KENAPA HARUS BERSABAR?

Banyak ayat ayat dalam alquran yang menga jurkan kita untuk bersabar dan Allah swt sendiri juga selalu bersama dnegan orang orang yang bersabar. Kita juga sering menyaksikan  ketika seseorang sednag mendapatkan musibah, selalu saja kawan kawannya menasehatinya untuk bersabar. Lalu pertanyaannya ialah apa itu sabar dan bagaimana  seseornag mampu bersabar ketika sedang mengalami sbeuah goncangan yang dahsyat. Tentu masih banyak laginpertanyaan pertanyaan lainnya yang dikaitkan dnegan  kondisi sabar. Tidak mudah memang untuk bersabar ketika seseorang sedng mendapatkan musibah atau kondisi yanag menyakitkan, namun itulah yang selalu disarankan kepada smeua orang, sebab kalau dalam kondisi yang demikian sulit saja  orang mampu bersabar, diharapkan  dalam keseluruhan hidupnya akan menjadi tabah dna baik.

Memang ada perbedaan antara sabar dalam arti umum dan sabar dalam pengertian perang. Kita tahu bahwa sabar sebagaimana yang disampaikan dalam alquran yang terkait dnegan peperangan, adalah sikap untuk tidak menyerah dan berputus asa meskipun sedang mengalami kesulitan luar biasa. Artinya sabar itu ialah  tidak berputus asa dan tidka menyerah dnegan keadaan bahkan akan selalu berusaha secara terus menerus dan konsisten serta bersungguh sungguh. Memang kelihatannya sangat bertentanagn dnegan sabar dalam arti umum, karena sabar dalam arti peperangan etrsbeut justru memberikan pengertian bahwa dia haris terus bersuaaham meskipun usahanya  gagal dan tidak pernah menyerah dna berputus asa.

Karena itu dalam pengertian ini sabar bukan sikap menunggu dan pasif, melainkan justru malah aktif berusaha  sampai nantinya apa yang diinginkan tercapai. Namun biasnaya sabar dalam pengertian umum diartikan sebagai kondisi tidak emosi saat menghadapi persoalan, melinkan  justru  berdiam menyerahkan smeuanya kepada Allah swt. Sabar berarti menunggu dan bukan menjemput bola. Memang tidak ada yang salah dnegan pengertian sabar baik menurut umum maupun menurut alquran, namun memang harus  tepat pada tempatnya. Jika seseornag sedanag mengalami musibah tertentu dan disarankan untuk bersabar, itu artinya  disurun menerma apa yang sudah terjadi dan mengembalikannya kepada Allah swt dzat yang Maha Kuasa serta tidak emosi dan menyalahkan pihak lain.

Namun jika sabar tersbeut dihadapkan kepada kegagalan seseornag dalama usaha dan pekerjaannya, maka yang dimaksud tersbeut tentu  harus terus berusaha  tanpa mengenal putus asa sampai nantinya apa yang diinginkan dapat diraihnya, bukan berdiam diri dan menyesali nasibnya. Memang sabar itu akan dapat dimaknai benar jika pada saat yang gengting orang mampu mengendalikan dirinya serta tidak emosi dan marah, karena  sabar itu memang pada saat terjadinya sesuatu, atau dalam bahasa lainnya “al shabru inda shodmatil ula”, bukan  ketika segalanya sudha berlalu, kalau itu yang terjadi maka akan banyak orang mampu bersabar. Justru pada saat awal mula terjadi sesuatu atau musibah itulah kesabaran kita diuji, mampu ataulah tidak kita mengendalikan diri kta.

Pernyataan  bahwa Allah swt itu bersama dnegan orang orang yang sabar, tentunya mereka yang lulus dalam musibah dalam menyikapinya dan selalu menyerahkan semua urusnanya kepada Allah swt, sehingga hati dna pikirannya akan kembali normal dan mampu untuk berpikir jernih. Sikap untuk mengembalikan segala sesuatunya hanya kepada Allah itulah sikap hamba hamba Allah yang baik dan itulah mereka yang senantiasa akan disertai oleh Allah dan dibimbing dalam semua hal. Karena itulah mereka  disebut bersama dnegan Allah swt, tentu saja mereka yang mampu mengendalikan emosinya pada saat sedang turun ujian merupakan hamba pilihan dan tangguh dalam hal keyakinan dan keimanannya kepada Allah swt, bukan  sekedar dalam muliut, melainkan dalam sepak terjangnya dan sleuruh hidupnya.

Dalama kenyataannya  orang orang yang bersabar dalam menghadapi berbagai musibah, pada akhirnya merekalah yang akan menuai keberuntungan hidup. Ada banyak kalangan yang meskipun  menderita  hidupnya dan selalu direndahkan oleh pihak lain bahkan diperlakukan secara tidka manusiawi oleh pihak lain, namun karena dia menerima pelakuan tersebut dan menyerahkan smeuanya kepada Allah, pada akhirnya dia justru malah menuai keberuntungan dan menjadi orang sukses meskipun harus dijalaninya dnegan susah payah dan dalam watu yang lama. Sebaliknya mereka yang memandnagnya remeh dan sombong dnegan kesuksesannya, justru malah terpuruk dan menderita di akhir hayatnya. Ini sungguh harus menjadi pelajaran bagi siapapun untuk  dijadikan sebagai pengingat bahwa hidup itu terus berputar dan  snagat mungkin orang yang selalu meremahkan pihak lain, justru akan berbalik kepada dirinya sendiri.

Kita juga tentunya pernah menyaksikan betapa ada anak yatim miskin yang sekolahnya saja ditopang oleh pihak lain, namun dia  selalu bersabar dalam menerima apapun, termasuk setiap harus selalu diejek oleh teman temannya, bahkan terkadang malah difitnah dan disakiti oleh orang orang yang menyioombongkan harta orang tuanya, lalu pada akhirnya di amalah sukses meraih posisi yang terbaik sebagaimana mestinya. Artinya  dia selalu memperoleh keberuntungan dalam hidupnya karena kesabaran yang selalu diunjukkannya dalam  setiap saat.. Tidak semua orang memang mampu menjalani hidup sabar karena kebanyakannya mereka tidka ingin menjalani hidup yang susah dan  perihatin, karena itu ini juga harus dijadikan pelajaran bagi semua orang bahwa untuk meraih kesuksesn memang harus dilaluinya dnegan berbagai tahapan yang terkadang snagat sulit dijalaninya.

Tetapi kita meua  mempercayai bahwa jika orang tabah dan sabar dalam mengarungi hidup yang sulit, dan dia tetap tegar dalam kesulitan tersebut  serta tanpa mengenal lelah terus berusaha, pada saatnya dia pasti akan memperoleh kemudahan dan kesuksesan. Kisah teladan  para ulama zaman dahulu juga dapat kita baca kembali untuk menyegarkan ingatan kita tentang buah kesabaran yang ditunjukkan oleh mereka, sehingga kita seharusnya juga mampumelakukannya dnegan baik dan tulus, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.