TENTANG KEUANGAN SYARIAH

Islam memang bukan saja berkaitan dnegan persoalan ibadah saja, elainkan juga terkait dengan masalah kehidupan secara keseluruhan, termasuk di dalamnya ialah tentang perkonomian. Kita sangat menyadari bahwa hidup di dunia ini tidak akan mampu terlepas dari masalah ekonomi karena bagaimana pun hidup itu membutuhkan banyak hal yang terkadang hanya dapat dipenuhi dnegan harta. Karena itu Islam sangat menyadari persoalan tersebut dana kemudian juga  membahas tentang masalah etrsebut dna bahkan melembagakan beberapa bidang yanag esensinya ialah dalam rangka memenuhi kecukupan dalam bidanag ekonomi. Salah satu  lembaga yang ditetapkan oleh Islam dalam  mengatasi persoalan ekonomi umat ialah zakat, wakaf, dan juga  infaq sedekah.

Persoalan perbankan juga tidak lepas dari perhatian islam, dan sistem yang dibangunnya dapat dipastikan akan menguntungkan smemua pihak, karena sistem tersbeut akan jauh dari praktek riba sebagaimana yang sudah dijalani oleh sistem ekonomi lainnya yang berlaku di dunia ini. Sistem kapitalis yang  pernah berjaya pun akhirnya menjadi lemah dnaa bahkan tumbang di beberapa negara karena sistemnya yang riba, sehingga banyak spekulasi yang merugikan banyak pihak. Mungkin sistem ribawi pada satu sisi dapat menguntungkan  banyak kepada pihak tertentu, namun pada sisi lain justru snagat merugikan kepada yang lainnya. Karena itu sistem ini snagat dijauhi oleh Islam yang bertujuan menciptakan kepastian dalama berusaha daan yidka merugikan pihak pihak yang terkait.

Lembaga yang sudah direncanakan dengan snagat bagus ialah zakat, dimana  sleuruh muslim yang mempunyai kelebihan hartanya  sesuai dnegan batas batas yang ditentukan, haruslah mengeluarkan sebagiannya untuk kepentingan pihak lain yang sudah ditentukan pula macamnya, yakni ashnaf yang jumlahnya ada delapan.  Namun demikian dinatara ashnaf tersebut saat ini sudah ada yanag tidak dapat ditemukan lagi yakni para budak yang berkeinginan untuk emmerdekakan dirinya. Kita menyadari bahwa sata ini perbudakan sudah dihapuskan  dan karena itu  untuk penerima zakat dari kalangan mereka juga otomatis akan hilang.

Namun  tidak terlalu menjadi masalah karena sejumlah ashnaf yang lainnya masih  ada dan kondisinya juga dapat ditafsirkan menjadi lebih luas lagiketimbang yang dipahami oleh para ulama zaman dahulu. Sebagai contohnya ialah tentang sabilillah yang bukan hanya sekedar mereka yang berjuang berperang melawan musuh Islam di medan perang, melainkan juga masuk di dalamnya mereka yang berjuang untuk memajukan Islam secara umum seperti mengajarkan syariah kepada para anak anak muslim atau mengajarkan ilmu termasuk mempelajari kitab suci dan lainnya. Jadi penegertian sabililah yang diperluas ini dapat menampung banyak pihak yang dapat menerima zakat agar mereka juga hidup sejahtera sebagaimana  yang lainnya.

Namun sebagaimana diketahui oleh kita dan banyak piahk bahwa  saat ini untuk ashnaf yang gharim, tentu harus dilihat kembali  kondisinya, karena saat ini para gharim itu bukan mereka yang miskin dan sulit membayar hutangnya, karena mereka berhutang itu bukan karena tidak punya melainkan hanya sekedar untuk mengembangkan usaha semat, sehingga secara riil mereka yang banyak hutang tersebut sesungguhnya mampu dalam segi ekonomi sehingga kalau dmeikian mereka tidak boleh menerima zakat dri unsur gharim. Memang para pengelola zakat harus cermat dan  cerdas dalam memerankan dirinya sebagai pengelola, karena dnegaan kecerdasan dan kreatifitas itulah, akhirnya mereka akan mampu memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat darai dana zakat tersebut.

Bagaimanapun tujuan akhir dari pengelolaan dan diwajibkannya zakat ialah agar umat muslim menjadi mampu bergerak dan  sejahtera, sekaligus juga memberikan pelajaran kepada para pemberi zakat untuk peduli kepada sesama umat muslim lainnya, khususnya mereka yang kurang beruntung  dalam bidang ekonomi.  Karena itu sekali lagi para pengelolanya harus  pandai membiat program yang itninya bukan saja menyelesaikan persoalan yang elementer, semacam mengatasi kelapan, melainkan juga sekaligus mampu mengubah kondisi penerima zakat agar pada saatnya justru akan brgangti menjadi pemberi zakat. Banyak cara yangh dapat ditempuh untuk menuju kepada tujuan tersebut.

Selain itu wakaf juga merupakan sumber dana dalam Islam yang dapt digunakan sebagai kemaslahatan umat dengan mengelolanya secara baik dan mengembangkannya menjadi  lebih besar dan  lebih luas. Semua tergangtung kepada para pengeloanya yang telah diberikan kepercayaan penuh untuk mengembangkan harta yang ada sehingga menjadi berkembang dan menjadi lebih banyak sehingga akan lebih memberikan kemaslahatan bagi umat yang lebih luas. Memang ada  beberapa ketentuan yang tidak boleh dilanggar, namun sesungguhnya ada banyak kesempatan untuk dapat mengembangkannya dnegan cara yang baik dan halal.

Jadi keuangan syariah  yang ada dan telah ditentukan oleh islam itu snagat banyak dan luwes untuk selalu dikembangkan menjadi ebih besar dan banyaklagi, namun smeuanya masih tergangung kepada para pengelolanya. Artinya para pengelola dana umat tersbeut seharusnya memang membekali diri dnegan ilmu menejemen dan ilmu ketrampilan dalam menjalankan transaksi dalam bidang perdagangan. Jika para pengelola masih berkutat dalam idang ketrampilan dalam bidang ilmu syarita semata, maka  harta umat tersbeut tentu tidak akan bisa berkembang dan akhirnya hanya stagnan serta tidak dapat memberikan manfaat  dan kemalahatan lebih banyak bagi umat.

Sesungguhnya masih banyak lagi   yang dapat dihasilkan dari harta umat muslim  untuk kepentingan umat secara umum, semacam penggalangan dana dari umat melalui infaq dan sedekah lalau dikelola dngan baik. Namun biasanya kalau penggalangan yang dmeikian yujuan awalnya sudah ditunjukan terlebihd ahulu semisal untuk pembangunan gedung tertentu yang akan diperuntuuaknagi kepentingan umat. Sementara itu  kalau ingin menghimpun dana yyang banyak dan tujuannya masih umum, akan lebih baik  melalui wakaf uang tunai, namun memang para pengelola harus bertanggung jawab penuh kepada dana tersebut dana selalu menberikan informasi perkembangannya kepada umat. Dengan begitu  Islam akan semakin membaik dan menjadi  tempat untuk rujukan  bagi siapapun. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.