KEMBALI PERCAYA PENUH KEPADA ALLAH SWT

Ada sebuah kepercayaan baru yang dibangun oleh sebagian orang bahwa ada hari hari tertentu yang dianggap sebagai mengandung madlarat dan harus dihindari atau setidaknya diwaspadai karena  biasanya akan muncul musibah yang melanda manusia. Salah satunya ialah tanggal 26 Desember. Memang sudah banyak terjadi musibah yang gterjadi pada tanggal tersebut, namun bukan berarti tanggal tersebut harus dijauhi dan dipercaya sebagai pembawa musibah, karena apapun yang terjadi di dunia ini adalah semata mata karena kehendak Allah swt, bukan disebwbkan oleh karena hari atau tanggal tersebut.

Sebagai seorang mukmin tentu kita tidak boleh mempercayai hal tersebut dan juga hari dan tanggal tertentu atau angka tertentu yang dianggap akan membawa sial. Kita menyaksikan saat ini betapa banyak orang mempercayai bahwa menggunakan angka 13 adalah angka yang akan membawa kesialan, namun di beberapa negara yang sudah maju ternyata malah tidak ada keperayaan semacam itu sama sekali. Di sekitar kita masih ada  hotel yang tidak mau menggunakan angka 13 tersebut, bahkan juga angka 4 dan mungkin lainnya, dan kita sering menemukan beberapa lift juga tidak menggunakan angka 13, termasuk lantai ke 13 jhuga tidak dijumpai.

Dari manakah sumber kepercayaan tersebut? Apakah memang ada yang mempopulerkannya ataukah hanya dimulai dari mulut ke mulut lalu menjadi sebuah kepercayaan umum. Entahlah, karena saya juga bukan berkepentingan untuk menelusuri hal tersebut. Namun yang jelas kepentingan saya ialah mempertanyakan dan  berusaha untuk menghilangkankepercayaan tersebut, sehingga umat tidak akan terkecoh dnegan kepercayaan lain selain kepada Allah swt Dzat yang Maha Kuasa dan Mentukan atas segala sesuatu.  Buktinya saat ini meskipun sudha melewati tanggal 26 desember yang dianggap sebagai pembawa sial, ternyata kita masih tetap aman aman saja, karena  itu smeua adalah kehendak Allah swt.

Mungkin dengan kondisi yang tetap aman dan nyaman sampai saat ini tersebut sekaligus juga mengingatkan kepada sebagian kita yang masih emegang kepercayaan  tentang tanggal 26 desember tersebut untuk ingat dan kembali kepada  Allah swt, bahwa smeua itu terjadi karena kehendak Allah dan jika Allah tidak menghendakinya, maka smeua akan aman aman saja, dan sebaliknya jika Allah menghendaki pula maka sesuatu pasti akan terjadi, meskipun tanpa dapat diprediksi sebelumnya.  Kita memang berharap banyak bahwa dengan berbagai kejadian yang dapat kita saksikan, akan memapu mengggugaha hati  sebagaian orang yang sebelumnya ragu atau tidak mempercayai sepenuhnya kepada Allah swt, akan kembali dan semakin kuat dalam emmpercayai  kekuasaan Allah swt.

Kita tentu juga sangat merasa perihatai kepada kondisi sebagian umat yang tergesa gesa memvonis bahwa Allah itu tidak sayang kepada mereka, dnegan bukti bahwa meskipun sudah menjalankan ibadah sebaik baiknya dan bahkan juga sudaha menjalankan shalat istisqa’ namun belum juga diturnkan hujan dan  kondisi lainnya.  Padahal kalau kita memanag benar benar percaya kepada Allah swt, maka apapun yang diputuskan oleh Allah swt, kita tetap harus menerimnaya dnegan penuh ketulusan, karena kita harus percaya bahwa Allah pasti mempunyai  cara lain kepada kita untuk mebuat kita semakin baik dan sejahtera, meskipun secara lahir mungkin  tampak tyidak sesuai dnegan keinginan kita.

Sebagaimana kita tahu bahwa hukum alam telah diberikan oleh Allah swt kepada  segenap makhluk Nya, namun dalam kondisi tertentu Allah juga mampu untuk tidak memberlakukan hukum alam etrsebut, tetapi secara umunya Allah pastyi akan menjalankan hukum alam yang sudah ditetapkan Nya tersebut. Sebagai contohnya ialah benda  padat itu pastyi akan turun ke bawah, air itu akan mengalir ke daerah yang lebih rendah, api itu membakar dan lainnya. Hanya saja kalau Allah menghendakinya maka smeuanya dapata berlaku tidak sebagaimana mestinya. Nabi Ibrahim tenryata dibakar oleh Namrudz tetapi tidak mempan dan malahan menjadi  deingin dan sejuk. Ini karena Allah menghendaki saat itu api tidak akan membakar, melainkan malah akan menyejukkan kepada nabi Ibrahim. Dengan menyakiskan hal tersebut seharusnya  semua manusia akan dapat meyakini dan kemudian mau mempercayai bahwa Allah itu memang Maha Kuasa atas semua hal.

Dalam sebuah kejadian yang menurut akal manusia  bahwa smeua manusia yang ada di tem,pat tersbeut pastilah akan mati, namun seringkali Allah swt membuat penmgecualian, seperti pada saat terjadi tsunami yang semua orang mati dan hanyut dibawa oleh air yang begitu  hebatnya, namun ternyata ditemukan ada bayi yang beru berumur beberapa bulan, tetapi selamat bersama dnegan tempat tidurnya dan terbawa oleh air dan terus mengapung hingga  tiba ditempat yang tinggi dan bayi itupun selamat tanpa kekurangan apapun. Orang kemudian mengtatakan bahwa hal tersebut  sebuah keajaiban dan  sebuah mukjizat yang tidak akan pernah terjadi lagi di masa mendatang.

Sesungguhnya tidak dmeikian karena Allah itu Maha Kuasa, dan kekuasaan Nya tidak terbats, sehingga Allah akan dapat berbuat apapun yang dikehendaki Nya tanpa harus meminta persetujuan manusia. Seringkali juga kita temui bahwa  ketika ada sebuah kecelakaan kendaraan bus yang masuk jurang misalnya, di sana pasti ada yang meninggal dunia dan ada pula yang diselamatkan oleh Allah swt. Nah, seharusnya kejadian tersbeut dapat dijadikan sebegaia pelajaran bagai siapap[un untuk semakin mendekat dan mempercayai Allah swt yang telah  berkehendak dmeikian. Namun sayangnya  tetap saja masih banyak orang yanag tidak mampu mengambik hikmah dari kejadian demi kejadian yang ada di muka bumi ini, sehingga manusia semakin menjauh dari Allah swt.

Dalam keadaan yang dmeikian,  apa sesungguhnya yang harus kita lakukan ialah bagaimana kta mampu menguatkan  hati dan pikiran kita untuk semakin memikirkan tentang semua alam semsta ini dan kemudian berkesimpulan bahwa Allah itulah yang Maha Kuasa tanpa ada yang menandingi Nya dan kita harus emakin mendektkan diri kepada Nya dngan memperbanya dzikir dan beribadah sesuai dnegan tuntunan nabi Muhammad saw, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.