KORUPSI TETAP KORUPSI MESKIPUN TIDAK DIHUKUM

Saat ini kita menyaksikan pertunjukan masyarakat kita yang sedaang memainkan perannya masing masing, dan apa yang dahulu pernah disampaikan secara umum bahwa uang dan kekuasaan itu akan mampu membeli segalanya, termasuk hukum, saat ini benar benar menjadi kenyataan. Pendapat masyarakat dapat digiring dan dibentuk sedemikian rupa sehingga apapun yang diinginkan akan dapat diwujudkan,meskipun dnegana keterpaksaan dan snagat  naif. Apakah ini sebagai akibat dari kepintaran orang mengenai hukum atau sebalinya justru mulai tampak kedunguan masyarakat kita tentang keadilan dan kepastian hukum? Entahlah kita hanya dapat menyaksikan atraksi tersebut.

Orang yang jelas jelas   terkait dnegan sebuah  kejahatan, lalu dnegan mudahnya melepaskan diri dan seolah sama asekali tidak ada kaitannya dnegan kasus yang sedng diselidiki.  Opini banyak orang bahkan para ahli dapat dibeli dnegan uang sehingga opini tersbeut akan mampu mempengaruhi pengetahuan masyarakat yang pada gilrannya justru akan membela pihak yang bersalah. Mungkin ini adalah ksalahan bersama  yang tidak sempat dicerahkan  oleh ara ahli dan orang pintar, sehingga saat ini justru mer4eka dapat menikmati indahnya sebuah kekayaan dan kekuasaan.  Kondisi idealnya ialah semua orang yang bersqlah seharusnya mendapatkan balasan hukum setimpal dan tidak akan dapat meloloskan diri dari jeratan hukum.

Namun yang saat ini  ada adalah sebaliknya karna siapapun yang beruang akan mampu menghindar dari jeratan hukum dan  menguasai apapun, tentu terkecuali apabila dirinya sedang apes dan tidak mampu mengelak. Namun itu jumlahnya semakin sedikit seiring dnegan kepintaran mereka memainkan peran dana  membolak balikkan fakta.  Saat ini  orang akan semakin bersiap diri untuk mengelak dari kondisi apapun yang akan menjel=rat dirinya, dana persiapannpun sudha sedemikian ketat sehingga apapun yang diperankannya, akan dapat dilakukan sesuatu yang berkelit dari urusan yang bersangkutan. Rasanya  dada kita menjadi semakin sesak setelah mengetahui semua itu dan  biasanya hanya dapat muncul doa agar smeua dapat terbongkar dana yang salah akan dihukum dan yang benar akan bebas.

Komisi pemberantasan korupsi sudah dibentuk dana kehadirannya pada awal awal snagat menyeramkan khususnya bagi para pelaku korupsi, namun kemudian mereka yang galak, lalu dimusnahkan dan diupayakan akana menjerakan kepada para penggantinya. Namun kenyatananya para penggantinya juga masih garang dana  bahkan mungkin dapat dikatakan ;ebihgarang ketimbang sebelumnya. Lalu muncul keinginan  untuk melemahkan lembaga anti rasuwah tersebut melalui mekanisme revisi undang undang, namun  upaya tersbeut gagal dana tidak mampu menembus kekuatan rakyat yang membelanya mati matian.

Namun rupanya mereka yang sudah kadung  berketetapan untuk melemahkan KPK tersebut terus mencarai cara bagaimana  agar posisi KPK akan dapat dilemahkan, atau setidaknya dapat dikendalikan sehingga mereka yang sudah terbiasa melakukan penyelewengan akan sedikit aman dan tidka terancam. Masyarakat masih saja berupaya unyuk mempertahankan KPk sebagaimana mestinya yang akan senantisa memerangi korupsi di negeri ini, tidkaa pandang siappaun yang melakukannya, termasuk para penguasa dan mereka ayang sedang mempunyai keiuatan riil.

Sampaia pada akhirnya merka memaksakan kehndaknya tanpa meminta persetuan rakyat atau bahkan terkesaan sembunyi sembunyai agar tidka mendapatkan perlawanan dan nyatanya mereka akhirnya berhasil dengan mulus  merevisi undang undang tentang KPK, dana nyaanya pula KPK saat ini sepettinya kehilangan  senjata yang menjadi andalannya, yakni OTT, yang saat ini meskipun masih ada tetapi akan sangat sulit dilaksanakan karena harus ada ijin dari dean pengawas  dan itu tentu akan dapat bocor sebelum aksi dijalankan.  Kita memang sangat percaya kepada para anggota dewas, namun karena banyak orang dana ada p[pula  pihak pihak lain yang adadi sekitar mereka, maka  sangat mungkin apa yang akan dilakukan oleh KPK sudah diketahui lebih dahulu olehmereka yang akan di ott.

Walaupun dewas memastikan bahwa dalam waktu 24 jam ijin kalau sudah diajukan pasti akan dijawab, namun  waktu  jeda demikian panjang tersbeut juga berpotensi unyuk dapat digunakan oleh pihak pihak tertentu untuk menghindar atau menghilangkan barang bukti dan lainnya. Bahkan kasus suap komisioner KPU beberapa waktu yang lalu penyidik KPK tidak dapat mengeledah  kantor sebuah partai politik dengan alasan belum ada ijin dan lainnya. Tentu ini sangat melukai rasa keadilan masyarakat yang biasanya KPK akan segera menindak lanjuti penggeledahan setelah melakukan aksi OTT sehingga barang barang bukti akan dapat ditemukan selbih awal.

Alasan partai dan para kadernya juga sesungguhnya tidak dapat disalahkan secara firmal karena kondisi KPKnya yang sudah loyo. Mereka memang menghadang penggeledahan karena mereka tidak membawa surat perintah geledah, itu benar namun bukan di situ persoalannya, karena sejak KP mandul karena beberapa kelemahan yang ada pada dirinya, maka akan sangat mudah untuk di”permainkan” oleh pihak pihak tertentu. Itulah kenyataan saat ini  sesuatu yang dahulu dapat dianggap sebagai sebuah indak korupsi, ternyata saat ini akan dnegan mudah untuk dibelokkan sehingga pelakunya akan menjadi merasa aman dan nyaman.

Bahkan saat ini juga sudah ada suara yang membelokan suap komisioner Kpu yang dilakukan oleh salah seorang kader partai politi=k pemenang pemilu menjadi sebuah penipuna  yang dilakukan secara perorangan saja. Ini tentu kuga ada maksud yang lebih jauh karena  saat ini  sudah banyak yang menghuuungkan suap tersebut dnegan petinggi partai dan tentunya kalau itu terus digulirkan dan ditindak lanjuti oleh KPk, maka akan dapat merusak citra partai. Karena itulah harus ada upaya  yang terus menerus agar dilokalisir hanya sebagai bentyuk kejahatan yang dilakukan oleh perorangan saja dan bukan termasuk ranah KPK. Inilah yang saya maksudkan  kecanggihan orang pada saat ini atau karena KPK sudah lemah dna loyo? Wallahu a’lam.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.