BERBAGI ILMU

Agama kitaa selalu menekankan dan sangat menganjurkan kepada umatnya untuk selalu mencari ilmu pengetahuan di manapun ilmu itu berada, karena ilmu itu macamnya sangatbanyak dan bervariasi. Kalau kiya sebagai umat muslim menutup diri dari ilmu tertentu yang kita anggap tidak terkait dnegan kehidupan akhirat, maka kita  akan emngalami kesulitan tersendiri saat kita menerjuni kehidupan dunia saat ini. Kantaannnya kita saat ini berada di dunia  dengan segala macam persoalan, dan nantinya kita juga snagat yakin kita akan memasuki kehidupan akhirat. Karena itu  untuk kedua hal dan alam tersebut kita harus menguasai kedua ilmunya sehingga kita akan mampu bertahan dan bahkan survive  sejahtera di kedua alam tersebut.

Seorang imam besar zaman dahulu, yakni imam  Syafi’i  telah mengingatkan kepada kita tentang pentingnya masalah tersebut sehingga beliau mengingatkan bahwa siapapun yang menghendaki kehidupan yang nyaman di dunia maka dia aharus menguasai ilmunya, lalu yang menghendaki kehidupan akhirat yang nyaman dia juga harus menguasi ilmunya dan siapaun yang menghendaki keduanya dalam kondisi sejahtera, maka dia juga harus menguasi keduanya. Kenyataannya kita memerlukan ilmu  untuk dapat meraih kebahagiaan di dunia karena tanpa ilmu kita tidak akan mampu bersaing dnegan pihak lain dalam menggapai kesejahteraan hidup.  Itu kenyataan yang tidak terbantahkan dan smeua orang pasti mengakuinya. Demikian juga kalau kita ingin kesejahteraan di akhirat, tentu kita juga memerlukan ilmunya agar di sana nanti kita tidak sengsara.

Namun demikian Islam juga  memberikan motivasi kepada kita sebagai umatnya agar kita setelah mendapatkan ilmu tersebut mau membagikannya kepada pihak lain, jangan menyimpannya sendiri. Karena itu snagat  layak jika Nabi Muhammad saw dahulu ketika masih hidup pernah mengatakan bahwa  siapaun yang menguasi ilmu dan menyimpannay sendiri serta tidak mau memberikannya  atau membaginya dengan pihak lain, maka dia akan dihajar dnegan pecut yang terdiri dari apai, jadi ini sudah cukup memberikan peringatan kepada siapapun untuk berbagi ilmu yang dikuasainya agar manusia lainnya juga dapaat mendapatlan sesuatu sebagaimana yang kita peroleh. Tentu kita ingin bahwa  kesejahteraan tersebut akan merata dan digenggam oleh banyak orang, bukan kita sendiri sementera pihak lain akan mengalami kesengsaraan.

Nabi Muhammad saw juga selalu menganjurkan kepada umat untuk mencari ilmu ke manapun  karena keberadaan ilmu itu tidak hanya di satu tempat, melainkan di berbagai tempat, meskipun sangat jauh letaknya. Beliau juga dahulu yang membebaskan tawanan perang  hanya karena  ingin tawanan perang tersbeut mau mengajarkan ilmu kepada umat muslim. Secara riil kita juga  mengetahui dan sekaligus meyakini bahwa kemajuan sebuah bangsa itu disebabkan oleh ilmu pengetahuan yang dikuasai oleh bangsanya. Bangsa yang menguasi ilmu pengetahuan dan terus mengembangkannya, maka bangsa tersebut dapat dipastikan akan mengalami ke=majuan luar biasa, sebaliknya sebuah bangsa yang tidak mau  belajar dan menguasai ilmu, maka bangsa tersebut pasti akan tertinggal jauh, termasuk dalam hal peradabannya dan kesejahtearaannya.

Ilmu itu berbeda dengan harta benda lainnya seperti mas, perhiasan dan juga dunia lainnya, sebab kalau harta tersebut jika diberikan  atau dibagi dnegan [ihak lain, [asti akan berkirang, meskipun dalam teori sedekah hal tersbeut terbantah, sebab dengn memberi atau berbagi tersbeut, Allah akan menggantinya yang lebih banyak, namun secara kasat mata  harta yang dibagi tersbeut akan berkurang, meskipun nantinya justru akan bertambah lagi. Lain dnegan ilmu karena  saat ilmu dibagi kepada banyak orang, ilmu kita akan tetap utuh bahkan akan semakin menguat dan bertambah dengan banyaknya pegalaman yang kita jalani. Jadi  kita tidak akan pernah rugi jika memberikan dan berbagi ilmu dnegan pihak lain. Bahkan secara agama kita akan semakin kaya dnegan pahala dan kaya dnegan ilmu yang selalu bertambah dan  insya Allah manfaat.

Bukankah menurut Nabi  orang yang terbaik adalah orang yang paling memberikan manfaat bagi pihak lain? Nah karena alasan itu pulalah seharusnya kita akan getrus menyebarkaan ilmu pengetahauan yang kita miliki kepada siapapun dan di manapun. Bahkan kalaupun ada pihak yang menghalangi kita menyebarkan ilmu pengetahuan tersbeut, kita harus tetap berusaha untuk tetap membagi ilmu yang ada pada diri kita, karena dengan usaha yang terus menerus untuk memberikan ilmu tersbeut, pasti pada saatnya akan ada petolongan dari Allah untuk mendapatkan jalan yang baik dan mulus dalam upaya menyebarkan ilmu pengetahuan tersbeut.  Rupanya saat ini hampr tidak ada pihak manapun yang berusaha menghentikan penyebaran sebauh ilmu pengetahuan, terkecuali ilmu yang justru akan menyesatkan manusia tentunya.

Dalam kaitannya dengan pendekatan agama, kita juga mengenal seruan Nabi kita untuk selalu menyampaikan ilmu pengetahuan, khususnya agama kepada siapapun meskipun hanya sedikit. Kata beliau sampaikanlah dari saya meskipun hanya satu ayat saja. Tentu itu merupakan isyarat bahwa ilmu itu memang harus dibagi karena dnegan  ilmu tersebutlah manusia akan mampu mengembangkan diri menjadi lebih baik, baik dalam kehidupannya secara lahir mmaupun secara batin. Semakin banyak orang yang berilmu, maka kehisupan pasti akan semakin meningkat dan sejahtera. Ilmu itu akan membuat orang kreatif dan jika banyak orang yang mengembangkan kreatifitasnya, maka akan banyak produk yang dapat dihasilkan, dan itu berarti kehidupan akana bertambah baik dan nyaman.

Hanya mereka yang berpandangan picik sajalah yang akan menyimpan ilmunya untuk dirinya sendiri, sementara orang yang berjiwa besar pasti akan  berpandangan bahwa  semakin ilmu itu disampaikan kepada banyak orang, akan semakin banyak yang hidupnya meningkat menjadi lebih sejahtera. Semakin banyak orang yang hidup sejahtera sesungguhnya akan semakin menyenangkan, bukan malah disikapi sebaliknya, karena persoalan iri hati. Orang yang iri selalu saja berharap orang lain sengsara dan dirinya sajalah yang akan hidup nyaman, tetapi kenyataannya kalau banyak orang susah, maka hidup seseorang itu tidak akan nyaman, meliankan akan selalu was was dan itu sama sekali jauh dari apa yang diinginkana oleh banyak orang secara normal.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.