MENGENANG IBUNDAKU

Masih banyak hal yang belum dapat aku lakukan untuk menyenangkanmu ibu, namun  kini engkau sudah pulang ke hadibaan Ilahi rabbi, sehingga aki tidka lagi mampu berbuat sesuatu yang secara duniawi akan mampu menyenangkan dirimu, namun percayalah ibu, akau akan senantiasa mendoakanmu, bukan hanya lima kali dalam sehatri semalam, melainkan lebih banyak dati hitungan itu. Aku pun   masih merasa bahwa belum seberapa yang dapat aku lakukan untukmu, namun  percayalah aku akan selalu beusaha berbuat ayng terbaik untukmu ibu.

Saat aku masih kecil engkau sudah harus ditinggalkan oleh ayah  karena dipanggil oleh Allah swt, sehingga dengan tenagamu yang tidak lai kuat, tetapi engkau tetap menyayangiku dan saudaraku dengan begitu  baiknya sehingga akhirnya mampu mengantarkan kami smeua menjadi orang yang dapata menyelesaikan sekolah dnegan baik. Engkau memang berjiwa pendidik, meskpun tidak pernah menjadi guru secara formal namun didimanmu begtu hebat sehingga mampu menjadikan kami smeua   sebagai anak yang  mau mengerti posisi masing masing orang.

Aku masih sangat ingat saat engkau tengah malam harus menjual dagangan hasil kebun dengan berjalan kaki  berpuluh kilo meter hanya untuk mendapatkan uang untuk keperlauan kami, tetapi engkau sama sekali tidak pernah terlihat Lelah, walaupun wajahmu  dapat dilaihat kelelahannya, engakau juga tidak pernah mengeluh, meskkipunkau harus jatuh sakit. Engkau akan selalu tersenyum dan memberikan mptivasi kepada kami untuk terus belajar dan meraih cita cita. Itulah kehebatanmu ibu, yang orang sekarang yang berpendidikan sekalipun tidak akan mampu menjalaninya.

Engkau memang tidka pernah mengenyam Pendidikan formal dan bahkan engkau tidka mampu membaca huruf latin atau berhasa Indonesia, namun engkau mahir dalam membaca ayat ayat suci alquran. Kami semua bangga dengan posisimu yang meskipun tisak mampu membaca huruf laitin tetai mampu mengetahui bagaimana seharusnya kami dididk untuk menjadi orang yang berguna bagi diri, keluarga dan masyarakat secara umum. Kami sangat teharu saat menyaksikan engkau sedang shalat menghadap Tuhan dan memohon  agar kami anak anaknya diberikan  pencerahan dan ilmu serta kesejahteraan hidup.

Mengingat smeua itu tentu kami smeua tidak akan pernah mampu untuk membalasnya meskipun seluruh hidup kami  dikerahkan untuk membahagiakanmu. Kini yang tesisa dan dapat kami lakukan ialah selalu bedoa agar  semua kerja kerasmu dan ibadahmu  diberikan pahala oleh Allah swt, dan jika ada salah dan khilafmu akan diampuni oleh Nya. Bagi kami semua engkau adalah sosok yang sangats empurna dan terbaik bahkan sangat hebat, karena dengan keberadaanmu yang sdemikian lemah, namun semangatmu tidak pernah padam.

Ibu, aku sangat paham dengan semua keinginanmu, bukan masalah duniawi, bukan masalah kehormatan, melainkan agar kami smeua menjadi orang yang brmnafaat bagi banyak orang. Kami berjqnji untuk terus berbuat kebaikan dan akan menjaga nama baik keluarga kita serta kami juga akan mendidik anak anak kami, yakni para cuckumu agar mereka tetap berada di jalan Allah swt  bermanfaat bagi dirinya, keluarganya dan masyarakat secara umum.  Kami yakin bahwa dngan terus mendidik   mereka , pada akhirnya merka juga akan selalu mendoakanmu dan para leluhur seluruhnya.

Aku sangat menyesal bahwa pada saat itu aku pernah mengecewakan ibu, karena aku tidak mampu memenuhi keinginanmu, meskpun engkau Sudha tidak mempermasalahkan lagi, tetapi hati ini masih menyisakan hal tidka nyaman karena tidka mampu memenuhi keingiananmu ibu. Kami pada saat itu memang masoh terlalu kecil untuk dapat mengerti apa arti sebuah keinginan ibu, namun saat ini kami beru menyadarinya dan smeuanya sudah berlalu, karena itu maafkanlah ibu, dan janganlah hal tersebut menjadikan hidupku tersendat dan mengalami kendala berat.

Sebagai single parent engkau memang hebat karena  kegigihanmu meskipun usia sudah cukup udzur, namun semangatmu begitu menyala tanpa henti. Dalam sisa usia  udzurmu kami juga belum mampu memebrikan yang terbaik, bahkan seing kali kami malah melakukan hal hal yang ungkin mengecewakanmu. Engkau memang hebat, karena  setiap saat engkau berangkat mengaji, kami yang ingin mengantarkanmua pasti kau tolak dnegan alas an engkau akan jalan kaki bersam dengan kawanmu. Kmai lebih banyak menyarah dengan keputusanmu, tetapi sesungguhnya kami sangat menyayangkanmu kenapa tidka mau diantar.

Jika mengenang kembali perjalanan hidup mu, saya pasti menangis mengalirkan air mata yang tidak mampu aku bending, Itu smeua  sebagai wujud rinduku kepada mu ibu. Aku snagat menyayangimu, namun saat ini aku tidka dapat berbuat apa apa terkecuali hanya memohon kepada Allah agar engkau selalu mendapatkan rahma Nya dan dibserikan tempat yang snagat layak di surge. Saat ini sambal menunggu hari kiamat, silahkan engkau menimagk gtidur panjangmu dnegan erbgai kenikmatan dari Allah swt di alam barzah.

Aku sangat yakin orang sebaik engkau pasti akan disayang oleh yang maha Kuasa serta mendapat kan bawbagai nikmat dari Nya.  Meskipun dmeikian aku tidak akan pernah putus selalu mendoakanmu untuk kebaikan dan kesejahteraan mu di alam akhirat, Percayalah bahwa  selam nyawa masoh melekat di badanku, aku akan selalu mengingat jasamu dan memohonkan ampunan atas segala salah dan khilafmu serta  mendoakanmu agar Allah senaniasa memberikan pahala Nya kepadamu dengan berbagai kenikmatan yang tidka terbayangkan sebelumnya.

Mungkin ada orang lain yang tidak menganggapmu baik, itu terserah kepada mereka, namun aku bersaksi bahwa engkaulah orang terbaik dalam hidupku dan aku bmerasakan hutang kepadamu tentang banyak hal, karena  memang engkaulah yang sejak kami dikandungan telah menyayangi dan setelah lahirpun engkau yang merawat dan mendidik hingga menjadi dewasa dan seeprti ssekarang ini.

Ibu maafkanlah anakmu ini yang selalu merindukanmu.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.