SIFAT AL-MALIK

Sifat al-malik atyau yang memiliki secara mutlak adalah hanya milik Allah swt yang berarti hanya Allahlah yang Maha memiliki dan merajai seluruh Alama, langit dan bumi dan semuanya. Kalaupun di dunia ini ada [iak yang mengaku sebagai penguasa dan paling berkuasa, sebagaimana Firauan dahulu yang sampai mengaku sebagai tuhan, namun dalam kenytaannya hanya Allah sajalah yang Maha Memliki  dan menguasai segalanya, termasuk mereka yang me ngaku sebagai penguasa, tetaplah berada dalam kekuasaan Allah swt. Kita menyadari memang banyak pihak yanag hanya memiliki sedikit ekkuasaan saja lalu, meras bahwa dirinyalah yang pal;img hebat dan pa;ing berkuasa, namun pada saat tertentu, semisla dirinya terserang penyakit saja, dia tidak mampu untuk menolaknya.

Itu membuktikan bahwa masih ada Dzat yang lebih berkuasa ketimbang dirinya dan dia senddiri masih membutuhkan bantuan Dzat yang Maha tersebut. Bahkan kekuasaan dan kemaha pemilikan secara mutlak tersebut tidak saja berada di dunia ini, melaiankan juga di alam lain yakni alam barzah dan juga alam akhirat nanti. Banyak informasi yang pasti bahwa di akhirat nanti akan ada dua tempat yang ebrbeda yang akan menjadi tempat bagi manusia dan  makhluk lainnya, yang bernama surga dan neraka. Surga nantinya disedikana untuk orang orang yang selalu berbuat baik dan didasari oleh kepercayaan kepada Allah swt secara benar. Sementara itu neraka  diperuntukkan bagi mereka yang durhaka dan menentang perintah Allah swt.

Semua makhluk yang ada di dunia saat ini, nantinya  akan kembali kepada kondisi yang sudah diciptakan oleh Allah swt di akhirat nanti, semua akan ditentukan oleh perbuatannya sendiri sendiri saat di dunia, karena sesungguhnya Allah sebagai sang pemilik mutlak tersebut sudaha memberikan kelengkapan akal pikiran yang  diberikan kepada manusia untuk dipergunakan dnegan baik, dan mempertimbangkan segala sesuatu sehingga dia akan  mampu memilih yaang terbaik untuk dirinya dan nantinya akan diperoleh balasannya di alam akhirat. Itu sudah sangat kuat sebagai bukti bahwa Allah swt memang  Maha memiliki secara mutlak segala apa yang ada dan sekaligus menentukannya.

Hanya saja Allah swt bukanlah pihak yang semena mena karena kekuasaan, melainkan justru sebagai Tuhan, Dia malah selalu berbuat  adail dan kasih sayang kepada seluruh makhluk Nya, baik yang selalu berbuat bauik maupun yang selalu berbuat salah dan dosa. Namun karena di dunia ini makhluk Nya tersebut sudah diberikan akal untuk menentukanpilihan, maka  ada konsekwensi pilihan yang ditentukan oleh masing masing orang, sehingga  nanti balasan di akhirat akan disesuaikan dnegaan amalan yang telah dikerjakannya di dunia. Itu juha menjadi bukti sebuah keadilan yang hakiki, karena tidak ada kompromi  atas pertimbangan apapun, melainkan hanya semata amal yang sudah dikerjakannya di dunia.

Jadi dengan demimian seharusnya seluruh apa yang ada di dunia ini, termasuk mereka yang kebetulan sedang berkuasa di ssuatu daerah, haruslah mengakui kemutlakan  kekuasaan dan kepmilikan Allah atas segala sesuatu yang ada, Sebab kalau  Dia berkehendak, maka tidak ada kekuatan apapun yang mampu mencegahnya, termasuk kalau harus mengerahkan seluruhn kekuatan yang dimiliki atau dengan menggabungkan smeua kekuatan yang ada. Itulah mengapa  di dunia ini tidak ada yang berkuasa secara mutlak, melainkan hanya kekuatan semua yang  pasti ada yang melebihinya lagi. Satu satunya kekuatan yang mutlak dan kepemilikan yang mutlak ialah kepemilikan Allah swt atas segala sesuatu yang wujud, Karena Dialah yanag memang memilikinya dan mampu untuk membuat semua milik Nya tersebut sesuai dnegan kehendak Nya.

Memang Allah lah Tuhan yang  pantas  karena kemutlakan kepemilikannnya atas segala sesuatu tidak ada yang dapat menghalanginya, jangankana menghalangi, hanya sekedar untuk  memeastikan bahwa apa yang diinginkannya untuk sesuatu saja pasti tidak akan mampu, karena masih tergantung kepada kehendak Allah swt, Tuhan yang sesungguhnya dan kekuasaan Nya sangat mutlak dan juga kepemilikan terhadap semua yang ada juga mutlak tanpa ada yang dapat  menyamai apa lagi menyaingi. Karena itu sekali lagi dengan kepemilikan Allah yang mutlak tersebut seharusnya tidak ada lagi pihak lain yang mengaku sebagai hebat dan paling kaya atau paling kuasa, karena jika  Allah swt berkehendak dengan miliknya, maka tidak ada satu pihak p[un yang akan akan mampu mengubahnya sesuai dnegan kehendaknya.

Bagi kita sebagai makhluk dan hamba Nya tidak ada keraguan sedikit pun  atas kepemilikan segala sesuatu di dunia ini dan juga semua hal yang ada di akhirat nanti, dan  karena itu  ketika kita meminta maka tidak usah ragu hanya meminta kepada Nya dan sekaligus berkomitmen untuk mengikuti seluruh perintah Nya dan menjauhi seluruh larangan Nya. Dengan begitu memang tidka ada alasa bagi siapaun untuk  berpaling kepada selain Nya. Itu jika kita mengakui kemaha kepemilikan Allah swt dan kia  mengakui dengan tulus apapun yang menengtukan adalah Allah swt, bukan karena yang lain. Kita yakin bahwa jika Allah menghendaki sesuatu, maka apapun yang diusahakan dengan sekuat tenaga kalau itu tidak sesuai dnegan kehendak Nya, maka kita tidak akan mungkin dapat meraih keinginan kita tersebut.

Pendeknya jika orang sudah mengakui  sifat Allah yang maha memiliki secara mutlak atas segala yang wujud tersebut, pastilah akan  mengikuti apapun yang dikehendaki Nya dan akan  takut untuk membangkang tas segala perintah Nya. Namun jika orang tidak  mempercayai sifat Allah swt tersebut, maka sangat pamtas kalau dia  tidaka akan menggantungkan nasibnya kepada Allah, tetapi dengan yang lain, atau bahkan  sangat mungkin kemudian malah bergangung kepada pihak yang sama sekali tidak dapat menentujkan nasibnya sendiri. Semoga  kita smeua  dapat dnegan sadar mengakui sifat Allah tersebut sehingga pada akhirnya kita akan terus menyerahkan smeua urusan kita hanya kepada Allah swt, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.