KEBERSIHAN MASJID

Salah satu syarat untuk dapat dijadikan sebagai tempat shalat ialah bersih dan suci dari kotoran dna najis, karena itu masjid sebagai tempat untyuk menjalankan shalat memang harus bersih dan terlepas dadri berbagai najis yang akan menjadikannya sebagai tempat yang tidak layak unyuk dijadikan sebagai tempat shalat. Seluruh umat muslim mengetahui hal tersebut dan menyuadarinya, namun terkadang kita masih mnyaksikan  kekurang pedulian umat dalam membersihakn masjid sebagai tempat suci umat. Bahkan dahulu pernah ada seorang muslim sendiri yang bergurau bahwa  kamar mandi dan toiletnya orang kafir saja masih lebih bersiah ketimbang masjid umat Islam.

Pernyataan etrsebut tentu sangat menyakitkan, namun apa dikata dalam kenyataannya kita juga menemukan hal yang demikian. Mungkin orang tersebut ingin menyadarkan ke[ada umat Islam betapa pentingnya membersihakn tempat ibadah kita. Seharusnya setiap masjid  mempunyai marbot yang bertugas untuk menjaga kebersihan dan juga mengingatkan umat  setelah masuk waktu shalat dengan mengumandangkan adzan setiap waktu shalat datang. Pertanyaannya  biasanya ialah seputar  pembiayaan terhadap marbot tersebut, karena bagaimana pun marbon adalah juga manusia yang membutuhkan materi untuk hidup dan lainnya.

Sesungguhnya umat Islam akan mampu untuk membiayai marbot tersebut, karena biasanya setiap jumat umat Islam juga memberikan infaqnya  melalui kotak masjid. Hanya saja terkadang takmir sama sekali tidak berpikir ke arah itu, dan membiarkan uang terkumpuil sangat banyak serta tidak digunakan atau ditasarrufkan sehingga orang yang berinfaq terkadang juga bertany tanya. Kan akan jauh lebih bagus jika uang yang ada digunakan untuk membayar marbot sehingga masjid akan terjaga dan makmur, serta seyiap saat ada yang bertugas untyuk mengumandanhkan adzan.

Sudah saatnya  saat ini kota memberlakukan menejemen tuntas, yakni tidak ada uang masjid yang ngendon di kas, tetapi setiap uang harus ditasarrufkan dnegan ytujuan jelas agar mereka yang memberikan infaqnya  menjadi sangat nyaman dna senang. Masjid harus merencanakan berbagai kegiatan keumatan  dengan memakai uang kotak tersebut, sehingga laporan setiap pekannya selalu 0 dan tidka tersisa.  Inilah menejeman yang saat ini harus dikembangkan dan dipraktekkan sehingga umat akan menjadi berdaya karena banyak kegiatan yang dapat mencerahkan mereka serta  mencerdasakan mereka, bukan hanya mendengar masjid mempunyai kas sekita juta rupiah dan lainnya.

Biasanya masjid selalu terbuka dapat memungkinkan banyak debu datang dan menempel di keramik masjid, sehingga kalau sej=hari saja tidak dipel, maka  setiap orang yang shalat akan m erasakan betapa masjid menjadi kotor dan lama lama merka tyidak akan kerasan be.ada di dalam masjid. Satu hal yang penting bagi kita harus mengetahui bahwa masjid itu milik umat sehingga seharusnya dibukan 24 jam sehingga ketika ada musafir tengah malam mampir ingin menjalankan shalat mereka tidak akan kebingungan, karena masjid tersedia. Bahkan mungkin  bagi mereka yang kesulitan  mendapatkan penginapan karena memang tidak mempunyai ongkos, masjid juga dapat menerima mereka untuk sekedar merebahkan tubuhnya sehingga kepenatannya menjadi hilang.

Memang kita tidak menyediakan masjid sebagai temat tidur, namun tidak salah kiranya jika kita memperbolehkan orang yanag kesulitan untuk sekedar merebahkan tubunnya di serambi masjid. Barangkali juga ada yang menyatakan bahwa kalau masjid dibukan 24 jam akan banyak barang milik masjid yang hilang, maka jawabannya ialah memaksimalkan marbot atau memberikan sekat tertentu bahhwa barang berharga milik masjid haru diamankan  sehingga ada tempatbterbuka untk dapat dimanfaatkan oleh umat untuk menjalankan shalat atau sekedar i’tikaf dan lainnya.

Kita tidak lagi ingin mendengar kritikna sebagaian orang yang menyatakan masak masjid setiap habis shalat isya’ langsung dikunci, sehingga kalau ada orang mau shalat saja tidak bisa, padahal masjid kan disediakan untuk semua orang khususnya yang akan menjalankan ibadah shalat.  Temat karaoke saja bisa buka 24 jama mengapa masjid malah tidaka bisa. Tentu kritikan tersebut snagat menohok, namun kita tidak bisa berbuat apa apa terkecuali menyikpainya dnegan melakukan perbaikan atas menejemen masjid menjadi lebih baik dan nyaman bagi smeua orang.

Sekali lagi masjid kita harus bersih dan jika seluruh masjid tampat nyaman dan indah, maka sebagai umat muslim, kita tentunya menjadi sangat bangga dan itu juga menjadi salah satu bukti bahwa Islam memang memperhatikan kebersihan. Bukankah Rasulullah saw sendiri selalu mengingatkan kepada umatnya tentang kebersihan tersebut, dan pernah pula menyatakan bahwa kebersihan itu sebagain dari iman. Lalyu bagaimana implementasinya jika kebersihan itu bagian dari iman sedangkan kita sendiri malah membiatkan masjid menjadi kotor? Apakah kalau dmeikian iman kita masih dipertanyakan? Tengtu kita tidaka mau dianggap demikian, untuk iytu mari kita saling menguingatkan  unyuk selalu membersihkan masjid, yerutama jika belum mempunyai marbot yang tetap.

Memang kesadaramn umatlah yang dituntut di sini karena kebanyakan orang juga apayis dan tidak perduli terhadap kebersihan, termasuk kebersihan lingkungan kita sendiri. Coba perhatikan sikap banyak orang yang sudah mempunyai kendaraan sendiri, lalu masih membuang sampah di sembarang tempat, bahkan kita sering menyaksikan betapa banyak orang naik kendaraan lalu membuang sampah dijalanan. Ketika di jalanan kita juga seringa menyakaiikan betapa masih banyak orang membuang puntung roko di sembarang tempat dan tyidak dimasukkan ke tong sampah yang sudha disediakan. Demikian juga dnegan berbagai sampah lainnya yang berserakan diluar tong sampah, padahal tong sampah sudah berjajar di pinggir jalan.

Sekali lagi ini merupakan  sikap dan budaya yang buruk  dan meuntut kesadaran bersama untuk memenuhinya sehingga kondisi kawasan  dan lingkungan kita terlihat astri, bersiah dan nyaman untuk dipandang. Semoga kita akan mampu memberikan teladan bagi masyarakat luas dalam hal kebersihan lingkungan tersebut, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.