WISUDA

Banyak orang yang menganggap wisuda adalah segalanya, padahal itu hanya semacam plantikan sebagai seorang sarjana semata, dan selanjutnya tergantung kepada masing masing orang, apakah yang terkait dnegan pekerjaan ataukah masa depannya. Karena itu wisuda  seharusnya tidak menjadi sesuatu yang istimewa, melainkan hanya sebuah  event penting saja, karena sebagian kampus ada yang mengharuskan adanya wisuda, sementara kampus lainnya tidka begitu mempersoalkan apakah ingin ikut wisuda ataukah tidak. Bagi yang mementimgkan wisuda biasanya juga ijazah tidak akan diberikan sebelum yang bersangkutan mengikuti wisuda, dan jika menginginkan ijazah yang sudah jadi hanya boleh sebatas meminjam saja unyuk keperluan melamar kerja dan sejenisnya.

Upacara wisuda itu hanya seremonial semata, dan biasanya juga hanya ada pesan pesan saja dari rektor atau perwakilan wali, sehingga sifatnya hanya formal dan tidak ada yang substantif, namun demikian sebagaimana diutarakan di depan, sebagian kampus ada yang menganggapnya merupakan sebuah kewajiban yang harus diikuti oleh seluruh lulusan. Bagi setiap lulusan sehausnya juga memahami bahwa wisuda tersebut sama sekali tidak menentukan, karena jika ingin meneruskan kuliah lagi, ya harus masih usaha sendiri lagi, kalau mau kerja juga masih harus mencarinya sendiri dan seterusnya. Hanya saja wisuda tersebut terkadang menyita banyak waktu dan uang yang harus dikeluarkan, karena misalnya sleueuh keluarga  harus ikut menyaksikan secara langsung wisuda tersebut ke kampusnya, padahal kampusnya berada di luar kota.

Namun dmeikian bagi orang tua yang  merasa sangat bangga dnegan kelulusan anaknya, smaa sekali tidak mempedulikan soa; beaya bahkan merwka terkadang rela untuk menjual apapun yang dimiliki. Namun kebiasaan orang ua biasanya  berharap anaknya akan langsung diterima sebagai pegawai, sehingga sebentara lagi juga akan dapat mengembalikan beaya yang telah dikeluarkan.  Sebagai anak yang diwisuda seharusnya juga dapat menjeleaskan kepada orang tuanya tentang wisuda tersebut, dan memebrikan wawasan secukupnya sheingga mereka tidak akan ngoyo dalam menyambut wisuda tersebut. Akan jauh lebih bagu bilamana beaya tersebut disimpan untuk ongkos kuliah lagi di jenjang yang lebih tinggi atau untuk modal kerja sehingga akan prodiktif.

Saat ini justru yang harus dikembangkan dan harus dimasukkan ke dalam or=tak para luluan perguruann tinggi ialah bagaimana dapat  berusaha dnegan ketrampilannya sendiri atau berwirausaha dalam bidang apapun yang menjadi keinginannya. Mungkin soal ketrampilan tertengu yang dibutuhkan, akan dapat dijalaninya bersama dnegan usaha tersebut, alias sambil belajar, tetapi niat dna tekat yang kuat itulah yang dibutuhkan. Mental untuk tidak menyerah kepada keadaan memang sangat diperlukan sehingga  pada saat usaha yang dijalani dan dirinis  mengalami kesulitan, dia tidak akan berhenti atau tidak akan menyerah dan berputus asa, melainkan akan terus berusaha dan tabah menjalani berbagai ujian yang menimpanya.

Untuk itu sejak  masih dalam perkuliahan seyogyanya  mahasiswa sudah berani untuk berusaha  dalam bidnag apapun yang memungkinkan, karena  kalau hanya mengnginkan untuk menjadi pegawai negeri, maka dijamin akan banyak  kecewanya, karena formasi yang tersedia ternyata  sangat kecil dibanding dnegan ketersediaan calon yang melamar. Kita  tahu bahwa lulusan  dari perguruan tinggi semakin hari semakin banyak dan dari berbagai program studi, sementara ofrmais untuk  jurusan etrtentu pasi kalau ada  hanya sedikit saja. Nah, karena itu persoalan ketersediaan lowongan menjadi masalah serius  di negera kita ini. Karena itu sekali lagi tidala ada jalan lain yang dapat menjanjikan terkecuali hanya usaha sendiri yang ditekuni dnegan sungguh sungguh dan konsisten serta percaya diri.

Mungkin tidak salah bagi mereka yang mengidamkan wisuda karena itu berarati mereka sudah selesai  kuliahnya dalam program tertentu, namun setelah wisuda selsaai biasnaya mereka baru akan mengingat dna berpikir, lalu akan kemana setelah itu, apakah akan melanjutkan studi ataukah mencari pekerjaan. Kalu hanya lulusan S1, lalu kepingin mendapatkan pekerjaan, tentu akan  sangat sulit, karena lowongannya semakin kecil, termasuk pekerjaan di sektor swasta sekalipun. Kabanyakan orang lalu berhenti sementara tidak kuliah dan juga tidak bekerja, dan biasanya pula jika sudah dmeikian, maka akan semakin sulit untuk bergerak dan mungkin juga semakin malas untuk bertindaak.

Jika sudah terlanjur untuk  berhenti kuliah atau tidak melanjutkan studi, sebaiknya  ada keinginan untuk berusaha apapun usahanya, karena dnegan begitytyu otak akana berjalan dan tidak mandek. Mungkin sambil jalan sambil belajar banyak tentang dunia usaha. Siapa tahu dnegan memulai usaha tersebut kemudian terbuka jalan untuk meringis  sebuah persahaan atau sekedar usaha yang mampu menghasilkan  pemasuiukan yang lumayan sehingga kita tidak akan tergangtung kepada pihak lain, termasuk tergantung kepada orang tua. Banyak orang yang memulai usaha dnegan modal nol atau snagat minim dan ketika usaha tersebut ditekuni dnegan seksama dan sabar dalam emnghadapi berbagau rintangan, ternya akhirnya mampu sukses.

Karena itu biasanya dalam perguruan tinggi diberikan  modal kewirausahaan secara umum, dengan maksud bahwa merka nantinya akan mampu mengembngkan dirinya  dengan baik. Namun jika belum berminat dan akan melanjutkan studi, maka modal wirausaha yang dipunyai juga pasti ada manfaatnya, terutama pada saat terbersit untuk melakukan  usaha sendiri. Namun bagaimanapun wisuda itu juga sesuatu yang penting bagi sebagian orang kafena menandakan sudah selesai kuliah dan keika akan melakukan sesuatu  dan waktunya harus menunggu, maka biasnaya juga dikaitkan dnegan wisuda. Hanya saja yang teroenting ialah bukan wisudanya, melainkan  apa yang akan dilakukan setelah wisuda tersebut. Semoga semualulusan yang diwisuda akan mampu mengembangkan diri mereka dnegan baik sehingga akan bermnafaat bagi keluarga,  dna masyarakat secara umum, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.