SIFAT ALLAH ALBARI’

Salah satu asmaul husna ialah al-bari’ atau yang maha  amengadakan, yakni mengadakan dari yang todak ada menjadi ada dnegan kehendak Nya. Ada sedikit perbedaan dengan al-Khaliq yang bermakna menciptakan dan biasanya kalau al-Khaliq itu menciptakan dnegan ukuran ukurannya, namun kalau alBari’ tidak tertentu. Sifat ini memang hanya dimiliki oleh Allah swt karena hanya Allah lah yang mampu mengadakan sesuatu dari sebelumnya tidak ada, dan ini mungkin juga berbeda dngan pandangan para filusuf yang  berpandnagan bahwa tidak ada penciptaan dari yang tidak ada, karena pandangan mereka hanyalah didasarkan kepada pengamatan sesuatu yaang sudah a wujud sehingga kesimpulan mereka  seperti itu, Namun kota sangat yakin bahwa Allah swt itu mampu menciptakan atau mengadakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada.

Sifat al-bari; juga memapunyai makna yang menata, karena Allah lah yang maha menata segala sesuatu yang ada  di dunia ini. Apapun yang wujud di dunia ini memaang sudah tertata, namun bukan dengan sendirinya, melainkan memang sudah dirancang oleh Allah swt sedemikian rupa sehingga semuanyateratur dan tidak semrawut. Kalaupun makhluk Allah swt mampu untuk menata dan mengaturt sesuatu dnegan baik dan tertib, maka itu hanyalah sebagian saja dan lingkupnya tentu hanya terbatas, sehingga tidak dapat disamakan dnegan sifat Allah yang mutlak. Hanya saja manusia sebagai makhluk Nya juga mengikti dan meniru sifat Allah meskipun tidak dapat mencapai kesempurnaan, yakni jika manusia mampu merencanakan sesuatu dan memberinya tanda tanda secara detail sehingga   untuk mewujudkannya akan semakin dapat dilakukan pengontrolan.

Manusia akan sangat bagus jika mau  dan berusaha untuk meniru sifat menata dan merencajnkana ini karena segala sesuatu yang direncanakan dnegan matang, pasti hasilnya akan jauh lebih baik ketimbang tidak direncanakan sama sekali. Nah, sifat Allah yaanag maha mengadakan sesuatu dari tidak ada menjadi ada  adalah mutlak dan tidak ada yang mampu untuk menhikutinya, karena yang dapat diconotoh i=oleh makhluk Nya ialah  menjedikan sesuatu daru bahan yang sudah ada sebagaimana pemahaman para flusuf tersebut.

Kiranya seluruh umat muslim yang beriman akan mempercayai sifat Allah swt ini karena bagaimanapun umat akan tunduk dnegan segala hal yang terkaiat langsung dnegan sifat Allah, apalagi kalau kemudian manusia tersbeut mau merenungkannya sedemikian rupa sehingga akan mendapatkan kesimpulan bahwa hanya Allah lah yang Maha Kuasa untuk mengadakan sesuatu dari yang tidak ada, karena   kehendak Allah itu cukuplah diucapkan dnegan kun, maka sesuatu yang dikehendaki itu pasti akan wujud. Dunia dengan segala ininya ini sesungguhnya  merupakan  wujud dari sesuatu yang dahulunya tidak wujud, dan Allah lah yang mulai menciptakan dan mengadakan alam raya ini beserta seluruh isinya, termasuk manusia.

Mungkin kalau saat ini orang berkesimpulan bahwa penciptaan ma usia  ialah dari sesuatu yang sudah ada, yakni melalui berkumpulnya sperma laki laki dan ovum perempuan, namun pada awalnya hanya Allah lah yang menciptakan dan mengadakan dari sesuatu yang belum ada. Allah swt  dengan jelas menyatakan bahwa manusia pertam yakni Adam diciptakan oleh Allah dari tanah dan tanah itu yang menciptakan juga Allah swt yang sebelumnya sama sekali tidak ada. Demikian juga sesuatu yang saat ini sudah kita nikmati dan saksikan keberadaannya sebelumnya juga belum ada semacam langit dan bumi, lalu sesuatu yang saat ini mungkin belum ada, menurut sebagian ulama juga nantinya akan diadakan oleh Allah swt, yaitu surga dan neraka di akhirat.

Sebagaimana kita tahu bahwa saat ini Allah sudah menciptakan sunnatullah atau hukum alam yang berlaku di atas dunia ini, karena otu meskipun saat ini Allah mampu untuk mewujudkan sesuatu dengan begitu saja, namun karena sunnatullah sudah diberlakukan, maka Allah apsti akan mengikuti sunnatullah tersbeut, termasuk mewujudkan sesuatu yang sebelumnya tidak ada. Allah swt menciptakan atau mengadakan api yanag kemudian diberikan sifatnya yang membakar, lalu saat ini  semua api akan membakar apapun yang ada di dekatnya, dan itulah hukum alam yang telah ditetapkan oleh Allah. Namun jika Allah menghendaki karena smeuanya adalah ciptaan Allah swt, maka tidak ada yang menghalanginya.

Hanya saja Allah pasti tidak akan membuat keputusan yang bertentangan dnegan sunnatullah tersebut, terkecuali hanya dalam kondisi tertentu saja, semacam ketika nabi Ibrahim dibakar oleh namrud, lalu Allah berfirman kepasa api, wahai api jadilak]h kau  dingin dan sejuk dan menyelamatkan kepada Ibrahim dan apipun tunduk untuk tidak membakarnya. Demikian juga dengan sifat al-Bari’ Allah yang saat ini kta juga dapat menyaksikan hasilnya yang telah wujud, dan kita sesungguhnya juga mempercayai kalau Allah menghendaki untuk mewujudka sesuatu lainnya dari sebelumnya tidak ada pasti akan terwujud, hanya saja mungkin kita akan hanya  berharap saja tanpa ada kenyataannya, karena Allah telah menetapkan hukum alam tersebut yang harus diikuti oleh se=luruh makhluk nya.

Seluruh sifat Allah memangluar biasa meskipun terkadang banyak manusia yang tidak menyadarinya, karena tidak mau berpikir, padahal mereka telah merasakannya secara langsung, semacam maha bijaksana, maha adil, maha  penyayang dan lainnya. Coba sesekali manusianmau merenungkannya dan kemudian merasakannya, pasti akan lebih  tunduk dan  tunduk kepada apapun yang telah ditetapkan oleh Allah swt. Karena itu kita selalu dianjurkan untyuk emmikirkan ciptaan ciptaan Allah agar kita semakin menyadari kekurangandan kelemahan kita dan mengakui kehebatan dan kekuasaan Allah swt. Semoga kita smeua  semakin hari akan semakin menyar=dari posisi koita dan posisi Allah swt sehingga kita akan semakin menjadi lebih baik sebagai makhluk Nya, smeoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.