MENGHORMATI ORANG TUA

Mungkin bagi orang tua yang sudah merasa bahwa anak anaknya  sudah besaar dan mandiri akan berpikir bahwa  anak anaknya tersebut akan memberikan perhatiannya kepada orang tua yang selama ini telah merawat dna membesarkannya. Namun terkadang harapan tersebut menjadi hanya tinggal harapan, karena kenyataannya anak anak yang sduah dididiknya tersebut sama sekali tidaka menghiraukannya. Bahkan pada saat orang tua sakit saja  anak tetaap asik dnegan kesibukan pekerjaannya. Lalu apa yang dapat diharapkan oleh orang tua tersebut? Biasanya mereka kemudian hanya dapat mengeluh dan menyayangkan anak anaknya yang seolah tidak tahu berterima kasih kepada mereka.

Sesungguhnya kondisi tersebut tidak sleuruhnya salah anak, melaiankan juga ada andil orang tua dalama masalah etrsebut. Orang tua  saat anak anaknya masih kecil selalu memanjakannya dan bahkan  saat mereka usia sekolah juga menyekolahkannya, namun mereka lupa bahwa anak anak perlu mendapatkan pendidikan  karakter dan dibiasakan untuk bertanggung jawab atas  sebuah kewajiban, dan bahkan  harus dibiasakan untuk empati kepada pihak lain, sebab itulah yang nantinya akan mewarnai kehidupannya. Banyak anak pintar dan cerdas, namun akhlaknya begitu buruk dan bahkan kepada orang tuanya saja tidak peduli. Mereka seolah tidak pernah menerima jasa orang tua yang sudah begitu susah membesarkannya.

Klau sudah begitu maka  tentu orang tua sendiri yang akan rugi dana menanggung akibatnya atas kelalaan mendidik mereka tentang hal hal yang menjadi kewajiban mereka. Pendidikan agama tentu merupakan hal yang utama untuk dikenalkan kepada mereka saat mereka masih usia kecil.  Kita terkadanag menyaksikan  adanya orang tua yang tidak memanang penting pendidikan agama kepada anaknya, karena mereka sangat menginginkan anak nya pandai dalam hal matematika atau pelajaran lainnya, tetapi sama sekali tidak khawatir jika anaknya tidak mengenal agamanya dnegan baik. Akibat lebih lanjutnya mereka selalu membanggakan anaknya yang pandai dalam hal kemampuan dalam pelajarana tertentu dan sama sekali tidak tertarik anaknya  rajin beribadah dan suka memberi kepada sesamanya.

Pada saat orang tua sudah benar benar tua dan tidak diperhatikan oleh anak anaknya itulah mereka batru merasakana betapa sengsaranya  mereka karena  tidak dihargai oleh anak anaknya sendiri. Kalau kita kembali kepada peringatan Allah swt bahwa anak anak dan juga harta itu hakekatnya ialah ujian aytau fitnah, sehingga harus disikapi dnegan bijak. Artinya anak anak harus dididik dnegan didikan yang akan  membawa merekaa menjadi orang salih dan mampu menyelamatkan orang tuanya serta mebanggakannya. Mereka harus diberikan pengetahuan tentang agamanya dan sekaligus mempraktekkannya lalu juga diberikan pengertian bahwa hidup itu bukan hanya untuk keptningannya sendiri, melainkan juga harus memikirkan untuk kepentingan bersama.

Lalu untu harta kita juga harus memperhatikan dari mana kota memperolehnya dan untuk apa kita belanjakan. Jika kita mampu mendidik anak dnegan baik sehingga mereka menjadi anak yang salih, maka anak tersebut pasti akana menjadi kebanggan kita dan mampu menyelamatkan diri kita di akhirat nanti, karena kita telah menjalankan amanah anak tersebut dnegan benar, begitu juga dnegan sikap kita terhadap harta yang kota cari dnegan jalan yang halal dan kemudian kita tasarrufkan untuk hal hal yang benar dan bermanfaat bagi umat manusia, maka harta tersebut juga akan memberikan pembelaan kita pada saat nanti kita menghadapi pengadilan di akhirat.

Menghrapkan anak anak dapat menghargai kita selaku orang tua memang tidak dapat dilakukan hanya dnegan berharap saja, melainkan harus juga ditanamkan dalam diri anak anak jiwa yang baik dana mencintai sesama serta pengetahuan mengenai ajaran agama yang benar. Kepatuhan anak kepada orang tua tentu diajarkan dalam agama kita dan itu merupakan sebuah kewajiban bagi mereka bahkan kalau seorang anak berani kepada orang tua maka aitu akibatnya akan fatal baginya, karena  ridlo Allah itu bergantung kepada ridlo orang tua, dan begitu juga  murka Allah itu juga tergantung kepada murka orang tua, bahkan nabi Muhammad saw pernah menyatakan bahwa surga itu berada di telapak kaki seorang ibu. Semua ini kalau dipahami dan diketahui oleh anak, maka secara otomatis tidak ada anak yang akan berani kepada orang tuanya.

Pada saat  kita mendidik anak anak kita, tidak perlu kita berharap pada saatnya nani mereka akan menghargai kita dan memperlakukan kita dnegan baik, karena secara otomatis kalau kita membekali mereka dengan bekal agama yang cukup dan memberian bekal ilmu pengetahuanyang juga cukup, maka mereka pasti akan berpikir  untuk tidak menyia nyiakan orang tua, dan bahkan pasti dengan kesadarannya mereka akan menghormati dan menghargai orang tua, Tidak ada anak yang ingin hidup menderita karena durhaka kepada orang tuanya dan mereka snagat paham dnegan kondisi tersebut. Karena itu sekali lagi kita tidak perlu berharap anak anak yang kita didik tersebut nantinya akan membalsa kebaikan kepada kita, karena mereka pastinya akan menyadari penting dan  urgennya menghargai orang tua.

Beruntung bagi kita yang sudaha menyadari hal tersebut, yakni mau mendidik anak anak kita dnegan didikan yang  memungkinkan mereka akan menjadi anaksalih dan taat kepada ajaran agamanya serta  peduli epada sesamanya. Karena dnegan begitu sesungguhnya kta sudah emmbekali mereka dnegan surga yang akan mengantarkan mereka menjadi anak anak yang sukses hidupnya, baik di dunia maupun saat berada di akhirfat nanti. Semoga kita mampu melakukan hal yang dmeikian, dan jika saat ini kita belum  melanhkah ke arah tersebut, masih belum terlambat untuk segera melakukannya dnegan penuh keyakinan dan ketulusan untuk mendidik anak kita dnegan baik sesuai dnegan  didikan islam yang dianjurkan oleh nabi Muhammad saw. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.