POTENSI RADIKALISME DI KALANGAN PELAJAR SLTA DI BEBERAPA KOTA BESAR DI INDONESIA

Radikalisme memang tidak  dapat dnegan mudah sipatahkan, karena  ada banyak hal yang memungkinkannya menjadi subur di sebuah tempat dan komunitas. Hanya dwngan diberikan stimulant yang mengarah kepada fanatisme keyakinan saja terkadang banyakmorang sudah tertarik dan membelanya mati matian.  Ada cara yang digunakan dan sangat ampuh untuk menciptakan Susana batin yang bombing atau menjadi bimbang karena  ditekan dengan pertanyaan yang sangat sulit untuk diingkari, meskipun kalua direnungkan pasti tidak akan masuk akal.

Biasanya para aktifis akan menyususn pertanyaan yang menohok kepada para calon  yang akan dikader, seperti pertanyaan baik manakan antara Alquran dnegan Pancasila? Atau antara Joko Widodo dengan nabi  Muhammad saw dan pertnyaan sejenisnya. Nah kalua kita tidak  cermat, maka saat kita akan menjawabnya pasti kita akan terjebak. Sebagai seorang muslim, pastinya kita akan menyatakan bahwa Alquran adalah kitab yang paling komplit dan hebat, demikian juga pastinya kita akan menyatakan bahwa nabi Mhammad saw pasti jauh lebih baik ketimbang pak Jokowi.

Tetapi ketika kita cermati pertanyaan tersbeut tentu kita harus membetulkan dahulu pertanyaan tersbeut. Untuk membandingkan sesuatu itu seharusnya yang selevel, semenetara membandingkan antara alquran dan Pancasila itu tidaka selevel sehingga tidak perlu dijawab. Demikian juga membandingkan antara nabi Muhammad saw dengan pak Jkowi, tentu tidak boleh kita jawab. Nah, kelemahan kita tersbeut ialah jika kita sudah menjawab apa adanya, lalu kita akan dengan mudah digiring untuk menjadi pengikut mereka.

Pada sisi lain kita masih sering mendengar tawuran antar pelajar yang terjadi di beberapa kota besar, tawuran tersebut melibatkan sejumlah siswa  dalam satu sekolah dengan bebrapa siswa lainnya  dari sekolah lain. Tawuran tersebut terkadang bukan disebabkan oleh masalah prinsip, melainkan hanya terkait dengan  gengsi atau terkait dnegan pacar atau ketersinggungan atau masalah lainnya. Nah, pada umumnya pula kalau sudah terjadi tawuran, meskipun sudah didmaikan, mereka akan masih menyimpan dendamnya  sampai nantinya dilampiaskna pada momen yang tepat.

Karena itulah sebagai masyarakat yang peduli terhadap kondisi masyarakat itu sneidri kita harus lebih waspada dalam melihat kenyataan anak anak kita dan selalu memberikan bimbingan kepada mereka, jangan sampai kita kecolongan dan kemudian kita akan menyesalinya seumur hidup kita. Ternyata banyak pihaka yang terus berusaha untuk merekrut anggota baru untuk diajak menjadi anggota mereka  dan pada akhirnya justru akan dijadikan sebagai ujung tombak mereka yakni melakukan hal hal yang buruk dengan dalih untuk kebenaran dan menolong agama tertentu.  Mereka yang beraliran radikal dalam agam tentu akan melakukan apa saja yang memungkinkan agar tujuan emreka atercapai walaupun harus mengorbankan banyak manusia tidsk berdosa.

Sebagaimana disebutkan di atas  terkadang ada cara untuk mengajak anak anak kita dnegan cara bertanya yang tidak jelas jungtrungnya, semacam membandingkan antara  dua hal yang tidak dapat dibandingkan, semacam membandingkan antara alquran dnegan pancasila,  sudah pasti itu tidak dapat dibandingkan, karena  alquran itu kitab suci bagi umat muslim sedunia, sedankan pancasila itu merupakan dasar negara bagi bangsa Indonesia. Nah, siapapun yang terjebak dalam pertanyaan tersebut, pasyi akan terus digiring untuk memberikan  justifikais bahwa pancasila itu yidak baik dan akhirnya harus memusuhinya, padahal pancasila itu hasil pernungan yang medalam oleh para pendahulu kiota yang juga oleh para ulama kita. Kedunya tidak boleh dibandingkan melainkan hanya di jejerkan saja karena keduanya memang sangat berarti bagi masyarakat muslim indonesia.

Demikian juga dnegan jebakan pertanyaan yang tidak seimbang juga, yakni me,bandingkan antara nabi Muhammad saw yang sebagai nabi dana rasul bagi umat muslim seluruh dunia dnegan pak Jokowi yang sebagai presiden Indonesia. Kedaunya harus kita tempatkan pada posisi yang tepat dan tidak perlu dibandingkan yang dapat menyebabkan yang satunya lebih baik dan satunya lagi tidak elbih baik. Inilah  salah satu cara mereka untuk meruntuhkan kepercayaan kepada  pemimpin nasional kita . nah oleh karena itu kita harus pandai pandai menempatkan diri para tempat yang benar dan  menyikapi setiap persoalan dnegan sikap yang bijak dan benar. Kita  tidak perlu menjawab pertanyaan yang tidak perlu kita jawab karena memang tidak  ada yang perlu dijawab.

Mungkin juga masih ada pihak yang mengijok ojoki anak anak kita untuk saling tawuran dan diciptakanlah masalah yang sebenarnya bukan masalah prinsip., namun kemudian dibsar besarkan dan lalu setelah terjadi tawuran mereka akan bertepuk tangan sambil tertawa kegirangan.  Sadarlah wahal masyarakat, bahwa kita sedang dikerjain oleh [ihak pihak tertengu yanag menginginkan ketidak tenterama di lingkungan kita, karena itu jangan   mau bilamana kita diadu domba dan dibenturkan dnegan masyarakat lainnya, dalam bidang apapun. Biasnaya yang mudah tersulut ialah dalam persoalan agama dan akidah, yang umat beragama biasnaya lepas kontrol karena  rasa ingin membela agamanya. Nah, saat itulah kemudian mereka masuk dan memberikan kipasan sehingga benar benaretrjadi bentrokan besar.

Saat ini di beberapa kota besar di negara kita sedang dijajaki oleh pihak tertentuntersebut untuk dilakukan pencekokan kepada anak anak pelajar agar mereka saling melakukan tawuran dnegan dalaih menjaga gengsi dan harga diri. Untuk itu pihak sekolah di manapun  berada  harus selalu wspada dengan gerakan tersebut dan berusaha mencwgahnya sedini mungkin agar smeua rencana mereka gagal total dan kita akan terselamatkan dari kehancuran dan anak anak kita juga selamat dari adu domba serta permusuhan yang sengaja diciptakan. Semoga kita mampu mencegah munculnya radikalisme agam di kalangan anak anak dnaa pelajar kita, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.