MENGHORMATI PIHAK LAIN

Hidup di dunia ini memanag harus mau melakukan sesuatu yang mungkin sebelumnya tidak ingin kta lakukan, sebab jika kita tetap tidak mau melakukannya, sangat mungkin kita akan mendapatkan kesulitaan tersendiri. Kita tahu bahwa hidup bermasyarakat itu  memerlukan kesadaran tinggi tentang posisi dan keberadaan kita, karena masing masing orang pasti mempunyai keinginan yang berbedaa, sehingga masyraakat harus mampu mengendalikan diri untuk tidak memaksakan kehendanya sebagaimana yang diinginkan. Sebagai bagian dari masyarakat kita memang harus dapat mengerti kehendak pihak lain yaang berbeda dnwgan  keinginan kita. Dengan demikian kita memang tidka boleh  bebeas dalam melakukan keinginan tersbeut jika itu berkatan dnegan kepentingan masyarakat juga.

Banyak orang lupa bahwa  dia sedang berada di tengah tengah masyarakat yang majemuk dan berbeda keinginan dan kecenderungan, sehingga saat dia ingin bebas melakukan sesuatu terkadang harus bertabrakan dnegan kepentingan pihak lain, dan jika hal tersbeut terus dijalankan, bukan tidak mungkin  pada saatnya kkita justru akan mendapatkan kesulitan tersendiri.  Karena itu  benar memang kita harus mau dan mampu menghargai  pihak lain dan memperlakukannya dngan baik, walaupun mungkin hal tersebut sangat sulit untuk kita lakukan. Dalam bahasa vulgarnya kita harus mau menga;ah demi kepentingan bersama, namun bukan kita saja yang harus mengalah, tetapi mereka juga terkadang harus mengalah juga untuk kepentingan pihak lain, termasuk kita.

Lebih lebih kita sebagai seorang mukmin yanag tentu sangat mengerti ketentuan  bagaimana kita berteman dan bertetangga yang harus engorbanakan kepentingan kita, demi kebersamaan dan kebaikan bersama. Mungkin  bagi sebagian kita hal tersebut menjadi masalah karena keinginan untuk hidup bebas memang sangat besar, sementara  rasa menghargai kepada sesama ternyata kurang mendapatkan tempat di hati, sehingga kalau  ingin hidup bersama dalam sebuah komunitas tertentu harus mengerahkan semua tenaga agar mampu betahan dan  dapat bersama dnegan yang lain. Namun bagi sebagian yang lain hal semacam itu sudha menjadi kebiasaan dan tuntutan serta kesadaran yang memang harus dijalankan, sehingga dia akan mampu menikmatinya dnegan santai dan tidak terpaksa.

Jangankan  kita hidup dalam komunitas tertentu yang banyak keinginan yang berbeda beda, dalam sebuah rumah tangga saja diantara para penghuninya terkadang terdapat perbedaan yang memungkinkan kta hatus saling menghargai dna menghormati agar  suasana rumah tangga tetap harmonis dan nyaman. Bayanagkan saja jika antara suami atau isteri saling berbeda selera dan keinginan dalam hal menata rumah, lalu salah satu diantara keduanya  mendominasi untuk memaksakan kehendaknya, pasti akan terjadi sesuatu yang  berpotensi untuk meretakkan hubungan mereka. Atau mungkin ada keinginan yang berbeda diantara orang tua dnegan anak dalam hal pendidikan misalnya,  jika hal tersbeut tidak dicari titik temunya dan terus dipaksakan oleh salah satu pihak, pasti akan terjadi persoalan yang mungkin menyulitkan semuanya.

Karena itu dalama mengarungi hidup di manapun  kita harus mampu menyesuaikan diri dnegan  melakukan  sesuatu yang mungkin dapat dikategorikan sebagai pengorbanan, yakni sikap menerima dan mau mengerti serta memahami pihak lain yang terkadang tidak sesuai dnegan hati kita. Namun hal seperti itu tentu ada batsa batasnya yang jelas, seperti jika perbedaan tersbeut bukan merupakan hal yang prinsip terkait dnegan sebuah keyakinan, maka kita dapat menghargainya dan memahaminya, namun jika sudah terkait dnegan prinsip yang berkaitan dnegan sebuah kepercayaan, tentunya kita harus mengambil sikap yang jelas dan tegas sehingga kita tidak keblabasan dalam hal  mentolelir sesuatu.

Jalan terbaik untuk menyikapi hal yang demikian ialah dikembalikan kepada aturan main yang sudah ada dan rasa kepatutan dintara masyarakat. Hal yang paling menjadi persoalan daan  sensitif ialah jika ada keinginan bebefrapa orang untuk membuat atau mendirikan tempat ibadah tertentu, padahal mayorotas masyarakat di tempatetrsebut berlainan  keyakinann dan agama dnegan keinginan etrsbeut, maka agar tetap terjaga hubungan baik diantara mereka, harus dikembalikan kepada aturan main  dan perundangan yang ada, sehingga semuanya akan dapat menrimanya dnegan bulat. Ada aturan untuk mendirikan  bangunan tempat ibadah tertengtu yang harus dipenuhi, sehingga kalau belum atau tidak dipenuhi beberapa syarat tersebut, tentu kita harus ,enolaknya secara tegas dan bukan atas datas dasar persaaan saja.

Namun kalau syarat syarat tersebut sudah terpenuhi, kita harus mau menerimanya meskipun hati kita mungkin menolaknya, serta kita harus dapat saling menghargai ketika masing masing kita menjalankan ibadah dalam  rumah ibadah tersebut.  Sayangnya memang sebagian diantara kita belum mampu untuk bersikap kesatria dan hanya mementingkan kepentingannya sendiri atau kelompok saja, sehingga di situlah  muncul keretakan hubungan dan pada ahirnya akan menjadi konflik yang berkepanjangan dan tidak dapat dilakukan pembenahan. Tentu kalau hal tersebut terjadi kta smeua akana menyesalinya dan menyayanghkannya, karena smeua itu sesungguhnya dapat dimusyawarahkan bersama dengan saling menghargai dna menghomratai diantara masyarakat dan tetangga yang ada.

Jangankan  terhadap pihak lain  dalam arti lain keyakinan, dalam  keyakinan yang sama pun terkadang kta masih tidak mampu untuk melakukan penghormatan kepada yang lain, karena semangat kelompok yang begitu kuat.  Sesungguhnya  semangat membela kelompok yang kuat tersbeut tidak emnjadi masalah jika  dapat membatsi diri d engan baik dan mengatahui  batas batas yanag harus ditaati. Artinya jika terkait dnegan perbedaan sikap terhadap sesuatu  yang memang snahat mungkin bebrbeda, maka kita harus mampu menghormati pandangan pihak lain yang berbeda tersebut, namun kalau itu berkaitan dnegan prinsip yang dengan jelas sudah diajarkan dalam ajaran syariat, maka kita juga harus tegas dalam menjelasknanya dan memeganginya, meskipun masih tetap harus berlaku bijak dalam menghadapi mereka yang tidak sepaham tersebut. Semoga di manapaun kita berada kita akan tetap mampu menghargai dna menghormati [pihak lain yang berbeda, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.