SIFAT ALLAH AL-KHALIQ

Salah satu asmaul husna milik Allah swt adalah al-Khaliq yang berarti yaang Maha  menciptakan. Allahlah yang menciptakan langit dan bumi beserta seluruh isinya. Dengan sifat tersebut Allah lah yang mampu menciptakan segala sesuatu, baik yang besar maupun yang kecil. Bumi dan langit tentu merupakan sesuatu yang besar dan pasti tidak ada satu pihak pun yang akan mampu menciptakannya, sedangkan untuk benda abenda yang kecil sebagai isi dari langit dna bumi, manusia juga tidak akan mampu menciptakannya. Manusia, tetumbuhan, hewan, laut, sungai, gunung dan segala macam isi dunia ini pun hanya Allah swt yang mampu mencitakannya. Bahkan hanya sekedar semut atau nyamuk yang kecil saja tidak ada satu makhluk pun yang mampu membuatnya.

Karena itu seluruh makhluk  terutama manusia  memang harus tunduk kepada Allah swt, karena Allah lah yang  memberikan saegala sesuatu kepada manusia. Jika ada manusia yang tidak membutuhkan Allah swt, maka itu hanyalah bualannya saja karena secara  riil dia tidak akana mampu berbuat apapun, terkecuali atas ijin Nya. Bhakn dirinya juga  diciptakan oleh Allah swt, bukan dengan sendirinya wujud ke dunia. Memag ada pernatara kedua orang tua yang  menyebabkan kehadirannya ke dunia, namun smeua itu atas kehendak dan  iradah Nya.  Jika Dia tidak menghendaki manusia ada di dunia, maka  tidak akan mungkin manusia akan berada di dunia. Memngingat smeua itu sudha sewajarnya jika manusia itu harus tunduk dan patuh kepada Allah swt.

Apapun yang ada di sekitar kita sesungguhnyanjuga Allah yang menciptakan meskipun terkadang kita tidak menyadarinya dan menganggap bahwa semua itu ada dnegan sendirinya. Tidak mungkin  tiba tiba ada sesuatu kalau tidak diinginkana dan kehendaki oleh Nya. Itu diseabkan karena Allah itu maha Mencipta segala sesuatu, dan tidak ada satu bendapun , baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan yang tidak dikehendaki nya. Bahkan sakit dan shat itu juga  diciptakan oleh Allah swt, karena itu jika manusia sakit seharusnya meminta kesembuhannyan  kepada Allah  dan bukan kepada yang lain. Hanya saja  jika  manusia berwasilah dnegan pihak yang dianggap tahu, maka tidaklah mengapa, seprti jika manusia sakit lalu berwasilah kepada dokter untuk memberikan  kesembuhan, namun hakekatnya yang menyembuhkan ialah Allah swt.

Demikian juga yang menciptakan kondisi bahagia dan sedih juga Allah swt, untuk kitu jika manusia sedang bersedih karena apapun, maka seharusnya memintanya juga kepada Allah swt dan bukan kepada selain Nya. Kita harusnyakin bahwa yang mempunyai  dan menciptakan rasa sedih itu Tuhan, karena itu yang mampu menghilanagkan rasa sedih tersbeut juga Tuhan. Demikian juga bahagia itu ciptaan Tuhan, dan kalau kita mengharapkan mendapatkan kebahagiaan, tentu kita juga harus memintanya kepada Tuhan bukan kepada selain Nya. Namun dapat juga  mendapatkan rasa bahagia tersebut  melalui lantaran sesuatu yang juga diciptakan oleh nya.

Hanya saja ada hal yang perlu diketahui oleh manusia bahwa tidak smeua yang diminta oleh manusia  pasti akan dikabulkan oleh Allah swt. Itu bukan karena Allah pilih kasih, melainkan  sebagai ujian yang lebih dalam agar manusia semakin mendekat kepada Nya, dan terkadang malahan uian tersbeut diberikan justru untuk menaikkan derajat manusia itu sendiri.  Kita aterkadang  menyaksikan ada sebagian orang yang sudah sangat merindukan mempunhyaimomongan anak, namun  usaha yang dilakukan sudah cukup maksimal, namun belum juga diberikan amanah berupa momongan. Nah, dalam hal yang dmeikian manusia harus  bersikap husnudzdzan kepada Allah karena smeua itu pasti masuk dalam rencana Nya yang snagat baik untuk manusia, bukan sebaliknya.

Kemaha menciptakan Allah itu sangat mutlak dan tidak ada satupun pihak yang menandinginya, bahkan sekedar mendekatipun juga tidak. Namun terkadang sifat manusia yang suka sombong itulah yang membuatnya seperti  berkuasa  dan  kemudian dnegan seenaknya memerintahkan kepada sesama manusia untuk melakukan sesuatu yang diinginkannya. Sedikt kekuasaan yang diberikan kepada manusia tersbeut sesungguhnya bukan dimaksudkana untuk digunakan mengeksploitasi sesamanya, melainkan unguk digunakan sebaik baiknya  bagi kemaslahatan manusia. Nah, karena kesalahan yang dilakukan oleh manusia itulah kemudian Allah swt memberikan  kesulitan kepada manusia tersebut, atau mungkin dibiarkan di dunia ini sampai nanti  di akhirat akan diberikan balasan yang setimpal atas penyalah gunaan kekuasaan yang diberikan tersebut.

Keberadaan Tuhan yang maha  mencipta tersebut sesungguhnya bukan dimaksudkan untuk memamerkan kekuasaan kepada manusia, melainkan justru dikenalkannya sifat Allah yang maha mencipta tersebut dimaksudkan agar manusia semakin menyadari posisinya yang lemah dan selalu membutuhkan kepada kekuatan Tuhan. Manusia memangharus menyadari sepenuhnya bahwa  hanya Allah lah yang  maha Kuasa dan manusia itu sangat lemah dna tidka mampunyai kekuatan apapun, sehingga dengan kondisinya yang dmeikian manusia akan selalu berharap dan memohon kepada Allah untuk diberikan kemampuan untuk melakukan sesuatu yang akan memberikan manfaat bagi diri dan pihak lainnya.

Pendeknya sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah swt kita memang harus  mengerti dan sepenuhnya  memahami bahwa kita ini hanya ciptaan sehingga  harus selalu memohon kepada penciptanya agar diberikan sesuatu yang dapat digunakan sebagai pirangti untuk mendapatkan eksistensinya sebgai makhluk yang  nantinya akan memaksimalkan perannya sebagai hamba yang selalu akan mengabdi kepada Sang Pencipta. Namun demikian kita juga harus realistis bahwa menuai aitu hidup di dunia yang penuh dnegan tantangan dan karena itu manusia juga harus mampu bertahan hidup agar tujuannya mengabdi kepada Allah akan dapat berjalan dnegan baik dan perannya di dunia ini sebagai khalifah Allah juga berjalan dnegan baik, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.