HIMBAUAN UNTUK MENJAGA ANAK

Saat ini merupakan  masa rawan menurut pihak kepolisian karena banyaknya   penculikan terhadap anak di bawah usia lima tahun dan sudah banyak terjadi di berbagai daerah. Karena it piak kepolisisn, setidaknya kepolisian sampang  madura menghimbay kepada orang tua untuk lebih waspada dalam menjaga anak anaknya yang sekolah. Himbauan tersebut setidaknya pada saat berangkat sekolah dan pulang sekolah diperhatikan betul, karena biasnya anak anak itu akan udah untuk diiming imingi dnegan sesuatua yang disenanginya, semacam diiming imingi permen atau makanan kecil lainnya dan  mereka sama sekali tidak mempunyai perasan curiga, nah , dalam kondisi yang dmeikian para penculik dnegan mudahnya membawa mereka.

Sesungguhnya  kalaupun tidak ada penculikan yang marak, sebagai orang tua, kita memang harus menjaga anak anak kita, terutama kselamatan mereka dan juga  kesehatan dan lainnya. Ornag tua memang sudah  mengatahui kewajibannya terhadap anak, yakni merawat dan mendidiknya ehingga anak anak merasa aman. Apalagi kalau kemudian dikaitkan dnegan maraknya penculikan, tentu orang tua akan merasakan was was kalau kalau anaknya termasuk yang diculik. Untuk itu kewaspadaan dan penjagaan terhadap anak anak harus ditingkatkan,  termasuk ketiak mereka sudah keluar dari rumah dan bermain dnegan sesamanya.

Terkadang anak anak itu kalau sudah bermain bisa lupa segalanya, termasuk lupa makan dan lainnya, bahkan terkadang merek juga lupa mandi. Namun sesungguhnya kewajiban orang tua tidaka hanay menjaga anak anak dari bahaya penculikan, melainkan justru harus lebih prohatin  dalam hal belajar dan pendidikan anak anak, karena itulah yang akan menengtukan masa depan mereka. Sebagai orang tua harus tidak bosan bosan untuk mengingatkan dan sekaligus mengajak anak anak untuk menjalankan kewajiban pribadinya, seperti shalat, mengaji, belajar dan juga  berakhlak yang baik. Tidak lupa pula kita ajari mereka untuk  bersimpati kepada orang lain terutama mereka yang miskin dan kekurangan dalam bidang materi.

Menjaga anak adalah kewajiban asasi bagi orang tua, karena anak adalah amabanh yang harus dikelola sedmeikian rupa sehingga nangtinya  dapat menjadi anak yang membnaggakan dan dapat menjadi pelita dalam hidup, bukan sebaliknya anak yang justru akan membawa masalah dalam kehidupan dan bahkan mungkin akan menjadi beban kita diakhirat. Sama dengan harta  sesungguhnya adalah merupakan amanah yang harus kitatunaikan hak hak dan kewajibannya. Kalau anak diberikan kepada kita sebagai amanah maka kita harus mendidiknya dnegan didikan setidaknya mengenalkannya kepada Allah swt dan syariat agama  sehingga mereka nantinya akan menjadi anak yang shalih dan mampu mendoakan serta mengangkat derajat kita baik di dunia maupun nangti diakhirat.

Kalau harta maka kita harus memberikan haknya, sepeti zakatnya dan  memberikan kepada masyarakat lain sebagai sedekah dan juga hak lainnya yang mesti ditunaikan, sebab kalau amanah tidak kita tunaikan, justru akan menjerat kita sendiri dan menyengsarakan kita. Coba misalnya kita mempunyai harta yang banyak kemudiana kita kikir dan tidak menunaikan zakatnya, bahkan hanya sekeedar memberikannya sebagai sedekah saja tidak kita laksanakan, lalu bagaimana kita mempertanggung jawabkannya di hadapan Allah swt, karena untuk urusan harta, pertanyaan di akhirat nanti itu ganda, yakni dari mana harta itu kita dapatkan dan  untuk apa harta itu kita kuasai. Jika kita tidak mampu menjawabnya dnegan tepat, pasti kita akan mendapatkan adzab dari Allah swt.

Nah, anak itu bagaikan harta dalam hal  keamanahannya  untuk kita laksanakan. Untuk itu sekali lagi sebagai orang tua kita memang harus selalu memikirkan bagaimana pendidikan anak kita, bagaimana akhlak mereka dan bagaimana pula mereka  mampu menguasai ilmu kesyariahan dan menjalankannya dnegan konsisten. Semua itu tent memerlukan keseriusan kita. Memang ada kalanya kita dapat mendidiknya sendiri namun jika tidka memungkinkan kita dapat menitipkannya di pesantren atau tempat lainnya yang lingkungannya memungkinkan membenrtuk pribadi anak anak menjadi lebih baik. Namun dmeikian  jika kta memang menitipkan kepada piha lain, kita juga harus bertanggung jawaba konsekwensinya, yakni membiayai mereka sehingga mereka akan tenang dalam menuntut ilmu dan tidak lagi memikirkanntentang hal hal lainnya.

Kita tentu  sangat prihatin dnegan kondisi sebagian orang yang tidak mempedulikan kondisi anak anaknya, karena mereka dibiarkan liar untuk bergaul dnegan siapapun dan orang tua sama sekali tidak pernah mengontrolnya bahkan hanya sekedar menanyakan tentang perkembangan sekolahnya pun tidak dilakukan. Lalu dimana tanggung jawabnya mendidik, tentu tidak cukup hanya dipasrahkan di sekolah dan kalau dirumah dibiarkan bermain sesuatu yanag tidak ada manfaatnya, padahal oang tua tersebut snagat mampu untuk sekedar megingkosi anak anaknya  belajar yang lebih baik. Barangkali memang tidak ada kepdulian smaa sekali dari orang tua, namun biasanya kalau sudah terlanjur, lalu  orang tua menyalahkan satu dengan lainnya. Ini tentu tidaka baik untuk smeua, termausk untuk anak anaknya sendiri.

Jadi sekali lagi menjaga anak itu bukan saja terhadap keamanannya  dari para penculik yang saat ini marak di lingkungan kita, melainkan justru lebih dari itu ialah menjaga mereka agar selamat dari kehidupan yang sesat dan yang akan menyengsarakan mereka di akhirat nanti, sebab kita kita yakin bahwa kalau anak anak kita tidak baik, maka itu juga akan mampu emnjerat diri kita sendiri dan dimintai pertanggung jawabakan oleh Tuhan di akhifrat atas amanah yang dititipkan kepada kita. Karena itu menjadi snagat penting bagi kita selaku orang tua untuk selalu memperhatikan anak anak kita, bukan terhadap keselamatan fisiknya saja melainkan juga keselamatan  pengetahuannya dan juga  perkambangannya  dalam menggapai ilmu yang diharapkan akan dikuasainya untuk  keselamatanya di dunia dan juga di akhirat, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.