PILKADA SERENTAK TAHUN INI

Sebagaimana diagendakan secara nasional bahwa tahun 2020 ini  akan dgelar pilkada serentak di seluruh wilayah Indonesia, khususnya bagi yang belum menggelar pilkada pada tahun yang lalu. Tujuannya agar pilkda  seterusnya hanya akan dilakukan secara bersamaan. Agenda politik tersebut tentu akan menyita banyak perhatian masyarakat dan  para kandidat juga pasti akan sibuk dnegan agenda masing masing. Ada sebagian diantara mereka yang  mencari perhatian dnegan blusukan sehingga knantinya akan dikenal secara baik oleh masyarakat dan pada saatnya nanti merka aan memilihnya. Sebagian yang lain sibuk untuk mengumpulkan anggran atau dana untuk persiapan  mengikuti pilkada tersebut.

Bagaimanapun mencalonkan diri sebagai kepala daerah itu membutuhkan ongkos yang besar, itupun kalau  mereka  bersiah dan tidak melakukan tansaksi kotor, karena kebutuhan untuk mengikuti pilkada itu cukup banyak dan emnguras  biaya. Merka pastinya membutuhkan  semacam poster atau banner yang memuat gambar dna slogan calon yang dipasang disemua sudut daerah. Tengtu ini bukan perkara murah, belum lagi nanti ketika  musim kampanye [astilha harus keluar uang yang cukup banyak. Ini tentu belum termasuk kalau seorang calon harus membayar kepada partainya agar diberikan semacam rekomendasi agar dipilih sebagai calon yang dapat berlaga di pilkada, dan maaf juga belum termasuk pemberian uang transpor untuk datang ke TPS kepada masyarakat calon pemilih.

Namun untuk yang teralhir tersebut meskipun masih dipraktekkan, akan tetapi tidak ada yang mau mengakuinya karena itu merupakan pelanggaran. Tetapi yakinlah bahwa siapapun yang tidak memberikan uang tersebut, dapat dipastikan tidak akan emndapatkan dukungan dari masyarakat. Dalam pilkada atau pileg yang telah lalu meskipun  diakui oleh para peserta tidak ada uang tersebut, namun masyarakat merasakannnya secara langsung dan mereka bahkan mendapatkan dari banyak pihak yang mengharapkan dukungan. Tentu hal tersebut sangat tidka mendidik kepada masyarakat karena   akan menjadi sebuah tradisi yang  sungguh menyesatkan dan membuat kondisi semakin tidak bagus.

Mengenai  persoalan rekomemndari dari partai saja sudah menggegerkan masyarakat, karena  dalam kenyataannya ada calon yang didukung oleh mayoritas masyarakat, namun karena tidak disukai oleh partai atau para elit partai, ternyata tidak mendapatkan rekomendasi dari partai dan akhirnya tidak dapat menjadi calon. Sebaliknya ada orang yang sesungguhnya belum dikenal banyak oleh masyarakat, namun karena banyak uang, lalu direkomendasi oleh partai sehingga mampu duduk sebagai calon. Soal nanti jadi betulan atau tidak ternyata tidak terlalu dipikirkan oleh partai. Inilah sebgian praktek dati partai kita yang lebih mementaingkan persoalan  keuangan ketimbang memikirkan bagaimana calaon itu dipilih oleh rakyat.

Kita memang terkadang  jengkel, marah, tetapi kepada siapa dan apa alasannya, karen akita bukanlah siapa siapa, hanya sebagai bangsa  yang ingin melihat kondisi bangsanya menjadi bagus, tertiba dan menghargai aturan main yang sudah ditetapkan. Lantas bagaimana sikap masyarakat dalam menghaapi pilkada serentak tersebut? Pada umumnya karena sudaha dibiasakan oleh para politisi untukmengharapkan imbalan dati merka yang berkompetisi, maka mereka pastinya akan menunggu kedatangan tim kampanye calon utuk memberikan aesuatu keoada mereka. Bahkan kalaupun para calon juga smeuanya berpartisipai memberikan sesuatu, maka biasanya akan diambul dan dipilih yang memberikan  lebih besar.

Memang ada satu dua yang lebih memilih  mengambil uangnya dann tidak memilih orangnya, namun kadarnya tidak terlalu besar. Kondisi dmeikian akan berakibat pada  partisipai pemilih menjadi lebih besar ketimbang  yang golput karena memang  bagi merka yang kerjanya serabutan,  masih tetap alan emndapatkan imbalan meskipun meninggalkan pekerjaannya. Coba kalau tidak ada imbalannya maka merka akan lebih suka bekja ketimbang mendatangi TPS untuk memilih dalam pilkada. Masalhanya aialah karena sudha kadung terbiasa dngan kondisi yang tidak baik tersebut, dan kalau kemudia diputuskan begitu saja, dapat dipastikan angka partisipasi memilih dari masyarakat akan berkurang drastis dan tentu itu akan dihindari oleh kita smeua.

Memang kemudian menjadi semacam simalakama, ingin memperbaiki sitem yang ada, namun dilain pihak  akan ada akibat yang tidak bagu bagi perjalanan pilkada. Namun kalau semua sepakat utnuk tidak melakukan pemberian imbalan kepada calon pemilih dana hal tersebut dapat dipegangi bersama, maka  msyarakat pada saatnya juga akan menjadi lebih baik. Namun siapa yang akan menjamin bahwa tidak ada pihak yang memberikan imbalan tersebut? Jika memang kondisinya dmeikian, maka yang dapat kita lakukan untuk pilkada tersbeut ialah bagaimana kita  menghimbau kepada masyarakat luas agar mampu memilih calon pemimpin yang sudah jelas kebaikannya dan sudah dikenal sebagai orang yang baik dan mementingkan kepenatinagn rakyat.

Jangan sekali kali memilih calon yang sama sekali belum dikenal atau yang memberikan imbalan lebih banyak, sebab boleh jadi yang dmeikian justru akan menyengsarakan rakyat. Mungkin memang secara formal mereka sudah disaring oleh pastainya maisng masing sebagai calon yang baik, namun mengingat kondisi saat ini yang dmeikian banyak faktor sebagaimana tersebut, maka  masyarakat juga perlu unyuk waspada dalam meilih calon pemimpinnya.  Demikian juga kita menghimbau kepada para pelaksana pilkada untuk merancang dan melaksanakannya dnegan lebih baik serta peran dari pengawqs juga harus ditingkatkan sehingga pelanggaran akan dapat diminimalkan.

Kita juga berharap bahwa semua masyarakat indonesia berpartisipasi dalam pilkada dnegan niat yang baik serta berdoa kepada Allah swt agar smeuanya dapat berjalan dnegan baik dan menghasilkan pimpinan yang lebih baik pula. Walaupun pilkda serentak  sangat rawan , namun kta harus yakin bahwa  smeuanya akan berjalan dnegan normal jika kita memang menghendakinya, yakni dnegan semuanya mengawal pelaksanaannya dnegan baik dan gtidak mudah terpancing oleh hal hal yang dapat merusak pelaksanaan pilkda itu sendiri, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.