SIFAT ALLAH AL-QUDDUS

Sifat Allah al-Quddus ialah sifat mutlak kemaha sucian Allah swt. Sifat tersebut memberikan pengertian kepada kita sebagai makhluk Nya bahwa Allah swt sebagai Tuhan memang begiytu suci dari segala  sifat sebaliknya, sepetri rendah,  kotor, jorok,  dendam dan lainnya. Tentu kalau dihubungkan dnegan sifat sifat lainnya, sifat ini juga akana selaras dan semakin menambah kebenaran sifat Nya. Sebagaimana kita ketahui bahwa Allah itu lain dari makhluk Nya karena makhluk itu mempunyai sifat sifat yang kurang dan hal hal yang  tidka mutlak. Jika makhluk itu mempunyai sifat yang mengarah kepada suci, maka itu hanyalah nisbi semata dan tidak hakiki, seperti jika seseorang itu  suka kepada kebersihan, bukan berarti bersihnya dia iyu mutlak, melainkan masih ada sisa kotoran yang melekat padanya.

Lain dnegan sifat sucinya Allah yang pasti paripurna dan tidak ada kekurangan sedikitpun. Kalau manusia suci laahir dan batinnya juga masih ada kekurangan. Kalau dia suka kepada kebersihan, semacam linghkungannya bersih, pakaiannnya bersih, rumahnya bersih dan juta badannya bersih, namun itu belum cukup menunjukkan bahwa dirinya secara lahir ityu bersih hakiki, melainkan hanya bersih dalam pandangan mata manusia yang masih kurang. Demikian juga jika batinnya juga bersih, semacam tidak ada dendam dalamm hatinya,  selalu positif thingking kepada siapapun, dan juga pikirannya  tidak berburuk sangka kepada pihak lain, itu juga belum menunjukkan bahwa dia itu batinnya bersih secara halili, kaarena pasti  masih tersisa meskipun sedikit tentang kekurangan yang ada.

Kalau sifat Allah yanag Maha suci tersebut memang benar benar suci dan tidak ada kotoran sedikitpun pada Dzatnya. Lalu kalaua kemudian dipertanyakan kenapa Tuhan  masih akana memberikan adzab kepada mereka yang menentangnya, bukankah itu berati Tuhan masih ada  sifat rasa ingin membalas dendam? Jawabannya sangat jelas, bahwa  Allah telah emmberikan pilihan kepada manusia karena  Dia telah emmberikan akal pikiran kepada manusia untuk dapat digunakan sebagai pertimbangan, apakah akan memilih sesuatu yang baik yang akan menempatkannya pada posisi yang baik dan aman, ataukanh sebaliknya  ingin menggunakannya untuk memilih yang buruk dana akan membawanya ke tempat yang snagat menyengsarakan. Semuanya sudah diberikan, sehingga kalau kemudianpada saatnya nanti  ada manusia yang akan menerima siksa itu adalah atas pilihannya sedniri, dan Tuhan tentu akan  memberikan pilihan mereka masing  masing.

Mungkin di dunia ini manusia juga ada yang mendapatkan  nasib kurang beruntung, ada yang kaya dan ada pula yang miskin, ada yang sehat dan ada pula yang sakit dan lainnya. Kitaa tidak boleh melihat hanya sesaat dan apa yang nampk secara lahir belaka, melainkan kita harus melihatnya secara ermat, bahwa semua itu hanyalah ujian kepada manusia apakah mereka dapata melaluinya dnegan baik ataukah justru sebaliknya malah tercebur dalam  cobaan tersebut. Artinya semua yang diujikan oleh Allah swt kepada manusia itu ada maksud yang baik dan jika manusia mampu melewatinya, maka pasti dia akana mendapatkan kebruntungan yang sangat luar biasa banyak, namun sebaliknya jika idak lolos, maka hanya kesengsaraan sajalah yang akan dia terima.

Orang diberikan ujian miskin itu agar manausia semakin menyadari posisinya dana posisi Tuhannya, lalu sakan emakin menambah kayakinannya dan kemudian menambah pengabdiannya kepada Allah swt. Jika hal tersebut dapat dijalankannya dnegan mulus, maka Tuhan pasti akan memberikan sesuatu yang diinginkannya, bukan hanya sekedara persoalan materi, melainkan justru mengenai kepuasa hati. Demikian juga Allah memberikan sebagian orang ujian dengan kekayaan, itu juga agar manusia semakin dapat merenung bagaimana sesungguhnya hidup ini dan bagaimana posisinya di bandingkan dnegan Tuhan. Jika dia mampu melewati ujian tersebut dneganbaik, pastilah Allah akan semakin menambah kebahagiaannya, namun sekali lagi kalau mereka, baik yang  dicoba dnegan miskin maipun dengan kaya tidak mampu melewatinya, maka hanya keburukan dan kesengsaraan sajalah yang akan dinikmatinya.

Demikian juga dnegan ujian sakit dan sehat, semuanya dimaksudkan agar manusia semakin menyadari posisinya dan posisi Tuhan sehingga pada saatnya akan tumbuh kesadaran total dalam dirinya mengenai siapa dirinya dihadapkan kepada Allah swt. Maka beruntunglah bagi mereka yang ternyata mampu menyikapi smeua ujian tersbeut dnegan baik  dan menempatkannya pada kondisi yang benar benar nyaman dengan ujian tersebut, karena  mereka pastinya akan mendapatkan kondisi yang sangat dirindukannya. Jadi semua yang dialami oleh manusia tersbeut bukan karena Allah mempunyai sifat yang bertentangan dengan kesucian Nya, melainkan  ada maksud tertentu yang  hanya manusia sendirilah yang dapat menentukannya dan memilihnya sendiri.

Sifat Maha Suci itulah yang kemudian klop dengan kemaha adilan Nya, karena dnegan kesucian tersebut Allah swt tentu akan selalu bersikap adil yang juga mutlak adanya. Tidak mungkin Tuhan lalu meras dendam dan  ingin memberikan  siksa kepada siapapun yang dikehendaki Nya, semua itu hanyalah  penglihatan manusia, sebab sesungguhnya yang memilih  untuk mendapatkan kebahagaiaan  atau kesengsaraan itu hnyalah manusi sendiri. Kemutlakan  kemaha sucian Tuhan itu jugalah yang  telah mampu menatik sebagainmanusia untuk meniriu sufat baik tersbeut, yakni dnegan menjalankan  usaha membersihakn  diri dari  aspek kotor yang nampak oleh mata manusia seperti selalu bersiah dalam penampilan, selalu berwudlu dalam kesleuruha  kondisinya, selalu membuang sampah pada tempatnya dan hal hal lain yang mencerminkan kedisiplinan.

Jadi dengan dmeikian kita akan mampu mengenal bahwa kemaha sucian Allah itu memang mutlak dan tidak dipengaruhi oleh apapun, karena memang Tuhan itu sang pencipta dan Mutlak untuk berbuat sebagaimana yang diingankan Nya. Allah itu suci dari sifat sifat rendah manusia atau makhluk lainnya, Dia itu sangat jauh dari sifat sifat yang  cenderung inginmenguasai, ingin meindas, ingin menyiksa, ingin memebrikan kebaikan  kepada pihak tertentu dan sifat lainnya yang itu hanya patut menjadi milik manusia atau makhluk lainnya. Kaena itu sekali lagi maha suci Allah swt dari segala hal yang negatif dan memberikan dampak  buruk kepada  seluruh makhluk.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.