SIFAT AL-RAHIM TUHAN

Ada perbedaan makna dan tujuan  antara al-rahman dan al-rahim, karena meskipun makna lahirnya sama saam  kasih dan sayang, namun untuk al-rahman itu umum bagi semua makhluk Tuhan, baik yang taat maupun yang membangkang, namun khusus untuk makna al-rahim itu kasih sayang Tuhan yang diberikan khusus untuk mereka yang taat dan  tempatnya ialah di akhirat nanti. Jadi yang akan mendapatkan sifat al-Rahim Tuhan ialah mereka yang saat di dunia mau engikuti apa yang diperintahan oleh Allah swt dan menjalankan perbuatan baik serta beribadah kepada Nya. Sementara bagi mereka yang ingkar dna sama sekli tidak mau taat kepada Allah, tidak bakalan mendapatkan al-rahim Allah. Dengan kata lain bagi mereka itu di akhifat tidak akan mendapatkan kasih dan sayang Tuhan, dan hanya kesengsaraan sajalah yang akan mereka terima sebagai balasan atas perbuatan mereka saat di dunia.

Seluruy makhluk Tuhan selain manusia tentu juga tidak akan mendapatkan al-Rahim Tuhan karena  sifat tersebut hanya akan diberikan Allah di akhirat, sedangkan makhluka selai manusia  sudha akan berakhir sejarahnya setelah kematian. Lain dnegannmanusia yang masih akan meneruskan sejarahnya di akhirat nanti, karena  sejarahnya di dunia belum tuntas. Artinya masih terlalu banyak persoaan yang belum selesai di dunia dan harus diselesaikan di akhirat nanti.  Kalau ada manusia yang melaqkukan perbuatan merugikan pihak lain dan  sebeluum persoalannya tuntas, laltas dia meninggal dunia, tentu masih ada hutang perkaran yang tersisa dan harus diselssaikan untuk mempertahnggung jawabkan perbuatannya. Dan smeua itu akan dapat dituntaskan di akhirat.

Untuk itu jika kita sebagai manusia  yang dilengkapi dnegan akal  dan masih akan terus menjalani sejarah di akhirat,  dan ingin mendapatkan al-rahim tuahn, tentunya harus mau menjalani banyak lakon yang sesuai dnegan aturan main yang ditentukan oleh Allah swt.  Artinya jik akita menginginkan mendapatkan al-rahman Yuhan itu tidak ada persyaratan khusus, karena sifat tersebut akan diberikan oleh Allah kepada sleuruh makhluk Nya, tanpa memandang siapapun dan makhluk apa, tetapi khusus untuk al-Rahim Tuhan, tentu  ada syarat yang diperlukan, karena hanya orang orang baik dan taat menjalankan kewajiban yang dibebenkan oleh Allah swt sajalah yang akan mendapatkan al-Rahim Nya.

Saat masih di dunia ini kita didiberi tahu bahwa  sebagai makhluk kita haus mau mengakui keberadaan allah swt sebagai Tuhan, dan nabi  Muhanmmad saw sebagai utusan Nya, lalu  diwajibkan banyak hal yang mesti dijalankan, seperti menjalankan shalat lima waktu, menjalankan puasa di bulan Ramadlan, menunaikan zakat,  dana menjalankan ibadah haji jika sudah mampu.  Di sampng itu masih banyak perbuatan yang dianjurkan seperti membantu pihak lain, bersedekah, berperilaku baik dan  tidaka menyaktyi pihak lain serta selalau menunjukkan sifat  baik lainnya yang itu sama denagn tidak membuat pihak lain sakit atau terhina dan sejenisnya.

Bagaimana  hideup serasi di dunia dan membuat pihak lain nyaman serta senang di dekat kita. ituah sebagian  kondisi yang diinginkan agar kita mampu ,enhyongsong akhirat dengan baik dan mendapatkan al-Rahim Tuhan.  Secara substansial  mengenai kasih sayang Tuhan tersbeut memang tidak bebeda namun tentu tetap berbeda, karena di dunia ini semuanya sama  dan akan diberian kasih sayang oleh Tuhan, namun di akhirat kasih sayang Tuhan tengtu berupa pahala yang sangat luar biasa dan beebreeda secara substansial dnegan apa yang pernah kita rasakan dan dapatkan di dunia. Kenikmata di akhirat oiotu digamnbarkan tidak pernah dilihat oleh mata manusia, tidak pernah didengar oleh telingan manisia dan terbersit dalam hati pun tidak. Jadi al-rahim Allah itu pasti sangat luar biasa yang tidak terbayangkan oleh kita yang masih di dunia ini.

Sudah barang pasti kita tidak hanya ingin mendapatkan al-rahim tuhan ssaja melankan juga mendapatkan al-Rahman Nya saat di dunia ini, lalu  lebih penting lagi kita akan mendapatkan al-Rahim Tuhan saatdi akhirat nanti.  Dengan dmeikian idealnya sebagai makhluk  yang bernama manusia dengan kesempurnaan akal yang dianugerahkan kepada kita, kita akan mampu melalkukan yang terbaik, karena  kita  dengn kelengkapan akal tersbeut pasti akan dimintai pertanggung jawaban oleh Tuhan, yakni tanggung jawab  untuk kehidupan kita yang telah diberikan Allah kepada kita sekaligus dilengkapi akal tersbeut. Dengan dmeikian  kita memang tidak dapat mengelak dan beralasan lain, terkecuali harus menjalankan kewajiban yang menjadi tanggung jawab kita.

Sesungguhnya  kewajiban kita sebagai manusia yang harus menjalankan semua perimtah Tuhan itu tidak cukup, bilamana yang kita maksud kewajiban ialah perintah untuk menjalankan beberap hal yang sudah menjadi oengertian umum sepeti menjalan shalat, puasa , zakat dna haji, melinkan justru sebagai manusia yang mempunyau perasaan dan  akal sehart tentu kewajiban kita bukan yang formal etrsebut, melainkan justru kewajiban lainnya yang secara tidak langsung dibebankan kepada kita. Sebagai contohnya iala kewajiban kita  kepada masyarakat kurang mampu, kepada mereka yang ya=tim piatu dan sejenisnya. Semua itu  tentu menjadi kewajiban kita untuk memikirkan dan menangani mereka agar mereka  mampu hidup layak sebagai manusia.

Kpedulain kita kepada masyarakat scara umum memang tidak menjadi kewajiban spesifik melainkan hany asebagai kewajiban  yang sifatnya kifayah, namun justru dengan akal yang diberikan kepada kita itulah kita harus mampu menjadikan berbagai hal yang baik kemudian menjadi sebuah kewajiban yang harus ditunaikan, demi menciptakan keharmoniasa hidup dan menjadikan kehidupan kita damai, nyman dan  menyenangkan. Kalau dengan akal tersbeut kita mampu merumuskan sebuah kondisi ideal yang harus kita ciptakan, tentu itu akan jauh lebih bagus ketimbang kita hanya menjalankan kewajiban formal saja dan meninggalkan kewajiban kifayah tersebut. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.