TENTANG UCAPAN SELAMAT NATAL

Kiranya cukup banyak umat muslim dan tokoh tokohnya yang mengharamkan ucapan selamat natal tersebut, karena dianggap telah keluar dari keimanan Islam. Lebih sadis lagi orang yanag mengucapkan selamat natal dianggap telah murtad dan sudah saha sebagai muslim lagi. Ini tentu berlebihan, karena biasnaya mereka sendiri selalau akana menanyakan dalilnya jika ada pernyataan yang dianggap kontroversial, tetapi mereka malahan membuat pernyataan sendiri yang  menganggap pihak lain sebagai keluar dari Islam. Sudah barang tentu banyak pula umat dan tokoh tokohnya yang berseberangan pendapat dengan mereka dan menganggap bahwa ucapan selamat natal itu hanya persoalan pergaulan dan sama sekali tidak berkaitan dnegan persoalan keimanan.

Setiap menjelang akhir tahun, selalu saja muncul persoalana yang terkait dnegan ucapan selamat natal tersebut. Namun  sudha banyuak penjelasan dan tidak berujung juga. Sika[ yang terbaik ialah bagaimana kita  tetap menjaga  kerukunan dan keutuhan umat tanpa harus salaing menyalahkan dan mengkafirkan. Biarlah mereka yang tidak suka dnegan ucapan etrsebut tidak usaha mengucapkannya, dan bagi yang tetap mengucapkannya kepada temannya yang sedang merayakan natal juga biarkan saja. Jika smeua pihak dapat menahan diri unyuk tidak mengoioimentari pihak lainnya, tentu kehidupan kota akan tetap tenang dan keutuhan  kita akan tetap terjaga dengan baik.

Bagi orang yang menjalin hubungan dnegan banyak pihak termasuk dari kalangan non muslim tentu ada beban tersendiri kalau misalnya pada saat sahabat terdekatnya sedang merayakan natal dan kota sebagai muslim tidak mau mengucapkannya, padahal saat kita berhari traya, mereka juga mengucapkan selamat kepada kita. Lalu dimana kebersamaan dan persahabatan  yang kita rfekat tersebut? Toh ucapan tersebut sama sekali tidak menyentuh keimanan kita, sebab keimnan kota masih kiat jaga dnegan baik, yakni mengakui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah swt dan bahwa nabi Muhammad saw adalah utusan Nya. Kita juga tetap menjalankan  kewajiban sebagai seirang muslim serta tidak ada satu niat dan kata pu yang mengarah atau terindikasi kita megikuti keyakinan mereka.

Bahkan konon saking fantiknya ada sebagian orang  dan tokoh yang kemudian mengharamkan  seorang muslim menanam pohon kristen atau pohon cemara dan memerintahkan setiap muslim untuk menebangnya  di manapun berada. Ini juga keterlaluan, karena sejak kapan ada pohon beragama? Semua pohon itu adalah tetumbuhan yang dikehendaki oleh Allah swt, dan smeuanya netral tidak ada yang beragama apakah itu Islam, kristen, budha dan lainnya. Kalau pohon cemara dianggap pohon kristen lalu bagaimana dia dapat meribadah ke gereja  dan melakukan amaliah lainnya. Apakah lalu poho kurma itu pohon Islam dan seterusnya.   Banyak orang semakin aneh pendapatnya karena hanya berbeda kesukaan semata.

Kehidupan di dunia  utamanya hidup di negara Indonesia yang sudah disepakati hidup berdampingan dnegan umat lainnya dnegan damai, dan tetap menjaga kaimanan masing masing serta tidak mengganggu kehidupan agama pihak lain. Seharausnya kita justru harus terus menjalin kebersamaan selama itu terkait dnegan kehidupan dunia, sedangkan untuk kehidupan peribadatan tentu masing masing akan menjaga  dirinya dari pengaruh atau  intervensi pihak lain. Nah,  sekedar ucapan selamat kepada seorang kawan tentu sama sekali tidak salah, malahan akan semakin mempererat persahabatan. Itulah yang seharusnya dijaga dan pelihara sehingga, apa yang seharusnya dijaga juga akan tetap terjaga dan apa yang harus dipertahankan oleh kita sendiri juga akan terjaga dnegan baik.

Jika kita kemudian memaksakan diri untuk mengharamkan ucapan selamat natal, sangat mungkin bahwa kita akan dianggap sebagai sangat tidak toleran dan ingin menang sendiri dan persahabatan kita akan menjadi kurang baik. Namun bagai yang tetap me ngharamkannya  ya dipersialahkan saja  asalkan tidak mengganggu yang membolehkan, atau setidaknya tidak berkomentar miring kepada yang mengucpkannya. Mungkin bagi orang yang tidak mempunyai hubungan dan persahabatan dnegan pihak lain yang kebetulana sedang merayakan natal, kita tidak ada masalah karena dapat dipastikan tidak akan mengucapkanselamat tersebut, namun bagi yang mempunyai hubungan earat dnegan mereka yang merayakannya, sudah barang pasti secara hubungan kemanusiaan dan kebersamaan kurang afdlol dan bahkan akan mencederai hubungan pertemanan yang ada.

Hidup tentu akana lebih terasa nyaman dan damai jika masing masing orang mau menjaga diri dana menahan diri dari menilai pihak lain sebagai salah atau sesat dan lainnya. Ketika kta berdakwah dna mengajak pihak lain untuk berbuat baik itu tentu snagat terpuji, tetapi kalai kemudian terus menilai dna menganggap pihak lain sesat, itulah yang menimbulkan persoalan, apalagi yanag dikatakan etrsebut belum tentu benarnya, melainkan hanya muncul dari pendapatnya sendiri. Padahal Islam itu snagatnlias, sehingga sangat mungkin ada pendapat lain yang tidka sama sdenagn pendapatnya. Menurut saya  sudah saatnya kta menghentikan polemik tentang ucapan selamat natal atau selamat nyepi atau Gong xi fai dan lainnya, karena itu hanyalah  persoalan hubungan duniawi dana kemanusiaan, dan bukan persoalan kayakinan atau agama.

Justru biasanya yanag mudah menyalahkan pihak lain dan juga menganggap kafir tersebut adalah mereka yanag tidka pernah diketahui mengaji atau belajar Islam di tempat yang khusus mengkaji keislaman, melainkan hanya belajar dari  internet atau dari buku terjemahan dana mengamabil kesimpulannya sendiri tanpa dikonsultasikan kepada pihak lain yang lebih mumpuni. Aad orang yang sebelumnya tidka pernah mengaji atau belajar keislaman, lalu tiba tiba  mendalil denagn kerasnya dan kemudian menyalahkan pihak lain yang berbeda pendangan dnegannya.  Sebaiknya mereka yang berpandangan berbeda dnegn pihak lain, mau bertemu dan berdiskusi dnegan pihak yang berbeda untuk mendapatkan  pandangan dan arguentasinya, sehingga diharapkan mereka akan mengethui mengapa ada pandangan yang berbeda tersebut, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.