ADAPTASI

Bagi siapapun yang kebetulan menempati sebuah tempat baru, apakah itu rumah tinggal, ataukah pekerjaan dan lainnya, dapat dipastikan memerlukan adaptasi dengan lingkungan dan rekan serta masyarakat, kalau ingin keberadaannya menjadi mulus dan tidak mendapatkan banyak masalah. Adaptasi itu merupakan pengenalan dan penyesuaian  diri dengan lingkungan di mana kita berada, sebab kalau kita tidak mengenal lingkungan kita dnegan baik, boleh jadi kita melakukan  sesuatu yang kita anggap sudah wajar dan pas, namun menurut kebiasaan masyarakat setempat ternyata itu merupajkan hal yang sangat tidak diinginkan, sehingga kita akan mendapatkan masalah. Sudah barang tentu kita juga tidak ingin mendapatkan masalah yang terus menerus, hanya disebabkan kita tidak sempat beradaptasi atau menyesuaikan diri dnegan lingkungan.

Mungkin kita sudah  menyadari bahwa kebiasaan masyarakat itu tidak sama antara satu tempat dnegan tempat lainnya, sehingga karena itulah kita memerlukan adaptasi tersebut. Kita adalah orang yang suka berkumpul, suka berkomunikasi dan suka berdiskusi. Nah, karena itulah kita  santat dianjurkan untuk mengenal watak masing masing orang sehingga hubungan kita akan dapat berjalan mulus tanpa hambatan dan masalah. Jika seseorang berpindah tempat kerjanya dan  semua  yang ada di sekitarnya adalah orang yang baru baginya, maka jalan satu satunya untuk dapat berkomunikasi dnegan mereka secara baik dan lancar ialah dnegan mengenal lebih dekat kepada mereka, kecenderungannya dan juga kebiasaannya, karena kalau hal tersbeut tidak kita lakukan, yang terjadi ialah  kesenjangan demi kesenjangan yang semakin sulit untuk diatasi.

Demikian juga  misalnya kita mempunyai anak yang kebetulan juga mengikuti kita pindah dan sekolah anak pun juga harus pindah, maka anak tersebut juga harus dapat menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan lingkungan sekolahnya yang baru. Mungkin juga anak kita sangat takut atau malu melakukan sendiri, nah, kita sebagai orang tualah yang harus emmberikan advis kepada mereka agar mereka dapat menyesuaikan diri dengan kawan kawan barunya. Dengan berkawan dnegan  sesama siswa di tempat yang baru, anak kita tentu akan dapat berkembang sebagaimana mestinya dan normal. Kita hanya kahwatir saja kalau anak kita tidak dapat bergaul secara bebas dengan anak anak lainnya, maka perkembangan mentalnya juga pasti akan terganggu dan itu juga akan menghambat perkambangan otaknya dan  kepandaiannya.

Jika isteri kita terbiasa berorganisasi dan aktif dalam berbagai kegiatan, lalu berpindah ke tempat yang sama sekali masih asing baginya, tentu juga diperlukan adaptasi dnegan  masyarakat, terutama dengan ibu ibu sekitar agar mereka dapat berkomunikasi dnegan nyaman dan bahkan mungkin juga ikut berbagai kegiatan yang sudah ada sebelumnya.  Bagi  ibu ibu yang twrbiasa  melakukan kegiatan, lalu berdiam diri tentu juga akan terasa tersiksa, untuk itu jika kesulitan untuk berkomunikasi, maka kitalah yang harus membukakan jalan, semisal dnegan bersilaturrahmi  dengan  ketua RT setempat dan kemudian juga mau menghadiri pertemuan PKK ibu ibu dan kegiatan arisan misalnya serta kegiatan lainnya yang sudah berjalan di masyarakat tersebut.

Mungkin diantara kita ada sebagian orang yang terlaluy percaya diri karena pangkatnya sudah  cukup tinggi dan mungkin juga karena kaya, sehingga seolah tidak memerlukan  nasehat orang lain, namun harus disadari bahwa semua itu belum menjamin akan sukses dalam hidupnya, apalagi kalau kemudian dia berada di tengah tengah masyarakat yang asing baginya. Karena itu sekali lagi adaptasi dan penyesuaian itu menjadi sebuah keniscayaan bagi siapapun, tidak pandang apakah dia itu beroendidikan tinggi atau rendahan, karena adaptasi itu hakekatnya hanyalah mengetahui kebiasan dan kecenderungan masyarakat sehingga kita akan dapat meyikapinya dengan tepat dan tidak asalh bertyindak.

Sudah pasti kita smeua menyadari bahwa kita  hidup ini ingin mendapakan kawan dan sahabat yang sebanyak banyaknya dan bukan menciptakan musuh bagi kita. Kalu kita hanya mengikuti keinginan kita sendiri yang mungkin dianggap paling baik dan benar, bisa bisa justru kita akan berhadapan dengan kenyataan yang ternyata berbeda seratus delapan puluh derajat dnegan teori yang ada dalam otak kita. Kebiassan dan kecenderungan masyarakat itu terkadang tidak sebanding lurus denagn apa yang ada dalam pikiran kita, karena semua didasarkan atas pengalaman masing masing masyarakat. Bahkan seworanag pemimpin yang baru saja terpilih menjadi seorang kepala daerah juga wajib beradaptasid engan masyarakatnya dan juga para pejabat di bawahnya.

Banyak kenyataan yang sudah terjadi, ketika ada seorang kepala daerah yang mengabaikan penyesuaian diri tersebut, lalu endapatkan masalah yang berlarut shingga dia tidak mampu mengembangkan gagasannya dan  justru terus menerus berkonflik dnegan bawahannya. Tentu hal tersbeut snagat merugikan rakyat dan negara secara umum. Beruntung kalau kemudian kepala daerah etrsebut menyadari dan  melakukan pembenahan serta meminta maaf kepada smeua, lalu memperbaiki kinerjanya dnegan menyesuaiakan diri dnegan keinginan dan khendak rakyat secara umum, maka  apkan dapat dipulihkan, namun jika yang dipertahankan ialah egonya, maka rakyatlah yang akan menjadi korbannya.

Pendeknya dalam bidang apapun jika kita sedang berada di lingkungan yang tudak biasa, maka kita harus beradaptasi terlebihd ahulu, termasuk kemungkinan masyarakat menjalankan kebiasan buruk. Nukan berarti adaptasi itu mengikuti saja apa yang biasa dijalankan oleh masyarakat, melainkan hanya sekedar mengetahui dna mengenalnya dnegan baik, sehingga kita akan mampu mencarikan solusi terbaik utnuk mengubah kebiasan yang kurang baik tersebut untuk dibawa ke kebiasan yang baik.  Tentu banyak jalan untuk menuju ke sana karena jika kita berpikir serius dan mengenal masyarakat dnegan baik, tentu apapun dapat kita suguhkan untuk dapat diterima masyarakat dan menjadi manfaay bagi mereka, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.