SAKIT

Siapapun akan menghendaki dirinya tidak akan sakit, namun sakit itu sendiri adalah sebuah kondisi  yang biasa terjadi pada setiap orang, dan untuk mengatasi masalah tersebut secara agama sudah diberikan motivasi yang ckup ampuh, yakni bahwa sakit itu merupakan pengampunan dosa dari Allah swt. Namun bukan secara otomatis, melainkan kondisi sakit tersbeut seharusnya dapat dimanfaatkan untuk merenungkan segala sesuatunya sehingga sampaia kepada pengakuan bahwa hanya Allah swt sajalah yang menentukan segalanya, dan lalu mau meminta ampunan dari Nya secara tulusa dan penuh harap. Itulah yang menyebabkan  akan diampuni  dosa dosanya, karena Allah itu Maha Pengampun terhadap segala dosa hamba Nya yang dimintakan ampunan, apalagi kalau saata memohon ampunan tersbeut dnegan sikap panuh percaya dan sadar keberadaannnyaa serta fokus dalam memohon.

Justru orang yang tidak pernah sakit atau jarang sakit, kecenderungannya  malah akana merasa sombong dan banyak membuat dosa. Konon ceritanya  dahulu Firaun  adalah orang yang tidak pernah diberikan sakit oleh Allah swt sehingga malaha berkelakuan sombong, bahkan malah mengaku sebagai tuhan segala. Karena beruntunglah bagi kita yang masih diberikan sakit oleh Allah sehingga kita diidngatkan Nya bahwa kita ini sebagai hamba yang sepenuhnya tergantung kepada kehendak Allah swt. Meskipun dmeikian kita tetap harus terus berusaha untuk menjaga kesehatan dan kalau dapat tidak usah sakit, tetapi  tetap mengakui semua itu atas kendak Allah semata.

Memang sakit itu ada bermacam  dan  masing masing orang tentu akan merasakan  perasaan yang berbeda. Ada sebagaian diantara mereka yang terus mengeluh karena  sebentar sebentar sakit dan harus mondok di rumah sakit sehingga amenghabiskan biaya bahkan seluruh hartanya  habis hanya untuk berobat. Sebagian diantara mereka ada yang sakitnya  menahun dan seolah tidak ditemukan obatnya, sehingga  kemudian dia pasrah dengan penyakit yang disandangnya. Memang dia berusaha untuk mendapatkan kesembuhan, namun sudah tidak terlalu berharap lagi, dana bahkan oleh tim medis divonis tidak akan dapat disembuhkan. Sesungguhnya dokter yang dmeikian itu  terlalu sombong, karena penyakit apapun di dunia ini pasti ada obatnya, dan Allah lah yang akan menyembuhkan penyakit tersebut, meskpun para dokter tidak sanggup lagi mengobatinya.

Kita juga menyaksikan betapa Allah ityu Maha Adil dalam  kehidupan manusia, karena banyak penyakit yanag secara lhir tampak sama tetapi pengobatannya tidak mesti harus sama. Artinya kalau diobati dnegan obat yang sama ternuata tidak akan menyebabkan sakit tersebut sembuh. Ada sebuah penyakit yang  menurit diagnosa dokter adalah sama dengan penyakit orang lain, yang  dengan obat tertentu setelah diminum  beberapa hati kemudian menjadi sembuh, tetapi untyuk orang lain yang penyakitnya sama, ternyata tidak sembuh. Sungguh kekuasaan Allah itu jauh lebih hebat ketimbang  pengpbatan  dokter yang hanya mengetahui melaui sebuah ilmu yang tentu ada kekurangannya. Bahkan melalui pengobatan tradisional sekalipun juga terkadang hasilnya berbeda.

Saya mengalaminya sendiri ketika sudah sangat lama sangat berusaha mengobati penyakit saya dengan emnggunakan berbagai obat yang ditunjukkan oleh para ahlinya, dan tetap saja tidak sembuh, namun ketika ada orang lain yang hanya diberikan obat sedikit saja dengan obat yang sudah saya konsumsi lama, namun penyakit orang tersebut sembuh total.  Hanya saja kemudian menyadarkan saya bahwa  penyakit itu yang membuat Allah dan yang dapat menyembuhkan tentunya Allah, dan manusia hanyalah berusaha saja, dan hasilnya sebagaiannya ada yang berhasil dan sebagian lainnya tidak berhasil. Artinya dnegan  merenungkan penyakt ternetu dan dnegan pengobatannya sekaligus, juga dapat membuat kesadaran kita semakin kuat dan kepercayaan kita kepada Allah swt juga semakin kuat.

Kasihan memang bagi mereka yang tidak mampu menyikapi penyakit yang dideritanya, dan bahkan malahan menyalahkan kepada Tuhan yang dikatakan sebagai tidak sayanglah atau tidak adillah dan lainnya. Padahal smeua itu hanyalah sebuah cobaan yang  manusia sendiri  dapat menerimanya dengan tulus ataukah sebaliknya. Dan kenyataannya banyak diantara umat manusia yang tidak lolos dengan ujian penyakit tersebut dan akhirnya justru akan semakin membuat diri orang tersebut terpuruk dan sukit bangkit kembali. Sebaliknya sungguh berungtung bagi mereka yang mampu menyikapi sakit yang dideritanya tersebut dnegan bijak dan tetap terus mendekat kepwada Allah meskipun penyakitnya belum diberi kesembuhan.

Ada kalanya justru dengan berserah doiri sepenuh hati kepada Allah swt, sebuah penyakit yang  dolter sudah menyerah, justru dapat  sembuh hanya dnegan kepasrahan hati yang tulus secara total. Orang yang hanya berharap  dan menyerahkan seluruh hidupnya hanya kepada Allah swt dan sama sekali tidak berharap kepada persoalan duniawi, sangat mungkin hati dan pikirannya hanya terfokus kepada Allah, dan itulah yang kemudian memberikan kesembuhan kepadanya.  Sebab  kebanyakan penyakit itu datangnya dari pikiran  dan hati yang masih kotor dengan eprsoalan duniawi, sehingga kemudian berpengaruh terhadap tubuhnya, baik  tubuh yang ada dibagian dalam maupun di luar.

Sesungguhnya sakit dan sehat itu merupakan kondisi yang diujikan oleh Allah kepada kita sebagai manusia. Mungkin orang akan berpikir bahwa ujian  sakit itu jauh lebih berat, ketimbanga ujian sehat, namun sesungguhnya semua itu sama, karena persoalannya ialah pada penyikapan kita sendiri sebagai umat, apakah kita akan mempergunakan kondisi sakit atau saehatbtersbeut untuk  lebih meningkatkan ketaqwaan kita ataukah sebaliknya. Artinya jika sakit pun yang kita  diberikan ujian, namun kita dapat menyikapinya dnegan baik, maka itu akan jauh lebih baik ketimbanga sehat yang kita tidak mampu mempergunakannya. Karena itu sekali lagi smeuanya tergantung kepada masing masing orang. Semoga kita akan mampu menjalani ujian dari Allah swt, baik ujian sakit maupun ujian sehat, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.