PENGAMALAN AJARAN ISLAM

Mempelajari agama Islam itu mudah dan saat ini sudah sangat banyak dilakukan oleh anak anak bangsa ini, terbukti dengan maraknya madrasah di senatero nusantara dan muridnya juga sangtat banyak. Belum lagi perguruan tingginya juga snagta banyak termasuk yang berstatus swasta, namun pengamalannya  kita masih bertanya tanya. Kenapa? Karena ternyata di masyarakat kita bukan lagi diwarnai oleh ajaran Islam yang koita rindukan, melainkan malahan terkalahkan oleh amalan yang bukan dari ajaran Islam. Lalu kemana pengetahuan yang sudah mereka peroleh? Padahal diantara sekian banyak sekolah islam tersbeut juga sekalogus mempraketekkan  amalan sialam seperti menjalankan shalat berjamaah saat di sekolah atau menganjurkan anak untuk menyumbang saat ada bencana nasionla atau mengump;ulkan zakat saat menjelang idul fitri dan lainnya.

Namun kiranya kita perlu melakukan sebuah penelitian tentang masalah tersebut sehingga kita akan mengetahui penyebabnya dan sekaligus nantinya akan mencarikan solusi terbaiknya. Saat ini yang terlihat dengan kasat mata ialah bahwa banyak diantara siswa amadrasah yang sudah tidak lagi mempunyai pembeda dnegan siswa lainnya, sehingga terkadang malahan mereka lebih nakal ketimbang anak sekolah umum. Secara umum memang pendidikan yang terfokus dan mengasraman siswanya akan jauh lebih baik dan berhasil ketimbang sekolah yang hanya menerima siswa saat pelajaran saja alias  di sianghari saja, sedangkan setelah itu sekolah tidak akan mengatahii apa yang dijalankan oleh siswa tersebut. Boleh jadi mereka malahan melakukan hal hal tidak baik dan menjadi kebiasaan meeka.

Jika  sekolah dibuat semacam pesantrena dan siswanya juga diasramakan, maka guru dna pendidik akan dapat mendidiknya selama dua puluh empat jam, saat malam pun mereka dapata membangunkan para siswa untuk menjalankan shalat tahajjud yang nantinya diharapkan akan menjadi kebiasaan  mereka. Pendeknya mereka akan dapat diarahkan sebagaimana keinginan kita untuk membentuk mereka. Kalaupun nantinya adayang nakal dana tidak jadi sebagaimana diharapkan, namun jumlahnya pasti hanya sedikit, bahkan kalau bisa tidak ada satu pun siswa yang tidak berhasil, setidaknya mendapatkaan ilmu dan kebiasaan menjalankan ibadah baik. Barangkali saat ini pendidikan model pesatrena itulah  yang  kita harapkan sehingga keinginan kita untuk menjadikan para siswa sebagai sosok yanag shalih, dan cerdasa akan mendekati  wujudnya.

Namun dalam kenyataannya saat ini untuk memfokuskan sekolah dnegana model pesatrean tersebut sungguh tidak mudah karena sarananya masih diperlukan banyak. Untuk itu seyidaknya saat ini ada muncul kepedulian dari para pendidikn dan pengurus dalam sebuah sekolah untuk memperhatikan siswanya  melalui kegiatan kegiatan nyata yang akan  memberikan pembiasaan kepada mereka yentang sesuatu yang seharusnya mereka lakukan. Salah satunya ialah dnegan mewajibkan mereka untuk shalat dhuhur dan sleuruh pelajaran harus dihhentikan pada saat waktu shalat tersebut, lalu sesekali mereka diajak  berdzikir bersama atau membaca alquran bersama dan kegiatan lainnya yang memberikana nuansa keislaman bagi merekaa.

Mungkin kita  dapat berharap dari berbagai kegiatan etrsebut, akan muncul kesadaran dari merka tentang betapa pentingnya melakukan hal hal tersbeut. Maksudnya  bukan hanya sekedar diajak dan diwajibakan menjalankan shalat dhuhur semata, melainkan juga setelahnya harus diberikan pencerahan yang mengarah kepada penyadaran para siswa untuk mementingkan shalat dana ibadah kepada Al[lah swt. Mensyukuri nikmat Tuhan yang begitu banyaknya juga harus terus diupayakan sehingga mereka semua nantinya tidak akan lupa dnegan nikmat Tuhan kepada mereka yang setiap saat diterimanya. Mungkin kalau hanya diwajibkan shalat saja, mereka hanya akan menjalaninya karena terpaksa sehingga saat di luar sekolah mereka akan menjauh lagi dari aktifitas shalat tersebut. Pada saat memperingati hari hari besar Islam juga merekaa dilibatkan dalam kepanitiaan dan harus bertanggung jawab atas suksesnya acara tersebut, sehingga akan memberikan semacam  kepercayaan mereka bahwa mereka itu penting dan bukan hanya sebagai pelengkap semata.

Jika kita tetap membiarkan pendidikan sebagaimana yang kita saksikan pada saat ini, maka  akibatnya pendidikan kita akan gagal total. Mungkin saat ini masih ada  sedikit yang berhasil sebagaimana kita harapkan, namun  ke depan kalau kondisi seperyi ini kita biarkan, maka akibatnya pastilah akan lebih parah. Siswa tidak lagi menghargai seorang guru bahkan berani menentangnya. Keterlibatan orang tua juga snagat penting dalam proses belajar, karena saat ini rupanya sudah muncuil gejala orang tua yang meremehkan dan smaa sekali tidak menghargai peran guru dan pendidik, sehingga apapun yang disampaikan oleh anaknya pasti akan dibenarkan dan sama sekali tidaka menanyakan terlebih dahulu kejadian yang sesungguhnya kepada guru.

Barangkali memang masoih ada oknum guru yang tidak mampu berbuat baik dnaa menjadi pendidik, namun itu hanya kasus dan tidak dapat dijadikan sebagai ukuran. Jika orang tua mendukung penuh prosew belajar mengajar di sekolah namun bukan intervensi, maka  akan terjadi keharmonisan dalam proses belajar mengajar dan siswa pasti akan jauh lebih baik dan akhlak mereka akan juga tercipta dnegan baik pula. Tujuan pendidikan kita memang tidak hanay menjdikan anak didik sebagai sosok yang cerdas saja, melainkan juga  berakhlak mulia dan sadar akan lingkungan dan dirinya, sehingga  mereka nantinya akan mampu menjadi orang yanag dapat dibanggakan oleh bangsa ini dan mampu mengelola negara ini dnegn amanah dan baik.

Ini tentu menjadi PR bagi seluruh pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan. Jangan sampai pengelola pendidikan hanya berpikir tentang uang dan kekayaan, karena itu dapat membunuh anak anak kita sendiri. Jika mereka ingin memperoleh kekayaan yang banyak sebaiknya tidak usah ada dalam dunia pendidikan, melainkan cukup di dunia usaha saja. Pendiekan jangan dikorbankan  demi ego, melinkan kita smeua harus perihatin dengan kondisi pendidikan yang yang buaknnya semakin berkualitas, melainkan semakin  menurun kualitasnya. Semoga kita akan mampu memperbaikinya secara bersama sama, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.