PENGEMBALIAN MANTAN ISIS?

Akhir akhira ini banyak pihak yang menyarankan dan bahkan berharap banyak mereka yang terlibat dalam ISIS dan saat ini mungkin sudah menjadi mantan di luar negari agar dikembalikan ke indonesia. Salah satu yang berharap dmeikian ialah tokoh dan pimpinan PKS dan ada beberapa pihak lainnya, namun juga tidak sedikit yang enolaknya untuk dipulangkan. Mari kita lihat dan analisa dnegan jernih tentang masalah tersebut, yakni bahwa pada masa yang lalu kita smeua sudah menghimbau kepada smeua anak bangsa untuk tidfak mendekat dnegan ISIS dan kita perkuat rasa kebangsaan kta serta menolak segala hal yang akan mampu memecah belah kita semua.

Salah satu hal yang paling kita tolak saat itu ialah ISIS karena  ada ty=ujuan untuk mendirikan negara sendiri  dan melenyapkan negara yang sudaha eksis. Termasuk  di negera kita imbah terhadap ISIS tersebut ialah keinginan mereka auntuk mengubha negara kita dnegan negara islam ala mereka yang oleh para ulama sendiri telah ditolak mentah mentah. Bahkan mereka justru  memmandang kita bukan sebagai saudara sebangsa, melainkan sebagai musuh yang akan dilenyapkan. Tujuan merka aingin menjadikan negara yang sangat besar dan berpaham trans nasional. Mereka rupanya terpedaya oleh pemikiran kuno yang tidak realaistis dnegan mendirikan khilafah yang membawahi banyak negara.

Namun  lama kelamaan  banyak tokoh dunia yang sadar bahwa apa yang dicita citakan oleh para tokoh ISIS hanyalah persoalan politik saja dan sama sekali tidak ada persoalan agama di dalamnya yang diperjuangkan, karena itu para tokoh di beberapa negara Islam sendiri kemudian  mengetahui persoalan tersebut dan kemudian balik menghantam ISIS dan akhirnya ISIS lama kelamaan  tersingkitr dari jagat perpolitikan dunia. Bahkan hanya tertinggal sisa sisanya saja  yang susah untuk bangkit kembai, meskipun kita tidak boleh lengah dnegan kondisi tersebut, karena siapa tahu nantinya akan muncul tokoh lain yang menghidupkan kembali citc cita mereka.

Nah kondisi etrsebut saat ini sudah banyak dimengerti oleh masyarakat awam yang tidak mudah lagi untuk diiming imingi dengan segala macam argumen mereka. Pada  saatnya kemudian banyak diantara mereka yang dahulunya ngotot untuk terus memperjuangkan ISIS, akhirnya sadar dan kembali kepada  habitatnya serta meninggalkan keanggortaannya sebagai bagian dari ISIS. Diantara mereka adalah para WNI yang sudah menyatakan menjadi anggota ISIS namun saat ini sudah menyatakan diri sebagai mantan, dan ingin kembali ke negara kita Indonesia. Sudah barang tentu mereka yang berideologi demikian tidak mudaha untuk meninggalkannya, dan kemungkinan itu merupakan strategi saja untuk dapat bertahan, lalu pada saatnya mereka akana bangkit kembali.

Karena itu bagi kita bangsa Indonesia yang sudah terlalu banyaka persoalan,  tidak seharusnya mudah untuk menerima kembali mereka ake negera kita, karena  pertaubatan mereka belum teruji, ada kemungkinan bahwa mereka belum benara benar bertaubat dan kembali menjadi waraga yang baik. Untuk itu karena menjadi ISIS adakaha pilihan mereka dan kota tidak menyuruh dan bahkan dahulu kita mencegahnya, namun tetap nekat, maka sebaiknya sekali lagi kita tidak mudah menerima mereka kembali. Biarkanlah mereka tetap berada di tempat saat ini berada karena sudah dipilihnya sendiri.

Jika saya disuruh memilih antara merima merek akembali ke negarakita atau tetap pada  tempat saat ini mereka berada, maka saya akan memiloh biarlah mereka tetap saja di sana, toh kalau[un mereka kemudian bertaubat sungguhan, mereka masih tetap dapat hidup dnegan normar dan baik di sana. Semua itu kta lakukan hanya dmei menjaga jaga  sesuatu kemungkinan ygang tidak kita inginkan. Namun kalau nanti sudah terbukti mereka berlaku sangat baik dan sama sekali tidak terlibat dalam persoalan [olitik yang erhubungana dnegan ISIS atau bentuk lainnya yang senyawa, maka  jika mereka ingin kembali ke Indonesia, tentu harus melalui prosedur sebagaimana warga negara asing ingin menjadi WNI dan kita akan menerimnaya.

Tentu ini smeua bukan dalam korodor politik, melainkan hanya sekear untuk berjaga jaga ats kemungkinan buruk yang dapat saja terjadi di kemudian hari. Mengurusi  warga bangsa  kita saja sudah terlalu sulit karena terlalu banyaknya warga , mengapa kta harus menambah beban  dnegan memulangkan mereka yng sudah jelas membangkang kepada kita pada saat itu. Kalau mereka saat ini sudah menjadi warga negara surah atau irak, biarkanlah mereka tetepa menjadi warga negara mereka. Saya tidak berkepentingan dnegan persoalan politik, namun hanya  menyaksikan saja betapa  urusan yanag belum beres di kita masih terlalu banyak, mengenai kemiskinan,  mengenai kesematan kerja, menganai persoalan pemberantasa korpsi dan penegakan hukum lainnya serta lainnya.

Kita juga tidak berprasangkan kepada para tokoh yang meminta pemulangan mantan ISIS, karena kalau hanya sekedar mendapatkan dukungan secara politis, maka itu ongkosnya terlalau besar, namun kalau ada agenda lainnya yang  tidak ditampakkan  saya juga pastinya tidak tahu. Cuma saja kita harus pberikir lebih jernaih tentang rencana pemulangan manta ISIS tersebut, karena menurut istimasi saya akan banyak medlaratnya keimbang manfaatnya. Sudahlah kita mengurusi yang ada di hadapan kita untuk mensejahterakan rakyat melalui banyak hal, termasuk di dalamnya penguatan KPK yntuk memberantas korupsi yang ternyata masih snagat banyak di negeri ini. Demikian juga dengan penegakan hukum lainnya yang masih timpang dan  ada pihak pihak yang menjadi snagat kuat di hadapan hukum dan ada juga yang snagat ringkih di hadapan hukum.

Masalah kemiskinan yang hingga saat ini masih terlalau banyak juga harus segera dituntaskan, karena kalau dibiarkan terus menerus, maka akan berpotensi untuk menjadi kerusuhan sosial yang membahayakan integrasi bangsa. Mari ciptakan lapangan kerja yang mudah diakses oleh anak anak bangsa kita sendiri dan kita harus memberikan prioritas kepada anak bangsa sendiri ketimbang kepada warga bangsa lainnya, terkecuali kalau ada skill yang hanya dimiliki oleh tenaga kerja sing tersebut.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.