WAKAF PRODUKTIF

Memang tiak seluruh harta wakaf itu harus produktif dalam arti secara ekonomi, karena sebagian wakaf bertujuan untuk dijadikan sebagai tempat ibadah ataupun tempat peristirahatan terakhir bagi umat atau untuk kepentingan secara umumbagi umat. Dengan begitu kalau ada orang mewakafkan sebidang tanah yang diniatkan untuk dijadikan sebagai tempat ibadah, maka tanah wakaf tersbeut secara riil memang tidak produktif secara ekonomi, melainkan  dapat dikatakan sebagai produktif jika nantinya tempat tersebut dijadikan sebagai tempat ibadah umat yang semakin ramai dan bermanfaat secara luas. Demikian juga juga jika ada orang mewakafkan sebidang tanah untuk  makam, tentu tanah tersbeut tidak akan berkembang secara ekonomi, karena memang peruntukannnya khusus untuk pemakaman saja.

Namun sesunggunya maksud umum  wakaf itu sendiri ialah agar dapat dikembangkan sedemikian rupa sehingga  akan lebih bermanfaat bagi banyak orang. Karena itu harta wakaf sebaiknya dikelola dengan snagat bagus dan profesional sehingga akan mendatangkan kemanfaatan yang maksimal. Saat ini kalau kita mengetahi  benda  atau harta wakaf di beberapa negara Islam, sudah sedemikian maju dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi umat secara umum. Pengelolaannya tentu harus dnegan perhitungan yang matang dana dilakukanoleh para ahlinya, semacam dikembangkan menjadi  usaha yang  produktif, apakah itu berupa pabrik, hotel, restoran dan lainnya. Bahkan saat ini seluruh sektor sudah dimasuki sebagai usaha  pengembangan harta wakaf.

Sudah banyak rumah sakit yang dididirikan atas dana wakaf, hanya mungkin belum ada  bandara yang dibangun atas biaya wakaf. Mungkin ke depannya sangat prospektifa untuk dijalankan, karena memang harta wakaf itu harus dikelaola dngana profesional dna menghasilkan harta yang nantinya dapat digunakan  unyjk kemaslahatan umat secara umum. Maih banyak kebutuhan umat yang harus dibiayai, semacam  pembanghunan dan renovasi tempat tempat ibadah, tempat belajar, orang orang miskin, anak anak yatim dan  untuk keperluan memberikan beasiswa ke[ada anak anak yang  sedang mencari ilmu dan dananya sangat terbatas.

Di negera kita setelah munculnya undang undang tentang wakaf,  sangat longgar dan  memungkinkan untjk melakukan wakaf mneskipun tidak mempunyai cukjup banyak harta, karena yang terpenting ialah bagaimana kita  niat untuk berwakaf dan membantu kepentingan umat. Bahkan kalau dahulu  untuk wakaf itu harus  merelakan harta kita diberikana  untuk selamanya, maka saat ini suadha dapat mewakafkan harta kita dalam waktu tertentu. Artinya tidak mesti wakaf itu harus muabbad atau selamanya, melainkan juga dapat dilakukan secara muaqqat atau dalam waktu tertentu, semacam kita mewakafkan mobil untuk kepentingan pangti asuhan selama lima tahun, atau meakafkan rumah untuk ditempati oleh anak anak yatim selama sepuluh tahun dan lainnya.

Bahkan saat ini kita juga mengenal wakaf tunai atau wakaf uang yang dnegan mudah kita dapat memberikannya dengan tata cara yang telah diatur dalam  aturan mainnya. Namun ke depan mungkin akan lebih prakatis jika  dilaukan penyederhanaan wakaf tunai tersebut sehingga tidak harus datang ke bank, melainkan hanya mentransfer saja datu rumah akan dapat melaksanakan wakaf tersbeut dan  soal sertifikat wakafnya da[at dikirimkan lewat pos atau email dan lainnya.

Haal yang per;u dilakukan saat ini ialab gbagaimana kita dapat mengajak seluruh umat muslim unntuk gemar berwakaf dengan cara yang sederhana  dan mudah dilakukan. Tentu harus ada penelitian terkait hal tersebut, mengenai keinginan  dan kecendrungan umat dalam wakaf, lalu  pilihan yang terbanyak  untuk dijalankan oleh umat, apakah wakaf tunai ataukah wakaf terbatas waktu ataukah wakaf benda tetap tidak bergerak dan lainnya. Pemetaan tersbeut diperlukan agar para nadzir wakaf nantinya akan dapat  memilih dalam mensosialisasikan wakaf kepada masyarakat dan masyarakat akan dengan mudah dapat melakukan wakafnya.

Barangkali juga  sangat penting untuk diketahui tentang seberapa perbandingan masyarakat yang berwakaf dnegan berbagai jenis sebgiaman tersebut, lalu peruntukan dari wakaf tersebut sampai saat ini sudah digunakan untk apa saja. Mungkin juga dapat diketahui perbandingan etrsebut antara di negara kita dan negara tetaangga semisal Malaysia  atau Brunai Darussalam dan lainnya. Kita sesungguhnya memerlukan informasi seputar pelaksanaan wakaf tersebut di ebebrapa negara dengan tujuan untuk  dapat dijadikan sebagai dasar dalam  menghimbau masyarakat agar genar berwakaf dan manfaat apa yang sudah dapat dinikmati dengan benda wakaf tersebut.

Di negra kita Indonesia saat ini sungguh sangat banyak tanah wakaf yang tidak tergarap dnegan baik dan  hanya menghasilkan  uanag sewa darui petani semata yang jumlahnya sangat minim. Tentu akan jauh lebih bermangfaat jika  para nadzir dapat mengembangkannya sedmeikian rupa  menjadi beberapa wujud dan  menghasilkan banyak uang untuk kepentingan yang lebih besar.  Para nadzir harus berani dan  yakin bahwa apa yang dilakukan dnegan memperkerjakan orang orang profesional dalam mengembangkan harta wakaf tersebut akan menghasilkan sesuatu yang dapat diyakni  bermanfaat besar bagi umat. Memang mungkin nadzir saat ini belum mampu mengelolanya dengan baik karena memang tidak mempunyai keahlian dalam bidang tersebut.

Namun jika BWI yang berwenang untuk menetapkan  nadzir tersebut belum dapat bergerak dan menempatkan [ara nadzir profesional, maka para nadzir juga dapat  menyewa profesional untyuk mengelola harta wakaf tersebut dnegan beberapa syarat yang ketat, semacam amanah, profesional dan berintegritas tinggi. Pengawasan juga harus terus dilakukan dengan baik sehingga potensi penyelewengan tidak akan terjadi dan  kita smeua pada saatnya akan dapat merasakan menfaat hasil yang sudah dikerjakan oleh para profesional tersebut. Semakin berkembang harta wakaf tersebut, maka akan semakin  sejahtera masyarakat dja juga para nadzir itu sendiri, karena aturannya memungkinkan  para nadzir diberikan upah maksimal sepuluh persen dari keuntungan wakaf tersebut.

Kita berhrap  ke depannya  harta wakaf kita akan semakin banyak dan produktif sehingga akan lebih banuak lagi dapat memberikan pengentasan terhadap mereka yang miskin dan mmeberikan g=fasilitas yang lebih baik bagi kepentingan umat secara umum, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.