OTAK MANUSIA

Sungguh Allah swt Maha adil dan Bijaksana, karena telah menempatkan seluruh makhluk Nya d engan begitu hebatnya. Manusia  sebagai makhluk yang paling hebat dan paling baik ciptaannya, lalu diberikan bekal yang sangat luar biasa yakni o=tak atau akal, agar mereka mampu membedakan antara yang baik dna benar dan yang salah dan menyesatkan serta meneyengsarakan. Tuhan juga telah memberikan pilihan untuk kehidupan akhirat, yakni ingin nantinya berada di surga ataukah di nerakan dengan kondisi yang saling bersebarangan. Artinya jika memilih di surga maka akan menjadi nyaman, nikmat seta sejahtera, dan sebaliknya bagi yang memilih nerakan maka akan mendapatkan kesengsaraan dan kesakitan yang luar biasa. Hanya saja  Tuhan kemudian memberikan caranya bagaimana  memilih dua temat tersbeut.

Bagi yang ingin memilih kehidupan abadi di surga, maka syaratnutamanya ialah mengikuti apa yang diperintahkan oleh Nya dan menjauhi semua larangan Nya  dan sebalinya jika menginginkan di neraka  ya dipersilahkan untuk melakukan apapun nyang diinginkannya tanp ada larangan. Hanya saja saat masih berada di dunia saja hatinya tidak akan pernah emndapatkan ketenangan karena  otaknya tidak dipakai untuk memilih yang terbaik bagi dirinya.  Berkali kali Allah memperingatkan kepada umat manusia bahwa gunakan otak pemberian Allah swt tersebut, karena  hanya itulah yang mampu membedakan antara manusia dnegan  makhluk lainnya.Manusia  akan dihargai sebagai manusia kalau diaa menggunakan otaknya untuk dirinya dalma semua hal, seperti dalam pergaulan dan tindakan lainnya.

Misalkan orang tidak mengunakan otaknya dan hanya menggunakan nafsunya maka dia tidak ada bedanya dnegan makhluk binatang karena dia bisa melakukan hal hal tercla tanpa harus merasa berdosa, sepeti berzina dnegan sesama atau  aktifitas lainnya yang melanggar aturan main agama dan aturan main dalam bermasyarakat dna berbangsa misalnya. Jafi akal atau otak memang menempati  tempat yang utama dalam ekhidupan manusia, karena bagaimanapun manusia itu memang harus memilih pilihan pilihan yang ada dan u=nutk memilih itu membutuhkan pertimbangan dan akal atau otaklah yang mampu memberikan pertimbangan yang akan menyelamatkan dan memuaskan.

Kesalahan kebanyakan orang ialah karenantidak mampu menggunakan otaknya untuk dirinya, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam kehidupan sosial. Pada saat manusia  menghadapi persoalan hidup yang rumit,  biasnya malah lebih menggunakan perasaan ketimbang akalnya. Dengan begitu yanag nanti akan menga=usaainya ialah perasaan dna bukan pertyimbangan akal, dan biasnaya pula nanti akan dikendalikan oleh nafsu yang memang selalu ingin menyesatkan manusia  dan menjauhkan manusia dari Tuhannya. Karena itu kemudian kalau muncul alternatif yang dianggapnya  sesuai dnegan perasaan dan nafsu, maka segara akan diambil tanpa mempedulikan akibat yang akan ditanggung setelahnya.

Lain dnnegan akal atau otak, ketika memberikan pertimbangan kepada kita pasti akan  mempertimbangkan pula akibat  yang akan diderita setelah menjalankan apa yang akan ditempuh. Biasnaya akal akan memberikan pertimbangan yang akan menyelamatkan, meskipun musngkin terlihat memberatkan atau menyulitkan. Untuk itu kita memang harus  berkomitman deiri untuk menggunakan pertimbangan akal dalam menentukan segala sesuatu dan itu harus kita jalankan secara konsisten, jika memang kita menginginkan  kebahagiaan dan kesejahteraan, bukan kepuasa sesaat yang justru akan mengantarkan kita kepada sbeuah kondisi yang menyengsarakan.

Sebagai contoh dalam  kehidupan kita sehari hari saja ketika kit7a tidak menggunakan pertimbangan akal sehat, kita akan dapat terjerumus kepaa kondisi yang menyulitkan kita sendiri. Contohnya ialah tentang makanan, jika kita terkena penyakitbtertentu yang mengharuskan menghindari makanan tertentu, maka akal akan menyarankan untuk menghindarti makanan yang dilarang tersebut, namun biasanya nafsu akan berkata lain dan menawarkan kelezatan yang dianggap akan memuaskan diri, maka dimakanlah sesuatu yang dilarang tersebut. Nah, akibatnya orang tersbeut akan terkena penyakit yang sangat serius dan sulit untuk menyembuhkannya atau setidaknya memerlukan waktu yang cukup lama. Namun penyesalan biasanya akan datang kemudian.

Dalam berusaha  biasnaya juga akan terkena sesuatu yang  sifatnya  instan, dan jika meminta pertimbanga akal maka akan disarankan ungtuk tetap mengikuti cara cara  yang  masiuk akan serta tidak asal cepat dan dianggap akan mengungtungkan secara instan. Nah, jika kemudian orang hanya me ngikuti saran nafsu dnegan mengesampingkan akal, pastinya dia akan mengalami kerugian yang banyak karena akan trersandung maslah yang berat dan sulit diatasi. Untuk itu sekali lagi dalama persoalan apapun, kita memang hatus mengedepankan akal ketimbang nafsu atau perasaan, karena hanya akallah yang akan memberikan pertimbangan terbaik unuk hidup kita ke depan.

Kejadian yang sering menimpa manusia  dalam hal pertimbangan tersbeut ialah saat memilih dan menentukan jodoh. Orang cenderung memilih  orang yang dianggapnya baik, padahal hanya melihat dari sisi lahirnya saja. Coba kalau meminta saran akal, pastinya akan ditunjukkan dan diminta untuk menyelidiki katar belakang dna juga tentang sifat sifatnya sehingga untuk masa depan rumah tangganya akan menjadi lebih baik dan mampu menjadikannya sebuah kondisi yang menenangkan hati. Namun jika perasaan saja apalagi kalau didukung oleh nafsu, biasnaya hanya akan melihat lahirnya saja, misalnya berduit banyak tanpa mempertimbangkan wataknya seperti apa.

Nah, kalau kemudian saran nafsu dan peraasaan etrsebut diikuti, maka  yang akan didapagkannya ialah kesengsaraan karena ternyata watak pasnagannya ialah sangat buruk dan  harta yang dipunyai  lama lama juga akan tenggelam dan habis dimeja judi dan lainnya. Memang kemudiandia akan menyadari semua itu, namun  itu sudah terlambat dan akal tidak lagi digunakan sebagai  tempat meminta pertimbangan. Semoga kita ke depan akan terus meminta otal  atau akal kita dapat menjadi driver dalam kehiduoan kita sehingga kita akan mendapatkan kehidupan yang nyaman, aman dan menyenangkan, semoga,

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.