TENTANG RESHUFFLE KABINET

Persoalan perombakaan dan pergantian sebagian anggota kabinet sesungguhnya sepenuhnya merupakan wewenang presiden, karena mereka itu merupakan pembantu presiden, hanya  saja di negara kita, terkadang persoalan yang sudaha jelas merupakan hak presiden, namuan banyak masyarakat yang ikut ikutan, seolah mereka juga mempunyai hak untuk itu. Mungkin  karena ada alaasana tertentu sehingga masyarakat merasa bahwa  seornag menteri harus segera diganti karena tidak perform atau tidak mampu memberikan harapan  kepada masyarakat.  Dalam persoalan tersebut sesungguhnya pesiden pastinya sudah mengetahui karena  presiden biasanya selalu melakukan evaluasi terhadap kinerja para pembantunya. Hanya saja mungkin belum waktunya atau mungkin presiden  ingin yang bersangkutan memperbaiki kinerjanya  terlebih dahulu dan lainnya.

Secara riil terkadang kita dapat menyaksikan betapa seorang menteri sebagai pembantu presiden tidak mampu memberikan harapan masyarakat yang menginginkan ada perubahan yang signifikant terhadap nasib mereka. Bahkan terkadang ada seoranag menteri yang sama sekali tidak mempedulikan masyarakat yang seharusnya menjadi perhatiannya. Nah, jika kita menyaksikan kondisi demikian, maka kita tentu juga akan mengusulkan kepada presiden sebagai pihak yang berhak untuk menggantinya dnegan menteri yang lain yang lebih baik. Namun kalau kita lihat di negeri ini tidak smeuanya didasarkan atas keinerja seorang menteri, melainan lebih banyak  dkarenakan pertimbangan politik. Terkadang seorang menteri yang kinerjanya sudah cukup baik juga digoyang oleh lawan politiknya, dan inilah yang sesunggunya menjadi masalah bagi kita smeua.

Presiden sendiri terkadang juga masih mikir untuk mengganti menterinya, karena pertimbangan politik, terutama jika menteri tersebut dari unsur parpol yang mendukungnya, sehingga ketika akan menggantinya presiden juga harus  berkonsultasi kepada partai plitik asal menteri tersebut. Inilah yang membuat kita menjadi tidak nyaman, masak seorang presiden yang berwenang atas menterinya ketika haris menggantinya harus berkonsltasi dengan partai politik tertentu, ini tentu merendahkan posisi presiden. Namun kenyataannya memang dmeikian sehingga kita tidak akan mampu berbuat banyak. Biasanya kita haya dapaat berharap tanpa  mampu melakukan apapun. Akan tetapi jika kemudian kita menyaksikan banyaknya pihak yang getol untuk menyarankan pergantian seorang menteri, kemungkinan karena  jengkel karena  menteri tersebut tidak mampu memberikan harapan yang selama ini diharapkan oleh masyarakat.

Persoalan  reshuffle kabinet atau menteri memang merupakan hak preogatif presiden, namun masyarakat tentunya juga  mempunyai hak untuk engusulkan asalkan didasarkan atas fakta yang jelas dan bukana karena dendam ppolitik atau karena pertimbangan lainnya atau karena ingin mendapatkan keuntungan sendiri atas di gantinya soernga menteri dan tujuan lainnya. Kita juga yakin bahwa presiden juga tidak akan  serta merta mengabulkan usulan masyarakat, melainan presiden tentu akan menyeleksi usulan tersebut dan penggantinya pun juga akan dicarikan yang lebih baik kinerjanya. Kalaupun misal ya presiden harus berkonsultasi kepada parpoil asal menteri tersbeut, namun  tentu itu bukan disebabkan presiden berada di bawah parpol melainkan hanya sebagai bentuk etika saja.

Bagaimanapun persoalan reshuffle kabinet itu merupakan hal yang wajar mekipun pada awal mengangkat mereka  sudah diseleksi sedemikian ketat dana ditemukan yang terbaik, namun sering dengan perjalanan waktu tentu ada sesuatu yang berubah dan itumemungkinkan kinerja seseornag tidak memenuhi harapan lagi. Hanya saja  kita tentu berharap kalaupun ada reshuffle kabinet tidak akan membuat gonjang ganjing dan kegaduhan di dalam negeri. Biasa saja perantian pejabat dan dalam hal ini pembantu presiden. Bahkan jika presiden menginginkan  program yang lebih baik dan berganti dengan program sebelumnya sehingga presiden berkehendak mengganti seornag menteri juga tidak harus dipersoakan, karena smeua itu tentu  ada tujuan memperbaiki sesuai dnegan keinginan presiden.

Seharusnya kita sebagaia rakyat tidak perlu ikut memikirkan tentrang reshuffle kabinet karena itu sudah ada yang mengurus dan menanganinya. Mending pikiran dan tenaga kita gunakan untuk menjalankan aktifitas yang berguna untuk kita sendiri seperti berusaha dalam bidang ekonomi dan juga mungkin memberikan pelajaran kepada mereka yang membutuhkan untuk dicerahkan. Persoalan perganyian anggota kabinet itu sudah masuk ranah politik, dan kalau kita membicarakan persoalan politik, maka kta akan  mumet sendiri, arena sering tidak sejalan dengan logika kita sebagai orang awam. Politik itu pada awalnya memang bertujuan baik, namun dalam kenyataannya saat ini politik itu sudah identik dengan siasat yang bertujuan untuk sebuah kekuasaan semata.

Sesungguhnya smeua orang juga sudah tahu bahwa urusan  reshuffle kaabinet itu urusan presiden yang rakyat biasa tidak adaa  andil apapun dalama hal tersebut, namun sudah menjadi kebiasaan bangsa kita bahwa persoalan yang sifatnya berkaitan dnegan urusan publik, walaupun itu menjadi kewwenangan  seorang presiden, masyarakat akan tetap ikut cawe cawe. Tentang maksud dan tujuannya tentu bermacam macam sesuai dnegan kehendak masing masing orang. Namun sekali lagi jika kita berpikir sehat maka kita tidak akan ikut ikutna untuk membicarakan masalah tersebut dan cukuplah kita pasrahkan kepada presiden yang  akan  memakainya. Toh tidak ada jarak watu untuk mengganti seorang menteri, jika setelah diangkat ternyata tidak memenuhi harapan, presiden juga boleh menggantikannya lagi, tanpa tergantung harus berapa lama seorang menteri menduduki jabatannya.

Kita Cuma menginginkan bahwa setelah reshuffel kebinet nanti akan tercipta kondisi yang kondusif dana  roda pemerintahan akan berjalan normal dana bahkan snagat produktif sehingga kesejahteraan masyarakat akan semakin menigkat dan keinginan seluruh masyarakat indonesia juga akan semakin dekat dnegan kenyataan. Hal yang paling diharapkan oleh masyarakat ialah kondisi yanag srtabil dan kondisif untuk hidup dana berakstifitas dalama berbagai bidang, termasuk bidanag ekonomi dna juga pendidikan. Mudah mudahan neara kita ke depan akan semakin membaik dalam segala hal dan kita akan semakin sejahtera dalam mengarungi hidup di dunia ini, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.