MUSIM BANJIR

Bulan januari selalu diidentikkan dnegan musim hujan dan musim hujan juga selalu dikaitkan dnegan musim banjir. Pada januari awal tahun 2020 ini kita mendengar dan menyaksikan sendiri betapa banyak daerah yang  kebanjiran, semacam jakarta, daerah  daerah di jawa barat, daerah di jawa tengah dan bahkan  saat ini juga  masih ada  banjir yang melanda daerah purwodadi grobogan di beberap titik dan bahkan ada yang snata memperihatinkan. Demikian juga di daerah demak yang  terkena banjir sangat parah. Dalam kondisi dmeikian kita memang tidak boleh saling menyalahkan atau menuduh siapa yang menyebabkannya, atau bahkan ada yang sama sekali tidak mempedulikannya.

Kita tahu bahwa sebagian orang lalau mengaitkan antara banjir dnegan perbuatan dosa yang sudah dijalankan oleh manusia, sehingga banjir diartikan sebagai  adzab yang Allah berikan kepada manusia karena telah banyak berbuat maksiat dan lainnya. Tetnu hal tersebut sama sekali tidak bagus untuk masyarakat, karena yang lebih dibutuhkan saat ini ialah bagaimana mengatasi banjir tersebut dan menyelamatkan warga yang terkena banjir serta membantu mereka unyuk hal hal pokokm yang snagat dibutuhkan oleh mereka. Mungkin nanti kalau sudah reda dan kondisi sudah kembali normal, kota dapat  memebrikan penyuluhan kepada masyarakat untuk lebih berhati hati, khususnya dalam hal mencegah agar banjir todak terjadi lagi, semacam membuang sampah pada tempatnya dan bukana saat terjadi baanjir kemudiana baru menyalahkan masyarakat.

Secara nalar memang dapat dimenerti bahwa semakin banyaknya bangunan beton yang ditanam di dalam tanah, maka  resapan air ke dalam tanah menjadi berkirang, sementera itu hutan yang biasnaya banyak tanaman besar yang dapat menahan air mengalir lebih cepat ke tempat yang lebih rendah  sudah banyak yang dignduli untuk kemudian ditanami beton bangunan, rumah maupun  pabrik, maka  secara nalar pula jika hujan  datang dan kadarnya sangat tinggi, maka  tempat yang berada di bawah tentu akan menanggung akibat hujan tersebut dna air akan berkumpul di daerah yang lebih rendah serta akan sulit akan akan lambat sekali untuk meresap ke dalam tanah. Itulah yang dapat dirasakan saat ini, khususnya di beberapa daerah yang terkena banjir.

Tentu kita juga sudah maklum bahwa  dengan semakin banuaknya sampah yang dibuang ke sungai atau selokan, maka   akibatnya akan menyumbat aliran air dan kalu ini terjadi maka air akan melimpah keluar aliran dan itu menyebabkan banjir. Kaena itu masyarakat juga sehatrusnya memahami kondisi tersebut dan membiasakan diri unyuk berperilaku baik yakni membuang sampah di tempatnya, dan bukan membuangnya di sembarang tempat. Mungkin kalau  sendirian sampah yang dibuang hanya sedikit, namun kalau masyarakat kemudian juga melakukan hal yang sama, maka akan membukit dana itulah yang  kemudian mengotori sungai dan menyumbat alirannya.  Memang kita akui tidak mudah untuk mengubah kebiasaan manusia yang sudah terbiasa menjalaninya, namun jika kita bersungguh sungguh, tentunya akan dapat dilakukan.

Perncanaan tata kota dan lingkungan tengtu juga harus dilakukan dnegan snagat baik dan cermat. Jangan sampai  saat ini ada daerah yang tidak tersentuh air banjir, namun karena perencanaan tata kota yang salah, justri naninya banjir malah hanya akan berpindah saja ke tempat lain.  Ini sudah dapat kta perkirakan karena saat ini ada beberapa dar=erah yang tergenang banjir, lalu beramai ramai meninggikan rumahnya dan juga jalan aksisesnya. Nah, kalu hal ini dibiarkan tanpa konsep yang jelas, sangat mungkin tahun depan banjirnya akan beralih ke daerah yang belum ditinggikan dan itu akan terus begitu.  Tentu itu bukanlah solusi terbaik melainkan hanya solusi sesaat saja dan tetap akan memberikan kesengsaraan kepada rakyat.

Kita tentunya dapat menyaksikan betapa ada negara yang permukaan lautnya lebih tinggi ketimbang daratannya, namun air laut tidak  ke daratan dan juga banjir tidak me;anda daerah daratan etrsebut, kita juga dapat menimba ilmu dari merka bagaimana teknologinya dan bagaimana mewujudkan hal tersebut, karena menurut saya  untuk daerah kta saat ini sudah saatnya  melakukan rakayasa lingkungan agar menjadi tetap nhyaman meskipun pada musim penghujan dana tetap tidka banjir. Jadi bukan hanya sekedar menyalahkan  semua manusia yang dianggap sebagai penyebab terjadinya musibah karena banyak melakukan dosa dan maksiat atau menyalahkan manusia yang membuang smapah di sembarang tempat, tetapi sekaligus juga merancang tata kota yang bebas banjir.

Kita memang  dapat membenarkan bahwa kita smeua hatus terus berlaku baik dan tidka melakukan kemaksiatan, kita juga spendapat bahwa membuang smapah di sembarang ntempat akan membahayakan kita smeua, namun bukan berati hal tersbeut langsung disampaikan kepada masyarakat di saat mereka sednag berada dalam kondisi kebanjiran atau sedang terkena musibah, karena hal tersbeut justru akan dapat memicu ketegangan dan kondisi yang lebih buruk lagi. Karena itu sekali lagi kita harus terus berlaku bijak dalam memahami situasi dan kondisi masyarakat kita, sehingga apa yang kita inginkan yakni masyarakat yang tetap kondusif dan tidak panik, akan tercapai.

Banjir memang sebuah kondisi yang tidak dikehendaki oleh seluruh masyarakat, meskipun bagi sebagian orang yang berniat jahat mungkin malah akan bersenang senang karena  akan dapat menjarah harta milik orang lain misalnya. Karena itu baniir memang harus dihindarkan  oleh kita  dnegan berbagai cara yang memungkinkan. Jika cara  preventif dnegan selalu membersihkan gorong gorong, aliran selokan dan sungai dapat mengurangi dan bahkan membaskan dari banjir, maka itu akan jauh lebih bagus, namun jika harus melakukan upaya lain yang membutuhkan tenaga dan biaya yang lumayan banyak, maka  harus direncanaka dan dipikirkan bersama agar tujuan baik etrsebut pada saatnya akan dapat diwujudkan. Tentu kita smeua berharap pada saatnya banjir etrsebut akan hilang dari lingkungan kita, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.