BIRRUL WALIDAIN TADAK KHUSUS HARI IBU

Kita tentu saja sedikit khawatir saat mendengar sebuah pernyataan bahwa unyuk berbaik kepada kedua orang tua, khususnya ibu, sudah ada hari ibu, karena itu jika setiap tanggal 22 desember kita sudah sungkem  dan memberikan hadiah istimewa kepada seorang ibu, maka itu sudah cukup dan kita sudha termasuk anak yang berbuat kebaikan. Tentu pernyataan etrsebut sangat mengkhawatirkan kta smeua  yakni para orang tua yang mengetahui bahwa berbuat baik kepada kedua orang tua itu tdak dapat dibatasi hanya pada peringatan hari ubu saja, melainkan  harus dilakukan untk setiap sat dan terus menerus. Sedangkan untuk hari ibu itu hanya sekedar mengingatkan kepada smeua orang bahwa  ibu itu begitu pentingnya dalam kehidupan kita sejak kecil hingga kita mati nanti.

Kita tentu menyadari bahwa peran orang tua terutama ibu itu begitu hebatnya bahkan sejak mengandung dnegan begitu susahnya dan saat melh[ahirkan sepeetinya harus berjuang  dengan taruhan nyawa , karena itu Tuhan tidak memperbolehkan kta menyakiti  orang tua sedikitpun meskipun hanya sekedar mengatakan sesuatu perkataan yang berkonotasi menggertak. Kita harus  menghormati kedua orang tua terutama ibu dnegan penuh dan tulus, apapun yang kita punya, jika orang tua enginginkannya, maka kta harus dapat memberikannya dngan tulus, bukan menolaknya atau  dengan alasan apapun untuk tidak memberikannya. Bahkan kalaupun keyakinan kita dngan mereka berbeda, kita masih tetap harus menghormati mereka meskipun tidak boleh mnegikuti keinginannya untuk keluar dari keyakinan kita.

Nasehat Lukman hakim sebagaimana digambarkan di dalam alquran begitu hebatnya dan dnegan  berpegang kepada nasehat tersebut. Jika  kita mau mengikuti apa yang dicontohkan oleh Lukman hakim sebagaimana yang diceritakan oleh alquran, tentu kita akan menemukan sesuatu yang terbaik sebab hubungan antara anak dan orang tua itu memang hubungan yang spesial dan tidak akan tergantikan selamanya. Itu disebabkan kasih sayang orang tua kepada anak itu tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, sedangkan terkadang anak tidak melakukan hal yang sama. Namun kalau kita mampu mendidik merekea dna menyadarakan kepada mereka akan arti pentingnya mempertahakan hubungan yang baik diantara anak dan tua, tentu kita akan mampu membuat generasi yang terbaik di masa mendatang.

Banyak pernyataan pernyataan  keagamaan yang mendukung  bahwa  orang tua ituyang berhak atas anak anaknya, sehingga ada sebuah riwayat yang menyatakan bahwa jika orang tua memberikan sebuah pemberian kepada anaknya, maka  orang tua tersebut berhak untuk mengambilnya kembali, meskipun untuk kasus lainnya, yakni sebuah pemberiana itu tidka boleh ditarik kembali. Agama islam memng begitu memperhatikan hubungan tersebut karena bagaimana pun seorang anak itu berhutang kepada orang tuanya yang tidak dapat digantikan oleh apapun. Walaupun dmeikian orang tua biasanya tidak akan mengungkit kebaikan tersbeut, karena mereka biasnaya merasabahwa apa yang dilakukan itu merupakan sebuah kewajiban sehungga tidka perlu diungkit ke permukaan.

Kalau untuk menghormati seorang ibu atau orang tua hanya  pada saat hari ibu saja, maka  pasti akan  sangat tidak imbang, karena  pengorbanan orang tua terutama seorang ibu itu tidak terbatas, bahkan semenjak  anak tersbeut masih dalam kandungan hingga  besar dan menempuh pendidikan, sedangkan pembalsannya  kenapa harus dibatasi pada saat peringatan hari ibu saja, tentu akal sehat tidak menerima hal tersbeut, apalagi kalau ditinjau dari sisi ajaran agama, pasti tidak akan  pas. Karena ityu  kekhawatiran  sebagaimana yang saya kemukakan di atas seharusnya menjadi sikap kita besama agar kita  mampu menyadarkan kepada anak anak kita tetap saja menghargai dan menghormaati orang tua  sepanjang masa, bahkan  hingga mereka meninggal pun tetap harus memperlakukannya dnegan baik.

Ada pernyataan yang begitu ekstrim, yakni pernyataan bahwa engkau dna hartamu adalah milik ayahmu. Meskipun penyataan kurang pas jika diartikan sebagaimana arti harfiyahnya, namun itu sebagai bukti bahwa  orang tua itu begitu pentingnya, sehingga siapapun harus memperlakukannya dnegan penuh horn=mat dan baik. Bahkan siapapun yang berani  kepada orang tua, maka hidupnya tidak akan pernah bahagia dan yidak akan pernah mendapatkan kepuasan batin.  Hanya mereka yang mau menghargai orang tua sajalah yang akan mendapatkan kehidupan yang  tenang dan nyaman  selama mengarungi hidup di dunia ini hingga di akhifrat nanti.

Ada pepatah jawa yang sudah dikenal oleh masyarakat sejak zaman dahulu kala, yakni  bahwa ucapan orang gtua, apalagi seorang itu itu  sebagaimana bara api. Artinya jika orang gtua sampai menyatakan sesuatu yang tidak baik unguk anaknya karena anaknya melakukan hal hal yang menyakitkan misalnya, maka anak tersebut pasti tidak akan mendapatkan kebahagiaan hidup. Redlo Tuhan itu terletak pada ridlo orang tua dan kemarahan Tuhan itu juga tergangtung kepada kemarahan orang tua. Jadi dengan begitu semakin jelas bahwa  tidak ada  satu pun yang mampu menghalangi orang tua untuk berbuata sesuatu terhadap anaknya dan kewajiban anak adalah menghargai dan memperlakukan baik kepada kedua orang tuanya.

Jangan sampai kita membuat mereka marah atau kecewa apalagi kalau kemudian sampai mereka mengatakan seusatu yang buruk untuk kita.  Setiap saat kita harus membuat hati orang tau bangga dan senang, bahkan saat merka sudah tidak ada pun kita tetap wajib berbuat baik kepada mereka dengan cara selalu mendoakan kepada mereka.  Bahkan sudah terbukti banyak orang yang  selalu menyanangkan orang tuanya hidupnya akan  berkah dan tenang meskipun mungkin tidak terlalu kaya, sebab hidup itu yang dibutuhkan bukan kekayaan, melainkan ketenangan dan kenyamanan jiwa.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.