MENGELOLA DANA WAKAF

Salah satu  cara Islam untuk menuntaskan persoalan keumatan ialah dnegan wakaf, yakni  sebagain harta yang diberikan khusus untuk diwakafkan dan dikellola oleh  pengurus wakaf atau nadzir yang bertanaggung jawab atas harta wakaf tersebut. Namun saat ini pada umumnya para nadzair, baik yang beripa perorangan maupun organisasi rupanya tidak melakukan usaha nyata dalam ranghka mengel;oa harta wakaf tersebut, yakni berusaha mengembakangkannya sedmeikian rupa sehingga harta wakaf tersebut semakin berkembang dan memberikan manfaat yang besar bagi umat. Harta wakaf yang begitu melimpah  biasnya hanya dibiarkan begitu saja, dan jika di menfaatkan juga hanya disewakan kepada para pihak tertentu sehingga hasil yang didapatkan hanya dari sewa saja.

Kebanyakan harta wakaf di negara kita memang berupa tanah yang sangat luas dan biasnya hanya disewakan kepada para petani untuk digarap untuk menanam padi. Para nadzzir juga tidaka berusaha   apapun hanya mencatat tentang penyewaan tersebut, padahal seharusnya sebagai pengelola, nadzir harus berusaha mengembangkan harta wakaf tersebut sehingga menjadi bertmbah, bukan malah berkurang, baik fisiknya maupun nilaianya.  Jika nadzir hanya berdiam diri sebagaimana yang dapat kita saksikan saat ini, maka mereka sesungguhnya tidak berhak mendapatkan bagian dari harta wakaf tersebut, karena  mereka tidak berusaha apapun untuk menembangkan dan menghasilkan harta wakaf.

Nadzir yang berhak mendapatkan  sebagian dari harta wakaf ialah mereka yang berusaha mengembanghkan dana menjadian jarta wakaf semakin bet=rtambah sehingga dari hasil itulah sebagiannya dapat diberikan kepad nadzir. Nadzir sesungguhnya mempunyai kesemptan dan peluang yang snagat terbuka untuk mengembangkan harta wakaf etrsebut, karena nilai dari harta wakaf tersebut sungguh luar biasa.  Mereka dapat mengembangkannya sebagaimana mestinya seperti membangun  hotel yang menghsilkan  masukan  atau membanagun pabrik yang akan menghasilkan  produk yang akan semakin memperbanyak harta wakaf atau merka membangun  pasar modern atau membangun mall dana lainnya yang  dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Tentu pengelola juga harus mampu melihat peluang yang terbuka dan menghasilkan, bukan hanya suka saja, karena itu  kalau para pengeloa tidka mampu melihat peluang yang ada, mereka dapat menyewa orang yang ahli dalam bidang usaha tersebut dnegan diberikan gaji yang layak. Harta wakaf itu sangat luwes untuk digunakan sebagai usaha yang menghasilkan harta dan berkembang secara baik. Memang harta wakaf itu  harus  dijaga sedemikian rupa sehingga tidak akan menguap atau akan habis, melainkan justru alan terus bertambah, sehingga manafaatnya akan semakin besar bagi kemslahatan manusia secara umum.

Kita dapat melihat betapa wakaf di mesir, tepatnya di kairo begitu besar dan menjadi andalan bagi pengembangan umat dan islam secara umum, bahkan suatu saat negara malahan berhutang kepada lembaga wakaf tersebut. Lalu bagaimana wakaf di kita dapat bermanfaat demikian, setidaknya mampu mengentaskan dan mengatasi banyak persoalan, termasuk persoalan pendidikan yang selama ini masih terbelakang dan hanya mengandalkan pern serta dari para peserta didik. Wakaf kalau dikembangkan bukan saja akan mampu menjadi  modal bagi pendirian lembaga pendidikan, namuan sekaligus juga dapat menghidupi mereka yang ada di lembaga pendidikan etrsebut, termasuk memberikana bea siswa kepada para peserta didik dan mahasiswanya.

Saat ini wkaf di negera kita dikelola oleh badan wakaf Indonesia dana kemduian mereka  menjadi pengawas dana koordinator bagi para nadzir yang ada. Hanya saja sepertinya peran mereka kurang maksimal, karena para nadzir juga belum dibenahi menjadi profesional, sehingga harta wakaf di negara kita masih stagnan dan belum dikembangkan sedmeikian rupa oleh para ahli dalam bidang pengembangan harta. Memang para nadizir yang sudah diatur dalam undang undang masih saja diutamakan dari kalangan ulama  atau tokoh yang mengeasai ilmu agama, padahal yang diperlukan dalam mengelola harta wakaf ialah mereka yang mampu mengelola harta dnegan baik dan mengembangkannya dalam bidang usaha yang dipilih. Intinya mereka para pengelola tersbeut akan mampu mengupayakan agar harta wakaf menjadi bertambag, dan ebrkembang secara terus menerus sehingga akan mampu mengatasi banyak masalah umat.

Kalau saat ini para nadzir tidak mengetahu ilmu menejemen dan hanya mengetahui ilmu agama, lalu apa yang dapat kita harapkan dengan pengembangan harta wakaf tersebut. Setidaknya harus ada kombinasi antara mereka yang ahlai dalam bidang agama dan mereka yang ahli dalam bidang menejemen dan usaha pengembangan  harta.  Kiranya sudah saatnya BWI berani melangkah lebih  maju dengan mengambil langkah langkah strategis dalam upaya mengembangkan harta wakaf tersebut.  Nadzir nadzir yang berbentuk organisasi yang sata ini hanya ditempelkan di  yayasan yang sudah ada juga perlu ditinjau kembali dan diubah menjadi organisasi yang benar benar mandiri sehingga harta wakaf tidka akan tercampur dnegan harta yayasan lainnya.

Jika langkah tersebut diambil dengan berani menanggung resiko tentunya, maka  wakaf di negera kita tentu akan segera menggeliat dan mampu berkembanag serta mempu menyelesaikan sebagian persoalan umat yang selama ini  terus terjadi. Kita sangat berharap bahwa pengelolaan harta wakaf di negara kita akan semakin membaik sejalan dnegan langkah BWI untuk merencanakan perubahan terhadap banyak hal, terutama yang terkait dnegan nadzir wakaf yang sementara ini masih belum bergerak dan masih dipegang oleh mereka yang gtidak cakap dalam mengelola harta serta mengembangkannya.

Kita snagat yakin jika harta wakaf tersbeut dikelola dnegan profesioanl sebagaimana para meneger mengelola harta yang ada, maka  wakaf di negeri ini akan segera menemukan  eksistensinya dan berdaya, serta memberikan harapan yang snagat bagus kepada umat secara keseluruhan. Harta wakaf itu peruntukannya akan jauh lebih luwes, meskipun harta wakafnya itu sendiri biasanya akan ditujukan untuk sesuatu yang sudah ditentukanoleh wakifnya. Namun seiring dnegan pwrkembangan yang terjdi, harta wakaf tentu akan dapat dikembangkan dan hasilnya tersbeut akan lebih luwes untuk diperhgunakan  untuk kemaslahatan umat secara umu dalam berbagai bidang yang dibutuhakan oleh umat. Semoga harapan tersebut tidak akan hanya tinggal harapan, melainkan akan segera mendapatkan respon positif dari para  pengurus BWI, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.