KEMBALI KEPADA ATURAN MAIN ISLAM

Perkembangan dunia ini memang tidaka terelakkan bahkan percepatannya begitu kencang sehinggaa terkadang harus menyinhkirkan aturan main yang sudah  sejak lama dipertahankan. Terutama terkat dnegan persoalan keuangan, biasnaya  trend yanag berjalan akan selalu diikuti, tidak memndang apakah trend tersebut sesuai dnegan aturan main dalam agama ataukah tidak. Biasnya kalau aturan trend terseut tidak diikuti, maka  akan berakibat tertinggal oleh berbagai hal dan itu berarti akan merugikan diri.Namun jika kita yakin dnegan aturan main yang ditentukan oleh agama kita, teruatam yang ada di dalam alquran dan sunnah Nabi, maka tyidak ada alasan untuk keluar dari aturan tersebut, karena aturan yang ada di dalam agama kita  dapat diyakini tidak akan menjadikan kitatetinggal, melainkan justru malah akan memberikan mangfaat jika diikuti secara konsisten.

Persoalannya ialah terkadang pemahaman terhadap aturan tersebut kemudian dimanipulasi oleh pihak tertentu sehingga mereka harus memaksakan kehendak sesuai dnegan pemahamannya tersebut. Padahal sangat mungkin aturan tersbeut dapat dimaknai lain yang lebih sesuai dnegan perkembangan zaman dan menguikuti trend yang berjalan. Karena itu memang snagat diperlukan ulama yang mampu menjelaskan  ayat ayat atau sunnah Nabi  dengan baik dan tidka menyimpanag dari kecenderungan kebenaran.  Namun jika memang  adaa ketentuan yaang secara jelas bertentangan dengan  maksud dari alquran dna sunnah, tengtu kita harus berani secara tegas untuk menolaknya, dan itu bahkan akan menjadi bukti bahwa Islam itu benar benar berpihak kepada  kebenaran dan keadilan secara  merata.

Kasitannya dnegan nerbagai penemuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, sesungguhnya Islam sama sekali tidak menentang dan bahkan malah mendorongnya, sebab hasil penemuan teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kemaslahatan umat manusia. Namun sekali lagi teknologi itu merupakan barang netral dan dapat dikendalikan oleh manusia. Jika manusia yang menguasainya itu mempunyai niat jahat, maka teknologi tersbeut dapat dipastikan akan digunakan untuk merusak dan  membuat manusia sengsara, tetapi sebaliknya jika pihak yang menguasai teknologi tersbeut adalah orang baik, bijak dan berniat untuk kebaikan, maka teknologi tersebut pasti akan diguanakan untuk sebesar besarnya kemaslahatan umat manusia.

Aturan yang dibuat dan  ada di dalam alquran maupun sunnah itu hanyalah ketengtuan yang bersifat umum, yakni tidak boleh membuat kerugian dan keresahan serta  perbuatan yang merugikan banyak orang. Sebaliknya smeua perbuatan yang dilakukan harus ada nilai manfaatnya untuk kepentingan manusia. Prinsip keadilan juga harus dipelihara dalam setiap memutuskan atau membuat keputusan, dmeikian juga prinsip kesamaan dan kemanusiaan, sebab  prinsip tersebutlah yang akan menjadi ukuran apakah sebuah perbuatan akan dinilai baik atau tidak, sangatbtergantung pada pertimbangan prinsip tersebut. Manusia yang berpikir juga pasti akan menyetujui prinsip tersebut karena itu merupakan prinsip yang universal dan dipegangi oleh smeua orang yanag menggunakan akalnya yang sehat.

Jika  diterapkan sebuaha ketentuana bahwa  usaha itu memang dimaksudkana untuk mmemperoleh keuntungan, namun jika perolehan keuntungan tersebut harus mengorbankan kepentingan manusia lainnya  agau dnegan kata lain mendapatkan  keuntungan melalui menyengsarakan pihak lain, tentu itu tidak sesuai dnegan prinsip yanag diajarkan oleh Islam. Memperoleh keuntungan itu baik dan bahkan dianjurkan, namun harus dijalankan dnegan cara yang baik dan sama sama menguntungkan pula kepada pihak lainnya. Prinsip Islam itu  mengingkan kebaikan yang paripurna untuk smeua, bukan untuk sepihakm saja.

Kita dapat membayangkan betapa sakitnya dan  ruginya orang yang diperlakukan tidak adil dalam usaha yang dijalankan. Dalam hukum dunia  pada saatnya nanti orang yang memperlakukan secara tidak adil kepada pihak lain, juga akan merasakan betapa sakitnya diperlakukan secara tidak adil, dan begitu seterusnya. Apakah hidup di dunia ini akan selalu menyerang dna merugikan kepada pihak lain? Bukankah  sesungguhnya kepuasan yang sejati ituterletak pada  kebaikan yang dapat diciptakan baik untuk dirinya sendiri maupun untuk pihak lain?. Mungkin bagi pihak yang menginginkan keuntungan sendiri  tanpa melihat keterpurukan pihak lain, tidak memikirkan betapa sakitnya jika hal tersebut menimpa pada dirinya.

Demikian pula dnegan berkomunikasi dan berkongsi  yang sehqrusnya di[ikirkan mnegenai keungungan bersama, bukan untuk dirinya sendiri. Dalam bidang politik juga dmeikian. Artinya jangan smapai perbuatan dan kegiatan politik yang kita praktekkan ternyat justru akan merugikan pihak lain, meskipun kita seneiri mendapatkan keuntunga, sebab dalam bahasa agama apapun yang kita lakukan dan menyakiti pihak lain itu tidak akan berkah atau tidak akan membawa kebaiakn kepada diri kita sendiri. Boleh jadi tidak langsung pada perbuatan yang sama, namun dapat saja  balsannya tersebut berupa hal lain yang  tidak terkait langsung dnegan apa yang kita lakukan kepada pihak lain tersebut. Barngkali itulah yang biasa dinamakan sebegai hukum karma.

Pendeknya apapun yang kita jalani di dunia ini kta harus tetap mengingat ketentuan yang sudah digariskan oleh Allah dalam kitab suci maupun oleh nabi dalam sunnah sunnahnya. Artinya kalau kita menjalankan sebuah usaha ataupu  kegiatan yang ternyata emudian kita mengetahuinyaa bahwa hal tersbeut bertentangan dnegan rpinsip prinsip Islam, maka menjadi kewajiban bagi kita untuk segara ameninggaalaknnya dan kembali kepada ketentuan Allah dan rasul Nya, meskipun secara lahir mungkin kita akan tampak rugi, tetapi kita harus yakinbahwa itu bukanlah kerugian melainkan justru malah sebuah keberuntungan karena kita telah diingatkan  untuk kembali kepad kebenaran yang sejati dan menenteramkan.

Mudah mudahan kita kuat menjalaninya dan mampu bersikap untuk mebela keber=naran dan  meninggalkan keburukan dan kebatilan. Tentu smeua itu harus didasari oleh pengetahuan yang benar, sebab kalau anggapan kita bahwa apa yang kita jalani itu salah hanya menurut pendapat sebagaia orang, sementara sebagiannya yang lain menganggap itu benar, maka kita harus mencari tahu  dnegan lebih jeli, siapa tahu apa yang kita anggap tidak benar tersbeut ternyata hanya anggapan sebagian orang saja dna bukan tidak benar secara hakiki. Kita memang harus cermat dna bukan asal memutuskan yang akan berakibat merugiakn diri sendiri, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.