BEGAL

Akhir akhir ini kita diresahkan olejh maraknya pembegalan, khususnya pada malam hari, dan yang lebih mencengangkan lagi ialah bahwa para pembegal tersebut ternyata anak anak usia belasan tahun. Ini sungguh sangat meresahkan kita smeua sebagai anggota masyarakat dan juga orang tua, karena anak anak yang masih dibawah usia remaja tersebut sudah berani melakukan tindak pidana dengan disertai kekerasan kepada para korbannya. Tertangkapnya beberapa begal yang kemudian  dihakimi massa tersebut membuktikan bahwa  pendidikan  agam kepada anak anak  menjadi penting, karena kitayakin bahwa  mereka sampai berani melakukan hal etrsebut disebabkan karena pengetahuan dan  pengamalan agamanya santat minim, bahkan mungkin malah sama sekalai tidak ada.

Mengingat hal tersebut kita  teringata dnegan usulan beberapa  pihak, termasuk fraksi di DPR yang mengusulkan agar pendidikan agama dihilangkan. Kita tentu snagat perihatin dnegan smeua itu  karena  pendidikan agamalah yang akan emnjadi  pengendali aktifitas menyimpang drai anak anak  di bawah usia tersebut. Kita  dapat menyaksikan betapa anak anak yng bersekolah di madrasah, hampir tidak [ernah terdengar mereka tawuran dan anak anaknya juga tidak pernah terlibat dalama eprsoalan kriminal. Ini harus menjadi perhatian kita bersama sebelum  menetapkan sebuah usulan yang nyeleneh, semacam menginginkan  pemretelan pelajaran agama di sekolah dan lainnya. Dapat dibat=yangkan akan seperti apa  anak anak nantinya jika mereka sama sekali tidaka mengenal agama.

Perampokan yang dilakukan oleh anak anak tentu bukan tanpa sebab, karena  kita yakin bahwa ada rentetan kegiatan perampokan etrsebut dnegan  hal lainnya semacam persoalan narkoba, dan juga prostitusi. Naka anak yang sudah ketagihan  narkoba, mau tudak mau mereka akan melakukan apapun untuk mendapatkan uang dmei membeli narkoba, bahkan kalau pun harus menghilangkan nyawa orang lain. Bahkan mereka juga sangat tega untuk memalak orang tuanya sendiri dan saudara serta teman sendiri. Jadi akalnya sudah tidak waras, karena yang terpenting ialah bagaimana mereka mendapatkan uang untuk membeli narkoba.

Di samping itu juga persoalan prostitusi snagat dominan dalama persoalan ini, karena bagaimanapun anak anak liar yang tidaak mempunyai aktifitas positif, biasnaya mereka akan berkumpul dengan anak anak berandalan lainnya dan  dikenalkan dnegan dunia  perempuan,  pada awalnya mungkin mereka hanya mencoba coba dan mungkin juga mereka tidak harus mengeluarkan uang, namun dalam kesempatana berikutnya, merka pastinya memutuhkan uang untuk jajan perempuan  nakal tersebut, dan kalau sudha begitu maka apapun dapat dilakukan termasuk merampok dana membegal orang lain, karena yang terpenting bagi mereka ialah uang, tidak peduli korbannya luka atau bahkan meninggal dunia dana lainnya. Itulah kenyataan zaman ini yang semuanya tidak  menggunakan pertimbangan agama sama sekali.

Anak anak belasan tahun yang seharusnya  sekolah dan mengaji, namun karena mungkin tidak mendapatkan perhatian darai prang tua, sehingga merka berkumpul dnegan anak anak nakal dan berandalan, lalu  merka menjadi berani untuk melakukan hal hal yang merugikan pihak lain. Anak anak tersebut  tidak mempunyai tujuan lain, terkecuali terpaksa harus mencari uang dan  karena itu mereka harus melakukan perbuatan membagal tersebut, bahkan kalau kita lihat caranya sudah bergaya preman beneran, karena  dengan menggunakan clurit dana melukai korbannya serta menyikat  kendaraannya. Syukurlah beberapa waktu lalu mereka ditangkap dan  mungkin masih ada banyak yang lain lagi yang  belum ketangkap dan masih akan meresahkan masyarakat, karena itu masyarakat harus lebih waspada dan juga aparat keamanan harus lebih  gesit lagi dalam menangkap mereka.

Rupanya  diantara mereka memang berasal daari keluarga berantakan dan yang mengurus anak anaknya sehingga anak anak mereka kemudian berkumpul dnegan para berandalan dana menjadi berandal beneran.  Karena itu hal terpenting bagi masyarakat saat ini ialah bagaimana memperhatikan anak anaknya agar tetap dalam  kegiatan yang positif dan  dalam koridor yang benar. Peredaran vidio video yang memuat  ujaran kebencian, memuat kriminaltas dan juga  hal hal negatif lainnya saat ini hampir tidak dapat dicegah. Namun demikian kalau kita sebagai orang tua  mewaspadainya, tentu akan  ada upaya untuk mencegahnya dan menanggulanginya, sehingga tidak akan terjadi kejadian sebagaimana yang kita saksikan mengerikan tersebut.

Pihak sekolah tentunya juga harus menyadari persoalan ini, dan kemudian mencoba untuk menanggulanginya dnegan melakukan hal hal positifuntuk mengajak para siswanya  melakukan hal hal yang benar dan menjalankan  ajaran agama, semacam menagjak sha;at jamaah bersama  dan mengamalkan ajaran islam lainnya semacam menyantuni  anak anak yatim dan  orang orang krang mampu. Dengan kegiatan positif tersebut diharapkan anak anak akan timbul sikap empatinya kepada sesama sehingga tidak akana rela jika harus berlaku tidak baik kepada mereka. Memang anak anak tidak selamanya di sekolah, namun jika  pihak sekolah juga ikut membina anak anak tentu akan lebih ringan tugas irang gua saat anak anak tersebut berada di rumah.

Masyarakat secara umum juga harus tidak boleh tinggal diam  menyaksikan kejadian tersebut, karena bagaimanapun keamanan lingkungan  juga akan tergantung kepada seberapa jauh kita dapat emnciptakan rasa aman di dalam lingkungan kita masing masing. Kita harus tegas dalam menghadapi setiap pelanggran yang dilakukan oleh siapapun, tentu juga kita tetap harus  mendidik kepada anak anak kita yang terlanjur melakukan kesalahan. Dengan sikap yang tegas tersebut diharapkan  masyarakat juga akan ikut berpe=artisipasi dalam menjaga lingkungan karena mendapatkan dukungan dari sleuruh masyarakat dan tidak ada ketakutan sedikit pun pada saat menindak  orang yang berbuat tidak benar. Semoga  di lingkungan kita akan selalu tercipta keamanan dan ketenangan serta kedamaian, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.