PEMBENAHAN NADZIR WAKAF

Undang undang tentang wakaf di negara kita sudah cukup lama diundangkan, yakni pada tahun 2004, namun kenyataannya sampai saat ini wakaf belum sebagaimana yang diharapkan, karena  sepetrinya masih jalan di tempat, padahal kewenangan sudah diberikan secara penuh. Memang kalau dipersoalkan mengenai undang undang tersebut, tetap saja ada karena yang namanya karya manusia pastilah akan tampak kekurangannya. Salah satu yang dapat dipersoalkan dalam undnag undang tersebut, terkai dengan nadzir wakaf ialah bahwa nadzir sebagaiamna disebutkan dalam undang undang tersbeut terdiri atas perorangan dan organisasi. Hal yang terkait dengan nadzir perorangan tentu harus dijelaskan mnegenai perannya dan harta wakaf yang bagaimana yang diserahkan kepada nadzir perorangan.

Sementara itu untuk nadzir organisasi, selama ini seperyinya juga belum dibuat secarac mandiri, melainkan hanya mengikuti organisasi yang sudah ada, sehingga tidak murni untuk mengrus wakaf. Sebagai contohnya ialah nadzir yang berupa yayasan, padahal untuk yayasan etrsebut sudah ada undanag undangnya sendiri,se hingga ada kemungkinan  nantinya ada konflik kepentingan dinatara keduanya. Hal etrsebut disebabkan yayasan itu biasanya mengurusi dan mengelola banyak harta yang sumbernya banyak, sehingga  akan ada kemungkinan percampuran antara harta wakaf dan lainnya. Di samping itu untuk pelaporan yanag sebagaimana diminta oleh undang undang dilakukan secara periodik, nayatanya  juga tidk jalan.

Satu satunya jalan yang dapat ditempuh oleh BWI ialah dnegan membentuk organissi tersendiri yang memang khusu mengurusi wakaf, bukan dititipkan kepada organisasi yang sudah ada yang peruntukannya tidak hanya mengurusi harta wakaf.  Panas saja sampai saat ini penguruan mengenai wakaf kirang  greget dan  hasilnya pun juga kurang menggembirakan. Wakaf yang diharapkan akan mampu memenuhi  cita cita umat muslim, nhyatanya belum bergerak dari kondisi yang ada sebagaimana adanya sejak zaman dahulu. Seandainya sejak dindangkannya undanag undang tentang wakaf ini wakaf ditangani dnegan benar dan serius, maka saat ini seharusnya sudah dapat dirasakan hasilnya, yakni seluruh kebutuhan umat islam akan terpenuhi dnegan baik.

Nadzir yang berbentuk organisasi seharusnya dapat lebih dikembangkan unyk mengelola dana wakaf ini dengan lebih baik, namuan dnegan kondisinya yang seperti saat ini,  ada kemungkinan  alah akan terjadi benturan antara kepentingan wakaf dnegan kepentingan lainnya, karena hampir seluruh nadzir organisasi masih bercampur dnegan organisasi yang menangani banyak hal, seperti yayasan yang mengurus uang pendidikan, atau soaial dan lainnya  ditambah dnegan urusan harta wakaf.  Secara lahir  saja akan dapat dilihat betapa sulitnya para pengelola untuk memisahkan antara harta wakaf dnegan harta lainnya, apalagi kalau harus memberikan  laporan yang akurat terhadap harta wakaf dan mungkin juga harta lainnya.

Mungkin pada awalnya  diharapkan bahwa semua organisasi tersebut akan dnegan mudah mengelola harta wakaf karena  administran=sinya sudha sangat bags dsehingga ungtuk pemisahan harta tidaka lagi menjadi persoalan. Namun kenyataannya  tidka dmeikian karena  pada umumnya organisasi atau lebih tepatnya yayasan yang sekaligus juga mengurusi wakaf ternyuata  kesulitan y=untuk memisahkan antara dana wakaf dnegn yang lainnya. Karena itu jika kita tidak ingin kondisi speerti ini berlarut larut sehingga akan lebih menyulitkan,  BWI memang harus segera bergerak untuk melakukan rekrutmen para  nadzir organisasi dan membentuk organisasi pengurus atau nadzir oraganisasi. Dengan ebgitu  BWI akan lebih mudah mengontrol seua nadzir yang berbentuk orgnisasi karena akan jauh lebih mudah  untuk mendapatkan informasinya.

Pendeknya jika kita menginginkan perbaiakn dalam hal pengelolaan harta wakaf kiranya tidak ada jalan lainnya terkecuali harus berani untuk merombak keberadaan nadzir sebagaimana saat ini. Perombakan tersebut harus dibebaskan dari segala kepentingan, terkecuali hanya iangin mengembangkan harta wakaf semata, sedangkan persoalan lainnya  speerti like and dislike harus dijauhkan, karena hanya akan memebrikan dampak buruk bagi wakaf itu sendiri. Para nadzir yang saat ini  menduduki tempat sebagai pengurus atau nadzir juga harus legowo manakala memang tidak mampu mengurus dan mengembangkan harta wakaf sebagaimana yang diinginkan, kaarena memang tidak mampunyai ghirah mengembangkan harta dan tidak cukup pengetahuan dan pengalaman dalam mengelola harta untuk dekembangkan lebih jauh.

Wakaf itu tidak boleh dibiarkan begitu saja dan mandek tidak berkembang, karena tujuan wakaf itu sendiri ialah untuk kemaslahatan umat dan memberikan  kesejahteraan umat secara umum. Dengan harta wakaf tersbeut kiranya semua kepentingan umat yang bersifat umum seperti pembangunan tempat ibadah, tempat pendidikan, rumah sakit dan  sejenisnya akan dapat dipenuhi tanpa harus meminta minta  sebgaimana saat ini kita saksikan. Jika kita mengetahui ada harta wakaf yang begitu banyak, tetapi hanya dibiarkan sebagai harta wakaf saja, namun tidak akan pernah memberikan kemanfaatna bagi umat, lalu apa gunanya  memberikan wakaf tersebut. Karena kita meyakini wakaf bukan hanya sekedar perbuatan ibadah dari wakif semata, melainkan ada  tujuan yang lebih mulia yakni memperbaiki kondisi umat agar menjadi lebih baaik dan berdaya.

Para nadzir yang direkrut  haruslah memenuhi persyaratan, jujur, amanah,  berpengalaman, mempunyai  keinginan kuat untuk mengembangkan harta dan sekaligus tulus dalaam menjalankan tugasnya. Bukan berarti kalau tukus itu harus gratis dan tidak diberikan honor, sama sekali bukan begiu, karena  harta wakaf itu kalau dikembangkan maka sepuluh persennya dapat digunakan untuk ongkos para nadzir yang mengembangkannya. Dengan dmeikian  sesungguhnya  aspek ketulusan etrsebut harus dilihat sebagai  kesungguhan dalam mengelola harta wakaf dnegan kejujuran dan keamanahan. Karena itulah yang lebih penting dari lainnya. Kalau pengelolaan wakaf tersebut benar benar bagus dan mampu menghasilkan keuntungan yang besar, maka umat islamlah yang juga akana beruntung. Semoga BWI eh=gera memberanikan diri untuk bertindak dan melakukan perbaikan secepatnya, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.