TROWONGAN SILATURRAHMI?

Baru saja  kita mendengar rencana dana usulan untuk membangun terowongan yang menghubungakn antara masjid Istiqlal dnegan gereja katedral yang hanya berjarak sekitar 100 meter tersebut. Aadalah presiden Jokowi yang menyatakan saat menjenguk pembangunan renovasi pembangunan masjid Istiqlal kemudian menyatakan  tadi ada ususalan untuk membangun terowongan yang menghubungkan antara masjid istiqlal dnegan gereja katedral dan saya juga  sudah menyetujuinya, kata beliau. Tentu usulan tersbeut bukan buruk dan tetap bagus, hanya saja tentu ada prioritas yang harus dikerjakan terlebih dahaulu, mengingat  pentingnya.  Meskipun baru rencana, namun kalau prsiden sudah menyetujui, biasanya akan segara dikerjakan.

Karena itu buru buru kemudian ada beberapa tokoh yang mengkritiknya dan tidak setuju dnegana renca apembangunan  terowongan yang diberi nama terowongan silaturrahmi etrsebut. Kkranya memang tidak terrllu signifikant apapun alasnnya, semacam untuk mempererathubungan antara agama dan lainnya, karena  simbol yanag hanya  ada di jakarta dan menelan banyak biaya tersebut tidak akan efektif, kaarena persoalan persinggungan antara  agam tersbeut akan selalu muncul, manakala atidak dilakukan upaya upata nyata lanngsung di masyarakat dana tindakan tegas daan adil para aparat. Selama itu belum dilakukan dnegan baik, maka selama itu pula persoalan agama tersbeut akan selalu muncul.

Bagaimana mendirikan rumah ibadah, meskipun sudah ada rambu rambunya, ternyata di lapangan  amasih sering terjadi keributan, karena  mereka tidka mentaati aturan tersebut dan bahkan  setelah terjadi ekributan, para aparat tidak mampu bertindak tegas dalam menyelesaikannya. Bahkan saat  peras=yaan hari besar agama, di beberapa daerah yang minoritas pun akan selalu mendapatkan gangguan dari yang mayoritas dengan berbagai dalih yang membenarkan tindakn mereka. Ini adalah masalah serius yang harus segera diselesaikan, bukan dnegan mendahaulukan pembangunan   terowongan yang pasti menghabiskan banyak anggaran namun  efektifitasnya untuk meredam persoalan agama tidak ada jaminan.

Sekali lagi pembangunan terowongan bukan hal yang buruk melainkan belum terlalu prioritas, karena itu para  orang dekat presiden seharusnya menyampaikan maslaha ini kepada beliau sehingga beliau tidak  langsung menyetujui usulan yang ternyata menuai kotroversi. Menurut saya presiden tidak perlu malu untuk mencabut persetujuannya saat ini karena ada persoalan krusial lainnya yang membutuhkan penanganan segara, sedangkan untuk pembangunan terowongan silaturrahmi tersebut dapat ditunda untuk e=waktu yang lama setelah nanti berbagai persoalan medeak sudah diselesaikan. Saya yakin jika pemvanguna  terowongan etrsebut dilanjutkan, maka akan banhyak kritikan, baik yaang benar benar kritik maupun yang hanya memanfaatkan untuk memperoleh panggung semata.

Persoalan potensi disintegrasi bangsa di beberapa daerah yang  awalnya disebabkan oleh masalah agama yang kemudian menjalar ke masalah kecemburuan masalah ekonomi dan lainnya tentu harus memperoleh prioritas utama karena  meskipun tampaknya hanya kecil, namun kalau sudah menjalar kemana mana tentu akan sulit penanganannya. Maslah kecemburuan masalah ekonomi juga dapat dipicu oleh persoalan ketidak adilan pemerataan ekonomi diantara mereka yang memperoleh hartanya dnegan mudah melalui jalan yang tidak benar, namuan masih dapat berkeliaran dengan bebas  dan maslah para petani yang hidupnya sangat menderita. Para koruptor hidupnya bergelimang uang meskiun kita yakin mereka itu tidak bisa tenang, namun secara kasat mata merka itu hidupnya enak, sementara para petani hanya mampu menyaksikan mereka saja dnegan penuh penderitaan.

Mungkin di tingkat elite di jakarta persoalan agama sudah selesai karena mereka sudah terbiasa duduk bersama, makan bersama, nerdiskusi bersama, namun di daerah apalagi rakyat jelata, mereka itu  sama sekalom tidak pernaha berkumpul dngan sesama  pemeluk agama lain, sehingga ketika mereka kemudian ada sedikit persoalan yang muncul,  akan dnegan mudahnya menjadi tersulut dan terbakar, karena ada yang mengipasi sedikit saja. Para  provokator maslaah tersebut saat ini masih banyak bergentayangan di darah daerah dan mereka akan segera menafaatkan  segala hal yang menarah ke sana. Rupanya mereka akan snagat senang jika diantara umat beraga selalu ribut dan berperang dengan mendasarkan  kepada persoaan agama.

Para provokator tentu akan dapat mengambil keuntungan dai situasi etrsebut dan  mereka kemudian akan beralih ke daerah lainnya untuk mendapatkan keuntungan lainnya lagi.  Para aparat keamana  juga seharusnya diberikan  bimbingan nmenegani hal tersbeut agar mereka dapat menanganinya dnegan baik dan adil, karena kita sering menyaksikan mereka tidak berbuat adil dalam menangani persoalan bentrok antar pemeluk agama. Di beberapa deaerha ada jamaah yang sedang menjalankan ibadahnya, lalu diganggu oleh umat lainnya. Sedangkan di daerah lainnya sebaliknya ada  oang sednaag beribadah  menurut agamanya lalau tiba tiba diserang oleh umat lainnya. Seharusnya di negara kita yang aturannya snagat jelas, tidak ada lagi kejadian seperti nitu karena smeuanya sudah diberikan haknya masing masing dnegan baik.

Seharusnya hal hal semacam itu yang harus dierhatikan dan diselesaikan terlebih dahulu dana bukana membangun infra struktur yang  manfaatnya  dapat di prediksi kurang dan bahkan  mungkin justru akan menimbulkan pro kontra diantara masyarakat sendiri. Sekali lagi membangun terowongan silaturrahmi antara masjid istiqlal dengan gereja ketedral itu tidak salah dan bukan seuatau yang buruk, namun sekali lagi  itu belum terlalu mendesak dan  tidak signifikan manfaatnya, bahkan malahan akan berpotensi menjadi peroalan yang  tidak kunjung selesai. Ungtuk itu sebaiknya memang  rencana tersebut meskipun presiden sudah kadung menyetujui, bukan berarti dibatalkan, melinkan hanya ditunda saja dan saat harsu dibuat untuk menylesikan berbagai masalah yang snagat medesak.

Kita berharap pak presiden dapat  memahami kondisi ini dan bertindak bijak sehingga bangs aini akang sangat bangga mempunyai presiden yang tega dan lebih memikirkan kepntingan banyakpihak ketimbang hanya  kepentinagn beberapa pihak saja. Kita yakin preiden akan menunda pelaksanan pembangunan terowongan etrsebut sampai pada waktu yang memungkinkan nantinya sehingga tidak akan menimbulkan maslaha lagi di kemudian hari, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.