TAHUN BARU IDENTIK DENGAN SEMANGAT BARU

Tahun bau bagi sebagian orang dianggap biasa saja, namun bagi sebagian yang lain justru merupakan momentum yang snagat luar biasa untuk memulai hidup baru dnegan suaana yang baru serta semangat yang baru pula. Memang ada sebagian orang yang  melihat terlebih dahulu tahun baru yang bagimana, karena mereka justru menganggap bahwa tahun batu masehi ini bukan tahun beru mereka, melainakn dianggapnya sebagai tahun baru bagi orang orang kristen, sehingga merka sama sekli yidak mau terlibat dalam ekgiatan apapun untuk tahun baru tersbeut. Mereka menganggap yang boleh dirayakan hanyalah tahun baru hijriyyah yang dianggap milik umat muslim. Namun ada orang yang tidak mempedulikan milik siapa tahun baru tersebut, karena tahun baru masehi tersbeut sudah menjadi milik umat secara keseluruhan, yakni seluruh bangsa Indonesia, bahkan dunia.

Dalam menghadapi dan memperlakukan thun baru ini, kita memang sama sekali tidka menghaitkannya dnegan sebuah keyakinan atau agam apapun, melainkan hanya sebuah kalender biasa saja yang justru akan mengingatkan kepada kita betapa pentingnya waktu yang harus dihargai dan dimanfaatkan dnegan  baik. Jika tahun baru sudah tiba harapannya ialah bahwa semua pekerjaan juga akab turut mendapatkan support semangat baru. Bahkan  sebelumnya dapat dimanfaatkan uniminstrospeksi diri sejauhnmana kinerja kita selama satu tahun berjalan dan bagaimana pada tahun berikutnya. Dengan menjadikan  momentum tahun baru tersebut sebagai wahana untu meuhasabah diri dan memperbaiki kinerja kita, tentu akan menjadi bermanfaat untuk meningkatkan  semua yang ada pada diri kita, tanpa harus melihat siapa pemilik tahun baru tersebut, karena saat ini kita sudah memilikinya.

Sebagai orang yang berpikir sehat, tentu kita tidak akan hanyut dalam kegiatan anak anak muda yang memang tanpa perhitungan dan landasan, yakni mereka ayang suka berhura hura mniup terompek dan  bagadang hingga larut malam bahkan hingga pagi hari. Kalau hanya sekedar meramaikan dengan  ikit ramai ramai juga tidak masalah asalkan tidak melakukan hal hal yang dapat merugikan pihak lain. Justru akan jauh lebih baik jika kita melakukan evaluasi diri dnegan berdzikir kepada Allah swt dan refleksi diri masing masing orang atau secara bersama sama utnuk mendapatkan sesuatu yang terbaik. Hal tersebut disebabkan yang terpenting dalam pergangtian tahun tersbeut ialah bagaimana kita mampu melakukan refleksi diri dan melakukan sesuatu untuk meningkatkan kualitas hidup kita di masa yang akan datang atau di tahun baru.

Barangkali kagiatan anak anak muda yang tidak terkontrol ituah yang kemudian memberikan  kean negatif dalam setiap memperingati pergangtian tahun tersebut, padahal itu hanyalah perbuatan salah sebagian anak muda dan tidak semua yang memperingai tahun baru lalu dianggap salah dan pasti negatif. Kita sangat yakin di dunia ini masih banyak anak anak muda yang waras dan akan melakukan hal hal positif dalam memperingati pergangtian tahun. Kita juga dapat menyaksikan betapa masjid masjid juga ramai  oleh para pemuda dalam malam tahun baru. Mereka pada umumnya melakukan muhasabah dan menhadirkan penceramah agama untuk memberikan penyadaran bersama  dan sekaligus juga  bagaimana  merencanakan kegiatan yang jauh lebih baik di tahun mendatang.

Memang ada kenyataan lainnya, dimana banyak juga anak anak yang  membakar kembang api dalam meramaikan perganatian tahun tersebut, namun asalkan mereka tidak melakukan hal hal yang membahayakan dan juga tidak melanggar norma yang ada, kita masih dapat memberikan toleransi kepada mereka. Kewjiban kita saat ini justru kita harus mengarahkan merka untuk melakukan hal hal positif dana menjauh daru berbagai kagiatan negatif yang hanya akan merugikan mereka sendiri. Minum minuman keras,  berfoya foya dan main judi meskipun hanya kecil kecilan, smeua oitu harus kita jauhkan dari kehidupan mereka, karena hal hal tersebutlah yang akan mampu merusak diri mereka dan mengantarkan mereka menjadi  orang yang akan membuat keresahan kepada masyarakat.

Sebagai orang beriman dan warga negara yang baik tentu kita harus mampu bersikap baik saat memperingati tahu baru dan mampu mengambil hikmahnya untuk kebaikan diri kita dan juga masyarakat lingkungan kita. Artinya kita tidka usah melakukan aksi yang justru berseberangan dnegan kegiatan memperingati tahun baru yang dilakukan oleh masyarakat. Jika kita tidak ingin terlibat di dalamnya, sebaiknya kita diam  dana tidak usaha melakukan aksi perlawanan dnegan dalih apapun. Namun jika kita ingin ikit meraikan tahun baru tersebut sebaiknya kita lakukan dnegan cara yang baik tanpa harus menodai keramaaian dan kekhidmatan mereka. Kita harus mampu mengendalikan diri kita untuk tidak  emosi atau melakukan kagiatan yang kontra produktif yang pasti nantinya akana merugikan diri sendiri.

Bagi kita yang mempunyai anak anak kecil juga harus bersikap bijak, jangan sampai kita melarang dengan keras mereka untuk ikut meramaikan perayaan tahun baru, namun membiarkan mereka mengikuti arus anak anak mudah juga  jangan, karena pengaruhnya terhadap anak kecil akan  snagat terasakan. Karena  itu jika memungkinkan maka kita dampingi mereka untuk ikiut keluar merayakan malam tahun baru, namun tidak harus sampai larut dan segera diajak pulang  ke rumah dan kalau  bisa malahan kemudian diajak berdzikir atau membaca alquran, dan diberikan sedikit wejangan untuk memanfaatkan tahun baru tersbeut sev=bagai ajang unuk evaluasi seluruh amaliah kita yang sudaha kita lakukan sembari merencanakan kegiatan di masa depan yang jauh lebih baik.

Semoga dnegan sikap bijak kita tersebut, anak anak kita aan semakin  menjadi baik daan menghargai kita sebagai orang tua serta  tidak larut dalam kegitan yang hura hira anak anak muda. Kita harus mampu memberikan arahan kepada anak anak karena tahun baru hanyalah momentum semata dan  selanjutnya  terserah kepada  kkita masing masing, apakah ingin menjadi lebih baik atau kah sebaliknya menjadi semakin terpuruk.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.