HATI HATI DI MUSIM HUJAN

Biasanya musim hujan itu identik dnegan banyaknya kecelakaan, namun kita tidka boleh berburuk sangka kepada siapapun, termausk kepada Allah swt, karena musim itu memang sudah diciptakan oleh Allah dan sudah berjalan secara ruitin di lingkungan kita, sehingga smeua tergangtung kepafa sikap kita sendiri. Kalau kemudian dikaitkan dnegan terjadinya kecelakaan yang menimpa manusia itu bukan salah siapa, melainkan karena kita memang kurang berhati hati dalam melakukan apapun.  Musibah yang biasa terjadi di musim penghujan ialah tentang banjir di beberapa daerah yang letaknya  rendah, sehingga airhujan biasnya akan menggenang di tempat tersebut, lalu kecelakaan karena ada angin kencang yang menerjang bangunan dan juga pepohonan dan lainnya.

Lalau jalanan juga mulai pada rusak karena air hujan yang menggenang sehingga terkadang banyak pengendara sepeeda motor yang tidak menyadaro bahwa  yang dilewati itu ada lobang menganga yang  siap menjungkalkannya bersama motor yang dikendarainya, dan tentu masih banyak lagi kejadian yang menimpa manusia saat musim hujan. Memamng itu smeua sering terjadi  dan kita sesungguhnya dapat mencegahnya sejak awal dan  berbuat baik dalam menjaga lingkungan kita. Hidup bersih dan tertib ternyata merupakan salah satu solusi dalam mencegah  terjadinya banjir, karena kita tahu banjir tersebut biasanya diakibatkan oleh tersumbatnya saluran air sehingga tidak mampu mengalir dnegan  lancar, yang mengakibatkan air akhirnya menggenang dan tidka dapat  pergi melalui got atau sungai yang ada.

Kalau kta saksikan betapa kebiasana masyarakat dalam membuang sampah di tepi sungai atau di tempat lainnya yang bukan tempat pembuangan sampah, tentu itu akan ikuit andil terjadinya sumbatan saluran air.  Jika kita  terbiasan membuang sampah di jalanan, termasuk dijalan tol, tentu  dianggap sebagai hal yang biasa, namun itu justru akan semakin memperparah kondisi karena bagaimanapun juga sampah sampah tersebut akhirnya akan menyumbat saluran air. Hidup tidak tertib seeprti memnbuang sampah sembarangan,  tidak mau peduli terhadap laingkunagn dan membiarkan terjadi sesuatu yang dapat membahayakan pihak lain adalah sikap yang tidak tertib, karena biasnya orang yang demikian hanya mementingkan kepentingannya sendiri secara instan.

Sikap tidak tertib  seperti juga melanggar marka lalu lintas atau melanggar persimpangan jalan atau lampu pengatur lalu lintas dan lainnya tentu akan dapat membahayakan pengguna jalan lain.  Jika sikap tidak tertib tersebut terus dipelihara dan tidak segera ditinggalkan, maka  apa yang kerap kali kita saksikan yakni terjadinya banyak kecelakaan itu masih akan terus terjadi. Sebagai orang beriman tentunya kita harus berpikir bersih, yakni  harus saling menolong untuk menhyelamtakan pihak lain, sebab jika kita mau berbuat demikian, maka secara otomatis kita juga akan menolong diri kita sendiri. Sikap hidup bersih tersbeut sekaligus juga sesungguhnya merupakan usaha preventif kita sendiri ungtuk  mengindarkan dari dari berbagai musibah yang  potensial menimpa siapapun, termasuk diri kita sendiri dan keluarga tentunya.

Termasuk sikap bijak dan berhati hati ialah tidak memarkir kendaraan pada saat musim hujan di bawah pohon yang sudah gtua dan rentan untuk  ambruk atau diterjang angin kencang, sebab jika kita masih tetap memaksakan hal tersbeut, boleh jadi kendaraan kita akan tertimpa pohon yang tumbang tersebut. Atau mungkin berhenti di bawah pohon di pinggir jalan yang dianggap sebagai pelindung, namun malahan  justru menjadi penimpa kendraan dna diri kita. Ytermausk juga berhati hati ialah jika pas terjadi hi=ujan lebt disertai denganpetir yang menyambar nyambar, ebainya kita  tunda dulu perjalanan kita di jalan, dan menunggu hingga hujan menjadi semakin reda atau setidaknya  hingga prtir tersebut tidak lagi aktif.

Saat ini sudah ada alat komunikasi yang mudah untuk berhubungan dengan keluarga di rumah, sehingga tidak menjadi masalah jika kita menunda dahulu kepulangan kta dari pekerjaan, karena sedang terjadi hujan lebat sefrta ada petir yang membahayakan. Keliarga di rumah tengtu akan dapat mengerti dana  tidka mempermasalahkan  keterlambatan kta pulang.  Karena itu sekali lagi dalam kondisi apapun kota harus mampu bersikap hati hati terhadap kemungkinan potensi yang dapat membuat kita celaka atau setidaknya membiat kita tidak nyaman. Kita memang sudah menyerahkan seluruh hidup kita kepada Allah swt, namun bukan berarti kita harus nekat dan tidak emmperhitungkan kondisi dan situasi yang ada, sebab kalu kita hanya berpasrah kepada Tuhan tentang hidup kita tanpa kta mau berusaha untuk menghindar dari kemungkinan kecelakaan, maka yang terjadi ialah justru celak itu akan menghampiri  kita.

Apalagi kalau kendaraan kita hanya sepeda motor yang tentu kita akan terkena hujan secara langsung meskipun sudah memakai jas hujan, tentu kita harus lebih waspda dan berhati hati, karena kalau tidak mujur justru kita akan  terkena flu dan jenis penyakit lainnya. Untuk itu sekali lagi yang terbaik ialah jika kkita mau menunggu dan sabar untuk tidak tergesa menjalankan kendaraan untuk menempuh perjalanan. Bersikap hati hati itu hebat dan  akan mampu memberikan  kenyamanan dalam seh=gala situasi serta akan memberikan harapan baik kepada keluarga yang  di rumah. Tentu tidak hanya pada saat hujan saja kita berhati hati, melinkan dalam semua kondisi dana kesemp[atan, sebab kita juga tidak tahu hal hal yang akan terjadi.

Artinya  kita memang harus berusaha  untuk melakukan sesuatu dalam menyelamatkan diri dan menghindarkan diri dari kemungkinan terjadi malapetaka kepada kita dan keluarga, dan setelah itu barulah kita memasrahkan semua kehidupan kita kepada Allah swt. Sebabkkta juga yakin bahwa kalaupun kita sudha berusaha untuk melakukan penyelamatan diri, namun jika Allah berhendak pastilah apa yang akan terjadi pasti akan terjadi. Sekali lagi untuk itu kita harusntersu ebrdoa memohon keselamata  kepada Nya  dalam setiap satanya, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.