MENGENANG ORANG ORANG HEBAT DALAM HIDUPKU

Banyak pihak yang menjadi inspirasi dalam hidup saya,  setidaknya selain kedua orang tua, terutama ibu. Kalau mereka atau orang tua, tentu sudah pasti memberikan inspirasi bagi saya dalam mengarungi hidup dan memberikan cambuk bagi saya, betapa tidak  saat ayah saya wafat pada saat sedanag sekolah di madrasah tsanawiyah kelas 1 dan saya waktu itu sama sekali tidak ada gairah untuk sekolah sehingga nilai raport saya sangat jelek. Namun setelah ayah wafat, saya kemudian baru berpikir bagaimana kalau hidup saya sepet=rti itu terus dan tidak bergairah untuk sekolah, makanya kemudian saya mulai  mantap berniat untuk sekolah dnegan baik, yakni pada saat saya di kelas dua, bahkan saat itu setiap harinya harus menghafal beberapa bait alfiyah ibnu malik beserta erjemah dana maksudnya.

Alhamdu lillah pada akhir kelas tiga saya mampu menghatamkan dan hafal alfiyah yang seribu bait tersebut dan mendapatkan pernharagaan dari sekolah bersama dnegan beberapa orang  siswa. Nilai sayapun snagat bagus sehingga saya lanjt ke madrasah aliyah dan singkat cderita pun  madrasah aliyah juga saya  laluindnegna baik dan  nilai saya juga snagat bagus. Ada satu nilai yang tida dapat saya bayangkan yang saya dapatkan dari menyaksikan  kiyai yakni hadratus syaikh Kh Muslih  bin Abdurrahman yang  konsisten dalam menjalankan wirid dan juga membangunkan para santri menjelang subuh. Walaupun saya bukanlah sanyri yang terbaik, namun saya bangga dapat menangi dan ngaji secara langsung kepada beliau, bahkan saya juga sempat mendapatkan beberap wejangan secara langsung.

Hal yang sampai sata ini tidak dapat saya lupakan ialah pesan beliau untuk tidak melupkan shalat, untuk membaca alquran dana untuk tidak emndekati perempuan. Komitmen saya memanag saya buktikan sehingga ketika pada saat saya menjadi mahasiswa dan terkadang harus melakukan aktifitas yang menyita waktu sehingga saya  sampai lupa shalat, maka pasti saya bermimpi  bertemu beliau dan saya diingatkan untuk shalat, dan saat itu pula biasnaya saya terbangun dan langsung menunaikan shalat. Demikian juga dnegan mengabadikan membaca alquran, bahkan waktu itu saya siatai untuk mencari istri yang hafal alquran agar alquran tidak pernah tidak terbaca di rumah, meskipun mungkin saya sedang terlalu sibuk sekalipun.

Namun alhamdu lillah sampai saat ini saya masih melanggengkan  membaca alquran meskipun hanya seidkit setiap harinya. Alhamadulillah nya juga anak anak saya juga senang membaca alquran dan bahkan merka juga menghafalkannya. Sungguh hati ini terasa asangattenteram daan bangga serta puas dnegan kondisi yang saya alami sampai saat ini. Pesan hadratus syaikh KH Muslih Abdurrahamna juga masih terngiang dalam diri saya  sehingga itu  akan selalu menjadikan saya teringat dnegan kebaikan demi kebaikan. Mungkin  masih banyak guru yang memberingan inspirasi bagi saya, khususnya pada saat masih di sekolah dasar, masih di tsanawi dan juga saat di Aliyah, namun kadarnya tidak sebesar pengaruhnya dari  KH Muslih.

Saat saya teringat dnegan ibu yang begitu sayangnya kepada saya dan  melakukan usaha apapun demi untuk anak anaknya termasuk saya, saya menjadi menanguis sendiri teringat betapa mulianya hati ibu yang tengah malam masih memperiapkan dagangannya untuk kemudian pagi hati dibawanya ke pasar agar mendapatkan uang untuk membiayai kami smeua. Mekipun dmeikian kami masih teringat saat kami meminta sesuatu dnegan setengah paksa dan kemudian juga dipenuhi oleh ibu meskipun harus melakukan usaha yang lebih keras lagi. Sungguh tidak akan terbalaskan  jasa ibu terhadap kami smeua sampai kapan pun.

Karena itulah sampai saat ini setiap saat saya harus mendoakan kepada mereka  tidak memandang waktu, apakah itu sehabis shalat maktubah ataukan saat berangkat kerja dan lainnya. Twenut kami semua masih merasa apa yang sudah kami lakukan untuk ibu masih snaat remeh dan belum ada apa apanya, dan saat ini yang kami dapat lakukan hanya berdoa, karena mereka sudah dipanggil oleh Allah swt, semoga Allah swt mengampuni segala dosa s=dosanya dana menerima semua amal baiknya dan ditempatkan di surga Nya yang tertinggi, amin.

Sesungguhnya ada satu  kawan yang memberikan inspirasi kepada saya khususnya  saat sudah dewasa, yakni mantan rektor universitas Diponergoro Prof Eko Budiharjo yang selalu memberikan semangat kepada saya meskipun saya ini yuniornya jauh dan juga tidak pernah bersama dalam belajar, dan hanya kenal karena beliau rektor dan saya waktu itu hanyalah seorang dekan dan  wakil rektor, tetapi beliau tidak pernah meremehkan saya dan bahkan emberikan apresiasi kepada saya tentang apapun yang sudha saya lakukan. Bahakn yang snagat terkesan bagi saya ialah  pada saat suatu ketika beliau menelpon saya  dan  dengan setengah memaksa  agar saya menulis  puisi, padahal selama hidup saya, saya tidak pernah menulis puisi, dan ditentukan judulnya tentang kematian.

Dengan terpaksa kemudian saya menulis dua puisi  tentang kematian yang tentu berbau agama, lalu saya kirim kepada beliau dan beliau sangat berterima kasih dan puisi saya tersebut ternyata di kumpulkan bersama dnegna tulisan yang lain dan dibukukan. Allahu akbar, ternyata dalam waktu tidak terlalu lama, beliau dipanggil oleh Allah swt  dan rupanya puisi tentang kematian tersbut sudah  difirasati oleh beliau sehingga itu sampai saat ini masih terngiang bagi diri saya. Beliau adalah orang baik dan  suka kepada kebaikan, smeoag seluruh dosanya diampuni oleh Allah swt dnaa seluruh amal baiknya diterima oleh Nya, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.