyekolahkan anak  ke sekolah selain sekolah islam  lalu anak kita mengiktuti agama mereka, lalu siapa yang akan bertanggung jawab? Sudah pasti nanti di akhirat kitalah yang akan ditanya tentang hal tersebut.

Anaka itu merupakan amanah yang harus digulowentah dnegan baik. Artinya harus diberikan didikan yang benar sesuai dnegan akidah kita, lalu juga diperkenalkan dnegan pengetahuan lainnya sehingga nantinya  mereka akan mampu bertahan hidup di dunia dan yang terutama ialah mereka di sampaing mempunyai pengetahuan yang luas juga berakhlak mulia. Dengan kondisi yang d emikian tentu kita akan merasa bahagia karena telah mampu mengantarkan mereka untuk meraih pengethauannya dan sekaligus  membekali mereka dengan akhlak yang baik. Jika anak anak kita berilmu dan berakhlak baik, tentu mereka akan  menghargai dan menghormati kita serta yang terpenting mereka akan selalu endoakan kita, termasuk pada saat nanti kita sudah  meninggal dunia.

Bayangkan jika kita mempunyai anak yang tidak kita kenalkan dngan agama dan  dibiarkan bwrakhlak buruk, maka di saat kita sudah tua  kita akan selalu mendapatkan derita yang tiada terhingga. Anak yang dmeikian tentu hanya akan membuat masalah di keresahan di masyarakat saja. Jangankan mendoakan, hanya sekedar menghargai jasa kita saja merek tidak akan pernah mel;akukannya. Kalau sudah dmeikian maka penyesalan tiada hentilah yang akan tersisa dalam hidup kita. Karena itu keberadaan anak salih bagi siapapun akana menjadi tumpuan harapan, dan karena itu sejak awal harus sudah direncanakan, yakni  dididik dnegan didian yang benar dan  terus dipantau perkembangannya, serta  tidak bosan untuk mengingatkan mereka agar menjalankan perintah agama.

Sesungguhnya anak salih itu tidak harus pintar, namun kalau juga pintar maka itu lebih bagus dan itulah yang kitaharapkan, akan tetapi sekali lagi kepintaran itu sifatnya  nomor di belakang salih. Unyuk apa anak pintar kalau tidaka salih, bahkan bisa bisa malah akan menyakitkan hati dana mengecewakan, karena kita tahu ba yak anak pintar namun dalam kenyataannya malah justru memperberat orang tuanya karena  sesaat orang tuanya masih hidup saja mereka sudah meminta warisan, dan setelah orang tuua matyi malah selalu bertengkar dnegan saudaranya unyuk memperebutkan harta warisan. Tentu akan lebih bagu anak salih mekipun tidak terlalu pintar, karena kepintaran itu dapat diperoleeh samabil jalan setelah menjalani kehidupan nyata di masyarakat.

Kita juga menyaksikan betapa banyak anak baik dan  awalnya hanya lulusan madrasah aliyah, namun dalam kehidupannya ternyata malah dapat mapan dan menjadi orang yang  kaya juga dermawan dan perhatian kepada masyarakat sekitar. Tentu jika anak salih tersbeut pandai dan kemudian mendapatkan posisi yang baik di masyarakat pastilah akan jauh lebih baik. Semua  orang sangat merindukan  hadirnya anak salih, namuntidak smeua orang melakukan usaha untuk memperolehnya. Bahkan  ada juga yang sudah berusaha untuk  mendidik anak anaknya dnegan didikan yang baik, namun tidak dipantau, dan hanya menonhkosi semata, juga gagal mendapatkan anak yang salih. Bagaimanapun anak itu masih membutuhkan bimbingan  langsung dari orang tua atau pihak yang diberikan amanah untuk mendidik seperti ustadz di pesantren dan lainnya.

Harapan untuk mendapatkan anak yang salih tersbeut tentu dilatar belakangi oleh  banyak hal, yang salah satunya ialah ketika nanti kota sudah meninggal dunia anak slih tersbeut akan mampu mendoakan kepada kita. Karena kita tahu bahwa doa anak salih itu akan diijabahi oleh Allah swt, dan bahkan dalam salah sebuah hadis  nabi Muhammad saw pernah bersabda bahwa  saat orang itu meninggal dunai maka sleuruh amalnya akannterputus terkecuali hanya tiga hal saja yang masih akan tetap mengalir dan memberikan manfaat, yakni  sedwkah jariayah,  ilmu yang bermanfaat dan anak salih yang mendoaan kepada orang tuanya. Nah, karena itulah setiap orang pasti memimpikan mempunyai anak salih ayau salihah agar hidupnya nyaman, baik di dunia maupun lebih lebih di akhirat nanti, semoga.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.