MEMOSISIKAN DIRI

Salah satu hal terpenting dalam kehidupan kita ialah bagaimana kita mampu mengendalikan diri kita agar tidaka terseret oleh keinginan nafsu yang terus menggelora. Orang memang diberikan nafsu oleh Allah swt sebagaimana juga telah diberikan akal, namun pertarungan antara keduanya terkadang dimenangkan oleh akal dan terkadang juga dimenangkan oleh nafsu. Bagi mereka yang mkendekatkan diri kepada Tuhan tentu berharap  akan terhindatkan dari nafsu yang serakah, namun bagi kalangan awam, biasanya justru malah lebih cenderung memenangkan nafsunya. Itu disebabkan karena nafsu itu memang dibuat menarik dan selalu didukung oleh setan sebagai musuh abadi manusia. Karena itu sangat wajar jika orang tidak dekat dnegan Tuhan dan jauh dari bimbingan Nya, maka dnegan mudah pasti akan  memanangkan nafsunya.

Di dunia ini memang banyak orang yang lebih memilih berkawan dnegan orang yang si=ukses hidupnya  meskipun dirinya sesungguhnya masih dalam tarap paspasan. Akibatnya gaya hidup yang  mengikuti kawannya tersebut, akan menatiknya kepada  sebuah keputusan  yang salah.  Keputusan yang salah tersebut disebabkan  oleh ketidak mampuan dirinya untuk mengikuti kecenderungan kawan kawannya yang lebih mampu secara ateri. Nah  dalam kondisi dmeikian kemudian dia juga tidak mau kalah  dalam hal materi, sehingga dia akan melakukan hal hal terlarang hanya untuk mengimbang kawan kawannya yang bergaya wah. Kondisitersebut sesungguhnya merupakan awal dati kehancuran dirinya yang tidak disadarinya sejak dini. Namun jiak jika kemudian dia segera sadar dan kemudian mengambil jarak sehingga dapat memosisikan dirinya, maka dia akan selamat.

Banyak orang yang hancur berantakan rumah tangganya hanya disebabkan oleh ambisi dan gengsi yang tidak pada tempatnya. Kalau mereka kemudian bekerja di sebuah perusahaan, maka kemudian dia menghalalkan untuk mengambil uang perusahaan dan akhirnya ketangkap melakukan korupsi  maka seluruhnya akan berantakan dan m=bahkan apa yang selama ini sudah diupayakan akan menjadi musnah. Itu  biasnaya dinamakan dnegan ketidak mampuan untuk memosisikan dirinya sebagimana mestinya. Jika masih akan berkawan dnegan level atas sesungguhnya juga dapat dijalankan asalkan jujur dengan kondisinya, sehingga tidak akan memaksakan dirinya untuk sejajar dnegan yang lain. Jika mampu memosisikan dirinya pastilah akan banyak jalan yang dapat ditempuh dan masoh tetap dapat bergaul dengan kalangan sebelaumnya.

Sesungguhnya sudah terlalu banyak contoh yang sudah terjadi di sekitar kita, dan kta juga dapat menjadikannya sebagai pengalaman hidup sehingga kta tidak akan mengulanginya lagi dalam episode berikutnya. Kita manakala mam;pu menggunakan akal sehat kita justru kita akan dapat memetik hikmah dari pengalaman pengalaman tersebut untuk dijkadikan pedoman hidup. Artinya hal hal yang positif dapat kita terapkan dalam kehidupan kita dan hal hal yang buru dapat kita singkirkan unuik kta buang buang jauh. Jadi dnegan menggunakan akal sehat pemberian dari Allah swt kita akan dapat  brbuat yang terbaik untuk kehidupan kita dan juga kehidupan orang lain. Akal memang harus kita jadikan ebagai panglima dalam  meniti jalan hidup, karena hanya dnegan pertimbangan akal sehatlah kita akan selamat dari kemungkinan  terjrumus ke jurang yang snagta dalam dan menyakitkan.

Kita memang harus menyadari kondisi kita dan karena itu kita harus pandai pandai memossikan diri kita di tengah tengah masyarakat dan komunitas. Bahkan kalaupun kita memang benar benar kaya, sebaiknya kita tidka bersikap sombong dan menjauhi mereka yang dalam kondisi miskin, karena kalau kita mau bergaul dnegan mereka yang berada di level bawah kita, maka mereka tentu akan sanagta senang dan menghargai posisi kita. Namun jika kita malah menjauh drai mereka yang miskin, maka  mungkin secara lahir mereka tidak melakukan apapun, tetapi di dlam hati mereka tentu ada rasa yang tidak enak dan pada akhirnya mereka juga tidak akan menyukai kepada sikap kita.  Kita tentu akan sangat senang jia semua orang tidka menjauh dari kta, melainkan akan  dekat dan mau berkomunikasi dnegan kita dengan baik pula.

Memosisikan diri bukan identik dnegan memisahkan diri dnegan pihak yang dianggap tidak setingkat, melainkan kita mampu menempatkan diri sebagaimana manusia yang berakhlak. Artyinya jika kita memang dalam kondisi tidak mampu, maka janganlaj kita bergaul dnegan kalangan elit dan memosisikan seolah kita juga sepetri mereka, karena kalau itu yang terjadi makan akan muncul banyak kesulitan dalam hidup kita sendiri. Pada saat kita benar benar tidak mampu, padahal sudah kadung kita dianggap mampu, maka kawan kawan akan meminta kepada kita ungtukmembiayai makan bersama misalnya, maka yang terjadi adalah kedulitan. Kalu kita tetap memaksakannya, maka kemungkinan besar kita justru akan melakukan kesalahan atau penyeleweangan yang itu dilarang oleh agama kita.

Tentu kita  harus pandai pandai memosisikan diri kita sebaik mungkin agar kita tidak menghadapi maslaah besar yang sulit untuk kita pecahkan. Bilamana kita dalam kondisi yang mampu dan  mempunyai banyak harta, kita tentu akan lebih mudah unuk bersikap asalkan kita memang tulus dalam menjalani hidup. Artinya meskipun kita kaya harta tetapi kita tidak akan sombong dan  mengucilkan pihak lain. Bahkan sebaliknya kita akan selalu mendekati mereka yang kekurangan serta mau menyapa mereka  sedemikian abik, sehingga mereka yang kurang mampu malah akan meberikan apresiasi kepada kita. Meskipun kita tidak akan membutuhkan penghoirmatan mereka kepada kita namun jika kita  baik kepada mereka pastinya mereka juga akan bersikap kepada kita.

Kkita tengu juga ingin  agar semua orang mau bergaul secara baik dnegan kita terutama jika kita memang dapat memosikan diri kita sedemikian rupa dan tidak menyinggung perasaan pihak lain.  Justru kita akan selalu siap untuk menjadi partner yang baik, kawan yang suka menolong dan  kawan untuk mencurahkan uneg uneg  dalam hati. Semoga kita akan mampu menempatkan diri dan memosisikan diri  yang terbaik untuk smeuanya, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.