MENIKAH

Terkadang kita menyaksikan ada bulan dimana banyak orang melangsungkan pernikahan, mungkin memang ada  mood  yang baik  dengan bulan tertentu tersebut atau mungkin juga secara kebetulan saja, namun yang pasti terkadang kita mendapatkan undangan untuk menghadiri pwrnikahan itu satu hari sampai empat tempat. Kalau tempatnya berdekatan dan dapat dijanhkau dalam waktu yang lebi cepat, maka tidak ada persoalan, namun kalau tempat [elaksanaannya  itu berjauhan, bahan di luar kota, maka kta harus pandi pandai untuk mengaturnya sedmeikian rupa, bahkan terkadang kita harus menghadiri sebelaum pelaksanaan pernikahan agar tetap dapat memberikan ucapan selamat dan terkadang juga harus menghadirinya setelah pelaksanaan.

Mwnikah itu bertujuan untuk membentuk keluarga yang  kekal,  sejahtera lahir dan batin antara seoarng suami dan isteri berdasarkana ketuhanan yang maha esa. Tentu dismaping itu harus ada keinginan  dari pasangan penganten untuk meneruskan keturunan dan  memperbanyak  umat nabi Muhammad saw sehingga islam akan teruis  berjaya dan terlksana dnegan baik di muka bumi ini. Jadi nikah bukan sekdar akad yang menghalalkan  hubungan suami isteri semata sebagaimana  definisi yang diberikan oleh para ulama fiqh zaman dahulu, namun justru malah lebih ditekankan pada tujuannya, sebagaimana juga disebutkan dalam  kitab suci, yakni agar tercipta kasih sayang diantara keduanya sehingga nantinya akan mampu menciptakan rumah tangga yang bahagia sejahrtera  lahir batin hingga di akhirat nanti.

Nakah juga disebut sebagai akad yang suci dan sangat kuat ikatannya, atau disebut sebagai mitsaqan ghalidlaa, karena itu  sebaiknya pernikahan harus dipersiapkan sedemikain rupa  kuat sehingga  akan dapat mencapai tujuannya dan tidak terputus ditengah jalan. Terkdang memang ada  sebuah pernikahan yang tidak didasarkan kepada  kekuatan cinta dan keinginanuntuk membentuk keluarga  sakinah mawaddah dan rahmah, melainkan hanya sekdar untuk memperolah materi yang tentu saja  semua itu akan dijalaninya dnegan cara yang tidak normal. Jika memang kondisinya dmeikian, maka  pernikahan tersbeut tentu tidak akan mendapatkan keberkahan dan bahan mungkin malah akan mendapatkan petaka yang tidak disangka sangkanya.

Sekali lagi sebelum pernikahan dilangsungkan ada baiknya memang sepsang vcalon suami dan calon isteri terlebih dahaulu saling mengenal dan mengethui motivasi mereka masing masing dalam pernikahan. Itu smeua dimaksudkan agar setelah menikah nanti tidak ada kekecewaan yang terjadi diantara mereka . Saling mengenal sebelum dilangsungkannya pernikahan adalah sebuah himbauan yang juga pernah dihimbaukan oleh rasulullah  kepada calon mempelai. Tentu akan jauh lebih mudah danntanpa resiko kalau ada ketidak ciocokan lalu diputuskan sebeluam menikah ketimbang  kemudian kalau sudah terlanjur menikah lalu berpisah.

Bagi orang tua tentu juga harus mengingatkan kepada anak anaknya yang akan meangsungkan pernikahan agar merek saling mengenal dnegan calonnya dana juga saling berikrar terlebihd ahulu untuk memasuki dunia pernikah dalam rumah tangga dana berkomitmen untuk salaing menutup kekurangan masing masing dan  tidak saling membuka aib dan kekurangan masing masing,  sebab kalau dalam kehdupan rumah tangga masing masing pasangan saling membukan dan membeberkan  kekurangan, maka di situlah awal keretakan dan rusaknya rumah tangga. Mungkin orang tua juga dapat melakukan penyeledikan tidak langsung kepada calon menantunya agar nantinya tidak akan mengecewakan dan pernikahannya akan dapat berlangsung langgeng.

Sebagai manusia yang diberikan kelebihan akal  pikiran oleh Allah swt dibandingkan dnegan nakhluk lainnya, tentu pernikahan merupakan cara yang sangat baik daan menyelamatkan kepada manusia dalam menjalin hubungan diantara sesama dalam kehidupan suami isteri. Tentu lain dnegan hewan misalnya yang tidak memerlukan pernikahan  dalam arti akad yang disertai dengan penyebutan nama Allah swt. Keyika hewan menginginakan dan berhasrat untuk berkumpul dan menyalurkan   nafsu biologisnya, maka  dia akan melakukannya  dengan tanpa menghiraukan  siapapun, bahkan terkadang juga   berhubungan  biologis dnegan saudaranya dan juga dengan ibunya sendiri. Namun bagi manusia tentu iyu smeua tidak akan mungkin karena manusia mempunyai akal pikiran yang dapat menilai  baik dan buruk.

Islam data ng dengan seperrangkat aturan yang  jika dijalankan pasti akan menjamin kepada manusia  dalam hal kebaikan dan keselatannya, termasuk di dalamnya ialah pernikahan. Jika manusia dalam membentuk keluarga sudah mellalui proses pernikahan yang benar, maka dia sudah merasa aman dan tidak akan pernah was was dnegan siapapun larena semua sudah dijalaninya dnegan baik. Namun jika orang berumah tangga tanpa diikat dnegan sebuah pernikahan, maka dia pasyi akan merasa tidak tenang karena suatu ketika mungkin akan digugat oleh pihak lain atau dipersoalkan  statusnyadan lainnya. Beurntunglah bagi kita yang mau menjalani kehidupan  dnegan pernikahan yang benar dan diumumkan kepada masyarakat.

Sekali lagi kehidupan umat manusia  khususnya yang beraga a islam  sudha diberikan contohnya oleh rasulullah saw, yakni melalui  pernikahan yang benar dan  disitu kemudian akan timbul hak dan kewajiban bagi kedunya. Biasnaya  [ihak laki laki akan menjadi pemimpin rumah tangga dan bertanggung jawab atas nafkah bagi keluarganya  baik nafkah lahir maupun nafkah batin, namaun dmeikian kalau  ada persoalan lain, mereka dpat bermusaywarah untuk saling membantu sehingga tidak terjadi masalah di kemudian hari. Jdi boleh saja dalam kondisi terntu justru isteri yang akan menanggung nafkah lahirnya kepada keluarga karena ada masalah pada suanminya dan isterinya juga sudha menerima dnegan tulus kondisi tersebut.

Hanya saja kemudian akan timbul persoalan ketika hak dan kewajiban tersebut tidak seimbang, dan biasnaya kemudian  akan ada pelanggaran terhadap kewajiban dan hak pihak [ihak tertentu sehingga rumah tangganya akan menjadi retak atau tidak harmonis.  Bahkan kalau masalah poligami  saja dimusyawarahkan dnegan cara yang baik, sangat mungkin tidak akan menimbulkan persoalan, karena  smeua harus mengikhlaskan tanpa terktekan dan terpaksa. Masing maisng memang harus mampu mengendlikan diri dari keinginan yang sifatnya pribadi dan meniadakan kepenrtingan pihak lain. Jika hal tersebut dilanggar, pasti akan timbul persoalan yang akan menyebabkan rumah tangga tidak harmonis lagi dan jauh dai tujuan awalnya.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.