ORANG KEHILANGAN AKAL SEHAT

Di negara kita memang terkadang dapat dikatakan sebagai sebuah masa  musim ada orang sakit jiwa, ialah saat setelah pileg, karena  ternyata banyak orang menclonkan diri hanya sekedar emndapatkan kedudukan dana bukan ingin mengabikan dirinya untuk kepentingan masyarakat, sehingga apapun akan ditempuh termasuk kalau harus mengeluarkan banyak uang untuk diberikan kepada para calon pemilih. Nah, kenyataannya cukup banyak orang yang hidupnya pas pasan namun berani menjual swah, kendaraan dan juaga menggadaikan rumahnya hanya untuk kepentingan keterpilihannya. Namun setelah pesti demokrasi etrsebut selesai dan perhitungan suara juga sudah selesai dan kenyatannnya dirinya tidkaa terpilih karena pendapatan suaranya jauh di bawah, maka streslah dia  yang akhirnya membawanya menjadi orang gila atau setengah gila.

Akan tetapi saat ini meskipun bukan musim pileg, tenryata juga masih banyak orang pada gila disebabkan  olehhimpitan ekonomi yang semakin kuat sehingga dia tyidak lagi dapat berpikir sehat, yakni bekerja dan mencari nafkah dengan  jalan yang baik, melainkan justru kemudian melakukan hal hal yang melanggar atuaran dan melanggar hukum. Jadilah dia  gila dnegan  dirinya sendiri  dan tidak  mudah untuk kembali kepada kondisi normal sebagaimana sebelumnya. Ekonomi semakin suloit didapatkan, pekerjaaan juga sulit didapatkan, sementara tuntutan untuk makan, biaya sekolah anak, biasa kesehatan dan juga keperluan lainnya snagat mendesak, lalu pikirannya buntu dan tidak  bisa berpikir normal sama sekali.

Ada sebagian orang yang sudah sedikit mapan, dan usaha yang dikembangkannya juga sudah bagus, namun dia kirang berhati hati, malahan cemderung berlaku sombong kepada pihak lain, lalu kenyatannya dia diyipu oleh pihak lain yang berdalih akan bekerjasama dnegannya. Akibat tertipu tersebut seluruh harta dan asetnya harus hilang  dan lenyap sama sekali, dan  dalam kondisi yaang demikian tentu dia tidak akan mampu berpikir jernih dan bersabar, melainkan justru malahan selalu saja mengingat hartanya yang sudah raib etrsebut. Akibat sleanjutnya  kita dapat menebaknya yakni  dia  akan kehilangan akal sehatnya dan persis sepertyi orang gila yang tidak ingat dnegan dirinya sendiri.

Tentu banyakmlagi kisah dan kasus  yang mirip dnegan itu. Artinya sudah banyak  orang yang karena harta lalu yidak mampu mengendalikan dirinya hingga  akalnya terpengaruh dan hilang kesadarannya untuk berpikir rasional. Kalau kemudian kita renungkan  kenapa hal tersbeut dapat terjadi dna menimpa saudara kita? Mungkin jawaban yang mudah untuk kita berikan ialah karena  kekurang dalaman dalam keyakinannya kepada Allah swt Sang maha Kuasa dan Menentukan. Coba kalau kita smeua mau menyerahkan smeuanya hanya kepada Allah swt dan kita hanya key=titipan saja dalam persoaan harta, maka kita akan mudah mengendalikan diri sevberat apapun, karena kita masih mempunyai iman yang benar dan keyakinan yang teguh untuk mempercayao bahwa smeua ituterjadi atas kehendak Nya.

Justru apa yang menimpa kita tersbeut harus direnungan bahwa mungkin Allah hanya menguji kepada kita sebenapa kuat mental kita dalam menghadapi ujian, atau karena teguran Allah karena sikap kita yang mungkin dianggao sombong oleh orang lain dan  mungkin juga bahwa Allah akan menaikkan derajat kita menjadi lebih tinggi lagi sehingga harus diuji dnegan ujian yang lebih berat. Apapun kemungkinannya, tetapi yang jelas sikap kita ialah mengembalikan smeuanya itu hanya kepada Allah swt, karena Allah lah yang maha segalanya dan menentukan segala sesuatu. Ketika kita sudah mampu mengendalikan diri dan tulus mengembalikannya kepada Allah, pastinya hati kita dan pikiran kita akan lebih tenang dan akan mampu berpikir dengan jernih untuk  masa depan kita.

Akibat dari kekurang kuatan keimanan tersebut  berbagai kemungkinan akan dapat terjadi, semacam untuk mendapatkan sesuatu orang kemudian melakukan upaya yang tidak benar semacam menyogok atau menyuap pihak lain yang dianggapnya dapat menolong kepentingannya. Itu juga sesungguhnya sudah kehilangan akal sehat. Terkaangnuntuk memenuhi ambisinya, orang akan tega melakukan fitnah keji kepada temannya sendiri atau melakukan sesuatu yang dapat mengakibatkan celakanya kawan sendiri atau hal hal lainnya yang intinya untuk mendaptakan keuntungannya sendiri dnegan mengorbankan pihak lain. Ini juga bentuk tidak sehat akalnya.

Jadi sesungguhnya underannya ialah di iman, jika hati kita kuat  dalam meyakini keberadaan dan kekuasaan Allah swt atas semua hal, maka  semuanya tentu akan berjalan dnegan baik dana  pihak lain yang dekat dnegan kita pun juga akan mendapagtkan ketenangan. Sebaliknya jika kita tidak kuat iman dan mudah untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dnegan norma apapun, maka  jangankan dirinya, orang lain yang dekat dnegannya pun juga pasti akan merasa tidak nyaman. Kita  juga heran mengapa ada orang yang tadinya sama sekali tidak tegaan dan bahkan  hanya untuk membunuh binatang saja tidak tega, namun kemudiana saat ini kita menyaksikan justru ungtuk membunuh kawan sendiri saja  dilakukannya dnegan enak seolah tidak berdosa. Semuanya ini juga pusatnya di keimanan bukan pada ilmu dan kedudukan.

Karena itu  hal paling penting bagi kita saat ini ialah bagaimana kita membekali dan mendidik anak anak kita dnegan iman yang kuat sehingga nantinya akan dapat mengendalikan dirinya, khususnya yang terkait dnegan kepentingannya. Dalam kondisi yang bagaimanapun anak kita harus kita biasakan untuk selalu menyebut dan mengimani Allah swt dan ketika mengalami kondisi seperti apapun, harus cepat cepat mengembalikannya kepada Allah swt, agar  terbiasa dnegan kondisi pasrah. Apabila anak anak kita sudha terbiasa untuk mengembalikan segala sesuatu hanya kepada Allah, sebagai Yuhan yang Maha segalanya, maka pasti dia aka selalu merasa tenang dalam menghadapi hidupnya, karena Allah Allah yang pasti akan menjaganya dan melindunginya dari berbagai  hal yang buruk dan membahayakannya. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.